Peristiwa Pemadaman Jaringan Chatbot AI China DeepSeek yang Berlangsung Selama Lebih dari Tujuh Jam
Pada akhir minggu lalu, chatbot AI buatan perusahaan asal Tiongkok, DeepSeek, mengalami pemadaman jaringan yang berlangsung selama lebih dari tujuh jam. Peristiwa ini menimbulkan kekacauan bagi pengguna di berbagai wilayah, baik melalui situs web resmi maupun aplikasi seluler.
Gangguan Teknis yang Mengganggu Akses Pengguna
Perusahaan startup kecerdasan buatan yang berbasis di Hangzhou tersebut merilis serangkaian pembaruan sistem darurat guna mengatasi kegagalan performa. Hal ini menyebabkan layanan DeepSeek menjadi tidak tersedia untuk sejumlah besar pengguna. Menurut data platform pemantauan Downdetector, pengguna mulai melaporkan masalah akses pada Minggu malam pukul 21.35 waktu setempat.
Awalnya, DeepSeek mengklaim bahwa insiden tersebut telah teratasi dua jam setelah laporan pertama muncul. Namun, gangguan kembali terjadi pada dini hari berikutnya, memaksa tim teknis melakukan investigasi lebih lanjut. Tim tersebut melakukan perbaikan sistem antara pukul 01.00 hingga 09.00 waktu setempat. Layanan mulai pulih sepenuhnya pada pukul 10.33 pagi setelah semua perbaikan selesai dilakukan.
Dampak Luas Terhadap Sektor Digital
Gangguan yang terjadi ini memberikan dampak luas terhadap sektor digital, mengingat posisi DeepSeek sebagai salah satu pemimpin pasar AI dunia. Data dari Aicpb.com menunjukkan bahwa DeepSeek memiliki lebih dari 355 juta pengguna aktif per Februari 2026. Para pengguna tersebut mengandalkan chatbot DeepSeek untuk berbagai tugas profesional yang kompleks, seperti penyusunan draf email hingga pembuatan proposal kerja yang krusial bagi operasional bisnis.
Keluhan pengguna membanjiri media sosial di Tiongkok akibat hilangnya alat kerja utama mereka selama beberapa jam. Fenomena ini menunjukkan tingginya tingkat ketergantungan profesional terhadap layanan AI milik Tiongkok tersebut.
“Baru setelah DeepSeek tumbang, saya menyadari bahwa saya tidak tahu lagi bagaimana cara bekerja tanpanya,” ujar seorang pengguna dengan nama akun yezi888 di platform Xiaohongshu.
Riwayat Kegagalan Teknis Sebelumnya
Pemadaman yang berlangsung lebih dari tujuh jam ini dinilai sangat tidak biasa bagi aplikasi dengan skala penggunaan global. DeepSeek dikenal memiliki catatan operasional yang solid sejak meluncurkan model R1 pada Januari 2025. Menurut data pada halaman statusnya, perusahaan berhasil mempertahankan tingkat operasional mendekati 99% selama setahun terakhir.
Namun, industri teknologi mencatat bahwa ini bukan pertama kalinya layanan daring DeepSeek menghadapi interupsi skala besar. Pada akhir Januari tahun lalu, DeepSeek sempat dihantam serangan denial-of-service (DDoS) setelah merilis model penalaran R1 secara gratis. Manajemen DeepSeek mendeskripsikan insiden tahun lalu sebagai serangan berbahaya berskala besar yang menargetkan server dan pita lebar mereka.
Harapan Pasar terhadap Model Baru DeepSeek V4
Insiden teknis ini terjadi di tengah meningkatnya ekspektasi pasar terhadap inovasi DeepSeek selanjutnya, yaitu model DeepSeek V4. Spekulasi mengenai peluncuran pembaruan besar tersebut telah beredar luas sejak awal tahun 2026. Jadwal perilisan DeepSeek V4 dilaporkan telah beberapa kali meleset dari jadwal yang diharapkan oleh para pelaku pasar.
Seiring layanan kembali normal, para analis akan memantau platform tersebut untuk melihat kemungkinan perubahan kecil pada kinerja atau antarmuka yang dapat mengindikasikan adanya pembaruan tersembunyi.






