Tren Minum Air Panas di Pagi Hari Muncul dari Media Sosial
Tren minum air panas di pagi hari yang sedang viral di media sosial menarik perhatian banyak orang, termasuk Maryam Khan, seorang wanita berusia 21 tahun. Ia mengatakan bahwa ia mulai tertarik pada tren ini setelah terus-menerus melihat video-video yang memperlihatkan orang-orang melakukan kebiasaan tersebut.
Ini bukanlah olahraga intensif atau produk perawatan kulit mahal. Tren yang sedang populer adalah minum air hangat di pagi hari. Selama ribuan tahun, minum air panas atau hangat telah dianggap bermanfaat oleh sistem pengobatan tradisional China dan Ayurveda dari India. Namun, gaya hidup kuno ini kini menjangkau kelompok baru setelah menyebar di media sosial pada awal tahun 2026 lalu.
Video TikTok dan Instagram dengan jutaan penonton diberi tag dengan frasa seperti “newly Chinese” dan “Chinamaxxing”. Sebagian besar video itu menampilkan anak muda yang minum air hangat, makan sarapan hangat, dan memulai hari mereka dengan peregangan.
Pertanyaannya, apakah kebiasaan sederhana ini benar-benar bisa meningkatkan kesehatan tubuh?
Melestarikan “Qi”
Keyakinan inti dari pengobatan tradisional yang dipraktikkan oleh jutaan orang di China adalah bahwa energi, atau dalam bahasa Mandarin disebut Qi, beredar melalui tubuh dan penyakit terjadi ketika aliran ini terblokir atau tidak seimbang.
Para pendukung pengobatan ini percaya bahwa minum air hangat, bersuhu 40-60 derajat Celsius untuk menghindari rasa terbakar di mulut atau tenggorokan, meningkatkan dan menghemat Qi, serta pada gilirannya meningkatkan kesehatan dan umur panjang.
“Anggap saja seperti sebuah rumah,” kata peneliti pengobatan tradisional China, Profesor Shun Au. Ia menjelaskan bahwa dalam sistem kesehatan holistik, menyantap makanan dingin ibarat angin yang masuk ke dalam rumah Anda.
Teori ini mendasari kiat-kiat pengobatan tradisional China lainnya, seperti mengenakan sandal hangat di rumah dan memulai hari dengan sarapan hangat. Berbagai kebiasaan lawas ini menjadi pintu masuk bagi Khan, seorang asisten arsitek yang saat ini tinggal di London, untuk menggunakan pengobatan tradisional China.
Ia pertama kali melihat tren ini di TikTok. Khan mengatakan bahwa ia merasakan manfaat dari memulai harinya dengan Tai Chi, yang menggabungkan gerakan lambat dan mengalir, pernapasan dalam, dan meditasi. Dia juga mengganti kebiasaan menyeruput kopi dengan air hangat.
“Setelah minum kafein, saya tidak menyadari bahwa saya merasa mual setelahnya,” katanya. “Kemudian saya mulai minum air panas biasa, kadang-kadang dengan daun mint, lemon… dan saya memang merasa lebih segar,” katanya.
Mengapa Orang Beralih ke Pengobatan Tradisional?
Minat generasi muda yang aktif di media sosial terhadap kiat-kiat gaya hidup tradisional China mencerminkan tren sosial yang berkembang, menurut Shyama Kuruvilla, Direktur Pusat Pengobatan Tradisional Global di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
“Bahkan di Eropa, telah ada studi berbasis populasi… salah satunya di Jerman menunjukkan bahwa 70% populasi, atau bahkan lebih, menggunakan beberapa bentuk pengobatan integratif komplementer tradisional. Dan di beberapa negara, seperti China dan India, angkanya bisa lebih dari 90%,” ujarnya.
Beberapa pendukung gaya hidup lawas ini tidak mempercayai pengobatan modern, sebuah pola pikir yang diyakini dipicu oleh pandemi Covid. Sebuah studi di Amerika Serikat menunjukkan, kepercayaan terhadap dokter dan rumah sakit turun dari lebih dari 70% pada tahun 2020 menjadi sekitar 40% pada tahun 2024 di antara mereka yang disurvei.
