Kota Malang – Dugaan skandal perselingkuhan yang melibatkan sesama rekan kerja kembali mengguncang Kota Malang. Kali ini, dugaan hubungan terlarang tersebut menyeret dua oknum yang bekerja di lingkungan pusat fasilitas seni, kebudayaan, dan pariwisata yaitu Taman Krida Budaya yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Malang, Jawa Timur.
Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh awak media, dugaan perselingkuhan yang terjadi pada Rabu, (7/10/26) ini melibatkan ISK yang biasa disapa GEN alias DUT seorang pegawai di Taman Krida Budaya dan SYA alias ROH (54) yang berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di instansi yang sama. Keduanya terpergok berduaan di sebuah hotel di kawasan Kota Malang. ISK dan SYA kemudian meninggalkan lokasi hotel berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Beat hitam dengan nomor polisi N 4259 XXX.
Demi menghindari kecurigaan, keduanya diduga berbagi peran saat kembali ke tempat kerja. ISK memilih turun di sebelah utara Taman Krida Budaya, lalu berjalan kaki menuju ke arah wisma di belakang area joglo lingkungan Taman Krida Budaya. Di sisi lain, SYA langsung mengendarai motor menuju parkiran khusus pegawai di area dalam Taman Krida Budaya sebelum akhirnya masuk ke ruang kantornya.
Setelah ditelusuri lebih jauh, diketahui ISK dan SYA sama-sama telah memiliki pasangan sah. ISK merupakan suami dari TIK, seorang guru yang mengajar di salah satu SMA Negeri bonafit di Kota Malang. Sehari-hari ISK masih tinggal bersama TIK dan memiliki seorang anak perempuan di Dusun Boro, Desa Sidodadi, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.
Sementara itu, SYA merupakan istri sah dari seorang pria berinisial EK, sehari-hari masih menjalankan rutinitasnya sebagai seorang ibu dari seorang anak laki-laki yang bertempat tinggal di Jalan Ikan Tombro, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.
Saat dikonfirmasi oleh awak media ini di kediamannya pada Rabu, (7/10/26) SYA tampak berurai airmata dan mengaku telah lama mempunyai hubungan dengan ISK bahkan telah menikah siri. “Saya punya ikatan dan saya menjaga nama baik beliau”, kilahnya.
Senada, ISK bahkan terang-terangan membongkar rahasia yang telah disimpannya selama bertahun-tahun kepada awak media. “Saya menikah di Pasuruan. Sudah 3 tahun”, katanya.
Menurut ISK dirinya telah memiliki niat ingin mengakhiri hubungan gelapnya, namun gagal karena SYA tidak setuju dengan niat tersebut. “Saya sudah lama ingin berhenti, tapi dia (SYA-red) tidak mau”, ungkapnya.
Hingga berita ini ditayangkan, awak media tengah berupaya menghubungi pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur guna meminta tanggapan resmi terkait peristiwa ini dan sanksi kedinasan yang membayangi kedua oknum pegawai tersebut.
Mengapa Perselingkuhan Dengan Teman Sekantor Sering Terjadi?
Perselingkuhan di tempat kerja kini menjadi fenomena yang makin marak akibat intensitas interaksi profesional sehari-hari. Hubungan terlarang sesama rekan kantor ternyata jauh lebih sering terjadi daripada yang diperkirakan banyak orang. Fenomena ini kerap bermula dari kenyamanan kerja yang perlahan bergeser menjadi ikatan romantis yang tidak semestinya.
Dilansir dari Kompas Lifestyle, psikolog klinis Kathy Nickerson, Ph.D., telah 25 tahun menangani kasus serupa mengatakan, teman sekantor adalah figur yang paling sering terlibat dalam perselingkuhan. Hubungan ini biasanya dipicu oleh keinginan seseorang untuk lepas dari stres emosional, seperti kesepian atau kejenuhan hidup.
Berdasarkan analisis para pakar, berikut adalah beberapa alasan utama mengapa perselingkuhan di lingkungan kantor sangat rentan terjadi:
1. Efek Kedekatan (Proximity Effect): Seseorang secara alami akan merasa lebih dekat dengan orang yang sering mereka temui. Jam kerja yang panjang membuat intensitas pertemuan dengan rekan kerja menjadi sangat tinggi.
2. Sensasi Hubungan Rahasia: Terapis pasangan Patrice Le Goy, Ph.D., LMFT menyebutkan bahwa sifat hubungan yang terlarang dan sembunyi-sembunyi justru memicu adrenalin. Bagi sebagian orang, hal ini memberikan sensasi menarik yang adiktif.
3. Hanya Melihat Sisi Terbaik: Di kantor, seseorang cenderung menampilkan versi terbaik mereka: kompeten, rapi, percaya diri, dan produktif. Citra profesional ini sering kali terlihat sangat memikat di mata rekan kerja.
4. Bebas dari Urusan Domestik: Obrolan di kantor terasa lebih ringan karena tidak dibebani oleh masalah rumah tangga seperti biaya hidup, cicilan, atau pola asuh anak. Alhasil, interaksi terasa jauh lebih santai dan memicu salah arti sebagai kecocokan romantis. (Red) Bersambung
Tuesday, 27 October 2026
Trending
- Menimbang Ulang Kurikulum Nasional: Antara Beban Administrasi Guru dan Daya Tangkap Siswa
- Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga di Tengah Tekanan Ekonomi Lewat Tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah
- Seni Berburu Pakaian Vintage: Mengubah Baju Bekas Menjadi Identitas Gaya Hidup Urban
- Panduan Taktis Merawat Komponen Vital Kendaraan Saat Memasuki Musim Hujan dan Genangan
- Menjaga Jejak Digital Tetap Aman Dari Ancaman Kebocoran Data Di Ruang Siber
- Menata Ulang Batas Kerja dan Waktu Pribadi Demi Kesehatan Mental yang Lebih Stabil
- Panduan Perawatan Rambut Sehat Bebas Lepek di Tengah Teriknya Iklim Tropis Indonesia
- Menelusuri Sejarah Rendang Minangkabau: Warisan Rempah Nusantara yang Mendunia
- Memperkuat Akar Moral Anak: Integrasi Nilai Islam di Tengah Arus Globalisasi Digital
- Menanamkan Akar Spiritual Anak Pertahankan Identitas Lokal di Tengah Gemerlap Budaya Pop Global








