Close Menu
Info Malang Raya
  • Malang Raya
    • Kota Malang
    • Kabupaten Malang
    • Kota Batu
  • Daerah
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Politik
    • Undang-Undang
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Otomotif
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Tips
    • Wisata
  • Kajian Islam
  • Login
Berita *Terbaru*

Ancaman Pembacokan Warnai Investigasi Dugaan Pelanggaran Asusila di Maguan Malang

22 October 2026
Menimbang Kurikulum Baru: Dilema Beban Administrasi Guru dan Daya Serap Murid

Menimbang Kurikulum Baru: Dilema Beban Administrasi Guru dan Daya Serap Murid

22 October 2026
Kalistenik vs Latihan Beban: Mana yang Lebih Cepat Membentuk Postur Tubuh Ideal?

Kalistenik vs Latihan Beban: Mana yang Lebih Cepat Membentuk Postur Tubuh Ideal?

22 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
Friday, 23 October 2026
Trending
  • Ancaman Pembacokan Warnai Investigasi Dugaan Pelanggaran Asusila di Maguan Malang
  • Menimbang Kurikulum Baru: Dilema Beban Administrasi Guru dan Daya Serap Murid
  • Kalistenik vs Latihan Beban: Mana yang Lebih Cepat Membentuk Postur Tubuh Ideal?
  • Bahaya Ghibah Digital dan Urgensi Tabayyun di Tengah Derasnya Arus Informasi Media Sosial
  • Berburu Pakaian Bekas Dan Barang Antik Kini Menjadi Panggung Ekspresi Generasi Muda Indonesia
  • Seni Memugar Otomotif Klasik: Menghidupkan Kenangan Masa Lalu Sekaligus Meraup Keuntungan Finansial Melimpah
  • Menjaga Kehangatan Silaturahmi di Tengah Menumpuknya Kesibukan Pekerjaan dan Rutinitas Harian
  • Strategi Cerdas Mengelola Gaji Bulanan Agar Tabungan Tetap Aman Hingga Akhir Bulan
  • Menyiasati Mata Lelah Akibat Tatapan Monitor Demi Menjaga Keseimbangan Kerja Digital Harian
  • Terbongkar. Dugaan Hubungan Terlarang Oknum Pengusaha Properti di Malang dengan Bawahan..
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
Info Malang RayaInfo Malang Raya
Login
  • Malang Raya
    • Kota Malang
    • Kabupaten Malang
    • Kota Batu
  • Daerah
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Politik
    • Undang-Undang
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Otomotif
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Tips
    • Wisata
  • Kajian Islam
  • Login
Info Malang Raya
  • Malang Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Kajian Islam
  • Login
Home»Daerah»Mengungkap Sejarah Candi Rimbi Jombang dengan 51 Panel Relief Unik

Mengungkap Sejarah Candi Rimbi Jombang dengan 51 Panel Relief Unik

adm_imradm_imr1 April 202624 Views
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Sejarah dan Keunikan Candi Rimbi di Jombang

Candi Rimbi adalah salah satu situs peninggalan Kerajaan Majapahit yang terletak di lereng Gunung Anjasmoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Letaknya di Dusun Pulosari, Desa Pulosari, Kecamatan Bareng, menjadikannya sebagai salah satu cagar budaya penting di wilayah tersebut. Meski tidak sepopuler candi-candi besar seperti Candi Borobudur atau Candi Prambanan, Candi Rimbi memiliki nilai sejarah dan arsitektur yang menarik untuk dipelajari.

Asal Usul Nama Candi Rimbi

Nama Candi Rimbi dikaitkan dengan tokoh pewayangan, yaitu Dewi Arimbi, istri Bima atau Werkudara dan ibu dari Gatotkaca. Legenda lokal menyebut adanya dua makam misterius yang berada di dekat sungai tidak jauh dari lokasi candi. Makam tersebut dipercaya sebagai pesarean Prabu Arimba dan Dewi Arimbi. Meski belum ada bukti ilmiah yang menguatkan cerita tersebut, kisah ini masih hidup dalam tradisi masyarakat sekitar.