Ada pula kelompok orang yang kekurangan akses ke pengobatan biomedis lantas menggunakan pengobatan tradisional sebagai alternatif yang lebih murah. Beberapa orang lainnya tertarik pada pengobatan tradisional karena menawarkan pendekatan yang personal dan holistik. Kebiasaan seperti minum air hangat dapat menjadi titik masuk ke dalam sistem kesehatan yang mendorong keseimbangan pikiran, tubuh, dan lingkungan.
Sistem ini juga memiliki makna budaya, spiritual, dan historis yang mendalam bagi banyak orang.
Apa Kata Sains?
Minum air hangat di pagi hari dapat memberikan beberapa manfaat, kata Rosy Brooks, seorang dokter umum dan spesialis pengobatan umur panjang. “Ada sedikit manfaat dalam pencernaan dan membantu mengatasi sembelit,” ujarnya.
Terdapat sedikit bukti yang menunjukkan bahwa air hangat dapat membantu meredakan kejang di kerongkongan, tabung yang menghubungkan tenggorokan dengan perut, menurut Brooks. “Tetapi selain itu, minum air, dingin atau panas, hanya bermanfaat untuk hidrasi,” jelasnya.
“Tidak ada bukti bahwa air dingin membahayakan kesehatan,” kata Selina Gray, seorang dokter umum dan dokter gaya hidup di Helen Medical, sebuah praktik swasta di Inggris. Gray juga menekankan, terlepas dari beberapa klaim yang dibuat di media sosial, tidak ada bukti bahwa minum air hangat dapat membakar lemak, meningkatkan metabolisme, atau “mendetoksifikasi” tubuh.
“Jika seseorang lebih menyukai air hangat dan itu mendorong mereka untuk minum lebih banyak, maka itu bagus, tetapi itu bukan jalan pintas metabolisme,” ucapnya.
Gray, yang dibesarkan di Singapura, di lingkungan yang dekat dengan pengobatan tradisional China, mengatakan bahwa ia “masih bisa mendengar ibunya menyuruhnya minum air panas untuk menghangatkan bagian dalam tubuh”.
“Tradisi-tradisi ini menawarkan rutinitas yang terasa alami, terasa lebih mudah diakses, dan bermakna dari perspektif budaya,” tambahnya.
Kesempatan untuk Memperlambat Tempo
Meskipun bukti tentang minum air hangat masih sedikit, penelitian menunjukkan bahwa praktik tradisional lainnya mungkin bermanfaat untuk kita. Sarapan hangat yang dimasak dengan bahan-bahan utuh mungkin lebih lengkap secara nutrisi daripada semangkuk sereal dingin.
Meskipun tidak ada bukti bahwa makanan dingin menyebabkan penyakit, tubuh yang hangat dan nyaman dapat membantu Anda merasa rileks dan tidur lebih nyenyak. Dan studi yang sederhana namun berkualitas baik telah menemukan bahwa latihan Tai Chi dan Qigong tradisional China dapat meningkatkan kekuatan, mobilitas, dan mengurangi stres.
“Seringkali dalam kehidupan sehari-hari pikiran kita berpacu… tubuh dan pikiran kita berada di dua tempat yang terpisah,” kata pakar Pengobatan Tradisional China, Profesor Shun Au. “Seluruh gagasan meditasi, Qigong, dan Tai Chi adalah untuk memperlambat hal ini,” tambahnya.
Meskipun Dokter Brooks tidak percaya bahwa minum air hangat membawa manfaat kesehatan yang kuat, ia mengakui bahwa itu mungkin bermanfaat secara psikologis. “Ini bisa dibilang seperti rutinitas… Praktik seperti ini memberi Anda waktu untuk diri sendiri yang sering kita lupakan di dunia kita yang sibuk,” ujarnya.
Khan mengatakan bahwa ia telah merasakan dampak positif pada kesehatan mentalnya dan minum air panas di pagi hari adalah tentang meluangkan waktu untuk dirinya sendiri. “Saya melihatnya sebagai kesempatan untuk memperlambat, menikmati semuanya, dan memulai hari saya dengan penuh kehati-hatian,” ujarnya.







