Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Harga BBM Pertamina Hari Ini 7 April 2026 di Jawa Barat dan Jawa Timur, Apakah Pertamax Naik?

    11 April 2026

    Jadwal Kapal Pelni KM Labobar 6-26 April 2026, Surabaya-Makassar Dua Kali, Tiba di Ambon 9, 14, 23

    11 April 2026

    Kutukan Ban Kapten: Bintang Arsenal Rp676 M Jadi Kambing Hitam Terbesar Sejak Xhaka Muda

    11 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 11 April 2026
    Trending
    • Harga BBM Pertamina Hari Ini 7 April 2026 di Jawa Barat dan Jawa Timur, Apakah Pertamax Naik?
    • Jadwal Kapal Pelni KM Labobar 6-26 April 2026, Surabaya-Makassar Dua Kali, Tiba di Ambon 9, 14, 23
    • Kutukan Ban Kapten: Bintang Arsenal Rp676 M Jadi Kambing Hitam Terbesar Sejak Xhaka Muda
    • Ringkasan Puisi dan Soal HOTS Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA
    • Kasus Pembunuhan Kacab Bank BUMN Terungkap, Tiga Oknum TNI Diungkap
    • Pameran Karier ITB 2026 Dibuka Umum, Ini Jadwal dan Aktivitasnya!
    • QRIS Kian Menyebar ke Luar Negeri, Kini Tiba di Korea Selatan
    • Renungan Katolik: Pergi ke Galilea, Senin 6 April 2026
    • Gaya Investasi: 7 Warna Sepatu yang Cocok untuk Segala Acara
    • Perseteruan Jual Rumah Memanas, Rachel Vennya Siap Ajukan Tuntutan Hukum, Okin Terancam Dilaporkan
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Daerah»Puter Kayun: Ritual Warga Banyuwangi Menepati Janji kepada Leluhur yang Membuka Jalan

    Puter Kayun: Ritual Warga Banyuwangi Menepati Janji kepada Leluhur yang Membuka Jalan

    adm_imradm_imr5 April 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Tradisi Puter Kayun di Banyuwangi: Napak Tilas Jejak Leluhur Boyolangu

    Tradisi Puter Kayun yang digelar setiap tanggal 10 Syawal dalam kalender Hijriah menjadi bagian penting dari kebudayaan masyarakat Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Ritual ini dilakukan sebagai bentuk napak tilas terhadap leluhur yang telah berjasa membuka jalan di kawasan utara Banyuwangi.

    Ritual ini dimulai dengan perjalanan menggunakan dokar hias dari wilayah Boyolangu menuju Pantai Watudodol. Pada tahun ini, rute napak tilas dibatasi akibat kemacetan yang terjadi di sekitar Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Hal ini memaksa para peserta untuk mengubah jalur perjalanan mereka agar tetap bisa melaksanakan ritual tersebut.

    Sejarah dan Makna Tradisi Puter Kayun

    Puter Kayun merupakan bentuk perayaan yang dilakukan warga Boyolangu untuk menepati janji kepada para leluhur. Mereka melakukan napak tilas dengan menaiki dokar hias, simbol dari tradisi adat yang masih dilestarikan hingga saat ini. Dua buah dokar telah dihias secara megah, sementara kusir yang akan membawanya juga telah siap menjalani prosesi ritual ini.

    Salah satu kusir yang ikut dalam ritual ini adalah Abdul Mufid (65), yang sudah menjadi kusir sejak tahun 1971. Ia mengatakan bahwa tradisi ini memiliki makna penting karena berkaitan langsung dengan napak tilas yang dilakukan oleh para leluhur.

    Ketua Panitia Puter Kayun sekaligus tokoh pemuda Boyolangu, Risyal Alfani, menjelaskan bahwa tradisi ini terus digelar sebagai bentuk penghormatan terhadap Ki Buyut Jakso, leluhur yang dipercaya sebagai orang pertama yang membuka jalan di kawasan utara Banyuwangi.

    Menurut cerita, saat Ki Buyut Jakso membuka jalan di sebelah utara, Belanda meminta bantuan padanya karena ada gundukan gunung yang sulit dibongkar. Ki Jakso lalu melakukan semedi dan tinggal di Gunung Silangu, yang kini dikenal sebagai Boyolangu. Atas kesaktiannya, ia berhasil membuka jalan tersebut sehingga wilayah itu diberi nama Watudodol, yang artinya “watu didodol” (batu dibongkar).

    Sejak itu, Ki Buyut Jakso berpesan agar anak cucunya selalu berkunjung ke Pantai Watudodol untuk melakukan napak tilas. Karena pada masa itu, hampir semua masyarakat Boyolangu berprofesi sebagai kusir dokar, maka mereka mengendarai dokar untuk napak tilasnya.

    Perubahan Tahun Ini

    Namun, pada tahun ini, kuda yang biasanya melakukan napak tilas ke Pantai Watudodol hanya berputar di wilayah kota saja. Hal ini disebabkan oleh kemacetan yang terjadi di jalan menuju kawasan Pantai Watudodol akibat antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang.

    Warga yang biasanya berbondong-bondong mengiringi kuda naik kendaraan roda empat terpaksa beralih ke motor roda dua untuk menembus kemacetan. Plt Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Hartono, menyampaikan bahwa Banyuwangi berkomitmen untuk mengangkat dan melestarikan tradisi lokal masyarakat, termasuk Tradisi Puter Kayun Boyolangu ini.

    Selain untuk menjaga tradisi dan ritual yang ada, tradisi ini juga menjadi bagian dari atraksi wisata di Banyuwangi.

    Rangkaian Acara Sebelum Puter Kayun

    Sebelum pelaksanaan Puter Kayun, warga Boyolangu menggelar sejumlah rangkaian acara yang dikemas dalam Boyolangu Traditional Culture. Diawali pada tanggal 7 Syawal dengan Lebaran Kupat atau Lebaran ketupat dengan acara selamatan yang diakhiri makan kupat (ketupat) oleh segenap warga. Selanjutnya, pada tanggal 9 Syawal digelar Tradisi Kebo-keboan.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Fakta Mengerikan Ledakan Pabrik Sidoarjo

    By adm_imr11 April 20260 Views

    30 Pelaku Bentrokan Konvoi Pesilat di Jombang Diburu Polisi

    By adm_imr11 April 20261 Views

    Putaran Terbaru Kasus Pembunuhan Gadis Ojol di Gresik, Pelaku Dihukum Seumur Hidup

    By adm_imr11 April 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Harga BBM Pertamina Hari Ini 7 April 2026 di Jawa Barat dan Jawa Timur, Apakah Pertamax Naik?

    11 April 2026

    Jadwal Kapal Pelni KM Labobar 6-26 April 2026, Surabaya-Makassar Dua Kali, Tiba di Ambon 9, 14, 23

    11 April 2026

    Kutukan Ban Kapten: Bintang Arsenal Rp676 M Jadi Kambing Hitam Terbesar Sejak Xhaka Muda

    11 April 2026

    Ringkasan Puisi dan Soal HOTS Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA

    11 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?