Selain itu, nama Rimbi juga sering dikaitkan dengan Desa Ngrimbi yang berada di sekitar lokasi situs tersebut. Penamaan ini diduga berasal dari keberadaan arca wanita berukuran besar, yakni arca Dewi Parwati dan Durga Mahisasuramardhini, yang ditemukan di sekitar lokasi candi.

Penemuan dan Penelitian Awal

Candi Rimbi pertama kali dilaporkan pada akhir abad ke-19 oleh ilmuwan Inggris Alfred Russel Wallace. Saat itu, Wallace sedang melakukan perjalanan ke kawasan Wonosalam untuk mengumpulkan spesimen flora dan fauna dari Gunung Anjasmoro. Dalam catatan perjalanannya, Wallace menemukan bangunan kuno yang tertutup semak belukar serta beberapa reruntuhan arca yang tersebar di sekitarnya.

Penelitian arkeologis terhadap Candi Rimbi kemudian dilakukan oleh J. Knebel pada tahun 1907. Namun, upaya pemugaran baru dilakukan jauh kemudian, yakni pada awal tahun 1990-an untuk memperkuat struktur bangunan yang masih tersisa.

Diduga Berkaitan dengan Ratu Majapahit

Tidak ditemukan prasasti atau angka tahun yang secara pasti menjelaskan waktu pembangunan Candi Rimbi. Para ahli memperkirakan candi ini dibangun pada pertengahan abad ke-14 pada masa Kerajaan Majapahit. Diketahui, dugaan tersebut muncul karena ditemukannya arca Dewi Parwati yang merupakan istri Dewa Siwa dalam kepercayaan Hindu.

Para ahli menduga arca tersebut merupakan perwujudan Tribhuwana Tunggadewi, ratu Majapahit yang memerintah pada tahun 1328 hingga 1350 Masehi. Arca Dewi Parwati yang ditemukan di dalam bilik utama menunjukkan bahwa candi ini digunakan sebagai tempat pemujaan terhadap dewi tersebut.

Dalam tradisi Hindu Jawa kuno, raja atau tokoh penting sering kali diwujudkan dalam bentuk arca dewa sebagai simbol penghormatan setelah wafat. Karena itu, sejumlah ahli menduga Candi Rimbi berfungsi sebagai tempat pedharmaan atau tempat penghormatan bagi sang Ratu Tribhuwana Tunggadewi.

Arsitektur dan Struktur Bangunan

Candi Rimbi berdiri di atas lahan seluas sekitar 896,56 meter persegi. Bangunan yang tersisa saat ini memiliki ukuran panjang sekitar 13,24 meter, lebar 9,10 meter, dan tinggi sekitar 12 meter. Dari segi arsitektur, Candi Rimbi memiliki bentuk khas candi Hindu Jawa Timur pada masa akhir Kerajaan Singhasari hingga Majapahit.

Bangunan candi ini memiliki struktur yang unik karena badan candinya disusun dari batu andesit, sedangkan bagian pondasi menggunakan bata merah. Hal tersebut berbeda dengan sebagian besar candi Majapahit yang biasanya menggunakan bata merah pada tubuh bangunan.

Candi Rimbi memiliki kaki candi bertingkat tiga yang dihubungkan oleh satu tangga menuju tubuh candi. Sementara bagian tubuh candi berukuran lebih kecil dibandingkan bagian kakinya, sehingga membentuk selasar yang tampak mengelilingi bangunan. Namun, bagian atap dan sebagian tubuh candi telah runtuh, sehingga bentuk aslinya sulit diperkirakan.

Meski begitu, ketiga struktur bagian utama candi tersebut melambangkan konsep kosmologi Hindu yang dikenal sebagai Triloka, yaitu:
* Kaki candi, melambangkan alam bawah (Bhurloka/Kamadatu), yaitu alam dunia manusia yang dikuasai oleh hal-hal keduniawian.
* Badan candi, menggambarkan alam antara (Bhuwarloka/Rupadatu), yaitu alam dunia manusia yang sudah tak terikat lagi dengan hal-hal duniawi.
* Atap candi, menggambarkan alam atas (Shuahloka/Swarloka/Arupadatu), yang merupakan tempat para dewa bersemayam.

Relief Unik dengan 51 Panel Cerita

Salah satu daya tarik utama Candi Rimbi adalah relief yang menghiasi bagian kaki candi. Terdapat sekitar 51 panel relief yang dipahat menghiasi dinding candi dengan dua jenis bingkai berbeda, yakni bingkai yang menonjol dan bingkai yang rata dengan permukaan dinding.

Relief-relief tersebut menggambarkan berbagai cerita, mulai dari kisah penyucian diri, cerita fabel, hingga kehidupan masyarakat pada masa itu. Salah satu relief yang cukup unik menggambarkan sepasang manusia yang berada di dalam sebuah gentong. Namun hingga saat ini, para ahli masih belum dapat memastikan secara pasti cerita dan makna yang terkandung dalam relief tersebut.

Beberapa relief lainnya yang muncul adalah cerita Garudeya, yakni kisah Garuda yang mencari air amerta untuk membebaskan ibunya dari perbudakan. Uniknya, relief pada candi ini dihiasi motif flora serta berbagai ragam hias yang menunjukkan gaya seni khas Majapahit.

Relief Candi Rimbi juga memiliki berbagai motif hias seperti bunga padma, ragam geometris, dan simbar yang menjadi ciri khas seni ukir Jawa Timur pada masa Majapahit. Selain itu, terdapat beberapa panel relief yang menggambarkan makhluk mitologi yang hingga kini masih menjadi bahan perdebatan para peneliti.

Kini Menjadi Situs Cagar Budaya

Seiring waktu, Candi Rimbi mengalami kerusakan akibat faktor alam maupun aktivitas manusia. Namun, upaya pelestarian terus dilakukan agar situs bersejarah ini tetap terjaga. Pada 2020, Pemerintah Kabupaten Jombang menetapkan Candi Rimbi sebagai salah satu objek cagar budaya bersama beberapa situs arkeologi lainnya.

Meski jumlah pengunjungnya tidak terlalu banyak, Candi Rimbi tetap menjadi destinasi wisata sejarah yang menarik di Jombang. Keberadaan Candi Rimbi menjadi bukti penting kejayaan peradaban Majapahit sekaligus warisan sejarah yang patut dijaga oleh generasi masa kini.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Berita Terkait

Awalnya Dikira Selingkuh, Pengakuan Pegawai Taman Krida Budaya Ini Justru Bikin Syok!

By redaksi8 October 202613,065 Views

Muktamar NU ke-35 di Jombang Bawa Berkah bagi UMKM Lokal

By adm_imr27 August 20265 Views

Persebaya Pulang, Bawa Hadiah dari Thailand Menuju Super League 2026/2027

By adm_imr27 August 20261 Views
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Ancaman Pembacokan Warnai Investigasi Dugaan Pelanggaran Asusila di Maguan Malang

22 October 2026
Menimbang Kurikulum Baru: Dilema Beban Administrasi Guru dan Daya Serap Murid

Menimbang Kurikulum Baru: Dilema Beban Administrasi Guru dan Daya Serap Murid

22 October 2026
Kalistenik vs Latihan Beban: Mana yang Lebih Cepat Membentuk Postur Tubuh Ideal?

Kalistenik vs Latihan Beban: Mana yang Lebih Cepat Membentuk Postur Tubuh Ideal?

22 October 2026
Bahaya Ghibah Digital dan Urgensi Tabayyun di Tengah Derasnya Arus Informasi Media Sosial

Bahaya Ghibah Digital dan Urgensi Tabayyun di Tengah Derasnya Arus Informasi Media Sosial

22 October 2026
Berita Populer

HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

Kota Malang 1 April 2026

Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

29 April 2026

Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

28 February 2026

Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

4 June 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
© 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?