Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Surat Somasi untuk Jusuf Kalla Terkait Video Ceramah Diduga Menista Agama: 2×24 Jam

    26 April 2026

    Jadwal Liga 1 Hari Ini: Persik Kediri vs Persita Tangerang, Bali United vs Malut United

    26 April 2026

    Pengamat: Jaga Keseimbangan Frekuensi untuk Persaingan Sehat Industri

    26 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 26 April 2026
    Trending
    • Surat Somasi untuk Jusuf Kalla Terkait Video Ceramah Diduga Menista Agama: 2×24 Jam
    • Jadwal Liga 1 Hari Ini: Persik Kediri vs Persita Tangerang, Bali United vs Malut United
    • Pengamat: Jaga Keseimbangan Frekuensi untuk Persaingan Sehat Industri
    • Izin tambang bermasalah segera dituntaskan, Prabowo beri tenggat waktu ke Bahlil
    • Bupati Malang Lantik Anak Jadi Kepala Dinas, Apa Itu Dinasti Politik? PDIP: Setiap Orang Berhak
    • Ramalan Kesehatan Zodiak Besok Minggu 19 April: Leo Tersinggung, Sagitarius Makan Biji Labu
    • KBRI Tunis Perkenalkan Kopi Indonesia di Pameran Terbesar Tunisia
    • Mengungkap Tata Kelola Dana Pendidikan: Harapan Orang Tua dan Penjelasan SMPN 1 Ciasem Subang
    • 12 Tips Menabung Cepat untuk Berangkat Haji
    • Pameran DRT Show 2026 Jadi Peluang Investasi Baru
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Tips»AS Kembali Serang Fasilitas Nuklir Iran, Rusia Evakuasi 198 Karyawan

    AS Kembali Serang Fasilitas Nuklir Iran, Rusia Evakuasi 198 Karyawan

    adm_imradm_imr10 April 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Serangan Udara ke Fasilitas Nuklir Iran

    Pada hari Sabtu (4/4/2026), fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Bushehr di Iran kembali menjadi sasaran serangan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Serangan tersebut menewaskan seorang petugas keamanan dan memaksa Rusia untuk mengevakuasi 198 karyawan dari perusahaan Rosatom, yang terlibat dalam pengelolaan PLTN tersebut.

    PLTN Bushehr merupakan satu-satunya fasilitas nuklir sipil yang beroperasi di Iran. Pembangunan proyek ini dimulai pada tahun 1975 selama masa pemerintahan Shah dan awalnya diberikan kepada Siemens dari Jerman. Namun, pengerjaan proyek terhenti akibat Revolusi Islam pada tahun 1979 dan Perang Iran-Irak (1980-1988). Pada akhir 1980-an, Iran mencoba menghidupkan kembali proyek ini untuk mendiversifikasi sumber daya energinya.

    Pada Januari 1995, kontrak pembangunan diserahkan kepada Rusia dengan tujuan untuk mengoperasikan reaktor air bertekanan 1.000 megawatt pada tahun 1999. Namun, beberapa masalah menyebabkan penundaan selama 11 tahun. Selain itu, ada perselisihan keuangan antara Iran dan Rusia terkait biaya proyek yang diperkirakan mencapai lebih dari satu miliar dollar AS.

    Kritik Menteri Luar Negeri Iran

    Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengecam sikap negara-negara Barat yang dinilai munafik dalam menyikapi isu keselamatan nuklir. Ia membandingkan kekhawatiran Barat terhadap risiko di PLTN Zaporizhzhia di Ukraina dengan sikap diam mereka atas serangan yang menargetkan infrastruktur nuklir Iran.

    Dalam pernyataannya di media sosial X, Araghchi menyoroti minimnya respons Barat terhadap serangan yang menargetkan infrastruktur nuklir Iran, termasuk PLTN Bushehr. Menurut dia, reaksi tersebut sangat kontras dengan kekhawatiran besar yang sebelumnya disuarakan Barat terkait keselamatan nuklir di Ukraina.

    Araghchi juga memperingatkan bahwa kerusakan pada PLTN Bushehr berpotensi menimbulkan kebocoran radioaktif yang berdampak luas di kawasan. Ia menegaskan, dampak tersebut tidak hanya akan dirasakan Iran, tetapi juga negara-negara tetangga, terutama yang berada di kawasan Teluk Persia.

    Serangan ke Sektor Petrokimia

    Selain fasilitas nuklir, Iran juga menuding serangan terhadap sektor petrokimia menunjukkan tujuan strategis lain dari operasi militer tersebut. Pernyataan Araghchi muncul beberapa jam setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke fasilitas petrokimia di Provinsi Khuzestan, Iran barat daya.

    Serangan itu menargetkan kawasan industri strategis, termasuk zona petrokimia Mahshahr dan sejumlah lokasi industri lainnya. Ketegangan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan kampanye militer besar-besaran terhadap Iran. Serangan tersebut melibatkan pengeboman udara secara luas yang menyasar fasilitas militer maupun sipil di berbagai wilayah Iran, menimbulkan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur dalam skala besar.

    Sebagai balasan, militer Iran melancarkan serangan terhadap posisi Amerika Serikat dan Israel di wilayah regional dengan gelombang rudal dan drone. Situasi ini memicu kekhawatiran meningkatnya eskalasi konflik yang tidak hanya berdampak pada keamanan kawasan, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko nuklir lintas negara.

    Proyek Ambisius Sejak Era Shah

    Proyek pembangunan PLTN Bushehr dimulai pada 1975 selama masa pemerintahan Shah dan awalnya diberikan kepada Siemens dari Jerman. Namun, pengerjaan proyek tersebut terhenti oleh Revolusi Islam tahun 1979 dan Perang Iran-Irak (1980-1988).

    Meskipun merupakan produsen minyak dan gas utama, Iran berupaya menghidupkan kembali proyek tersebut pada akhir 1980-an untuk mendiversifikasi sumber daya energinya dan mengurangi ketergantungannya pada bahan bakar fosil untuk konsumsi domestik. Namun, pemerintah Jerman membujuk Siemens untuk menarik diri karena kekhawatiran tentang proliferasi nuklir.

    Teheran kemudian beralih ke Rusia yang mengambil alih kontrak pada Januari 1995, dengan tujuan untuk mengoperasikan reaktor air bertekanan 1.000 megawatt pada tahun 1999. Namun, serangkaian masalah menyebabkan penundaan selama 11 tahun.

    Kepercayaan Barat terhadap PLTN Bushehr

    Selama bertahun-tahun, AS berupaya menjegal penyelesaian proyek ini karena khawatir fasilitas tersebut akan membantu Iran mengembangkan senjata nuklir. Moskwa memperoleh izin untuk menyelesaikan Bushehr dan membuat kesepakatan dengan Teheran yang mencakup pasokan bahan bakar untuk pembangkit listrik tersebut kepada Iran, kemudian mengembalikannya ke Rusia untuk mengurangi risiko penyalahgunaan.

    Berbeda dengan fasilitas pengayaan uranium di Natanz yang sangat kontroversial, PLTN Bushehr sejatinya dikategorikan untuk penggunaan sipil murni. Meski demikian, negara-negara Barat tetap menaruh kecurigaan tinggi, terutama karena Iran dilaporkan telah mencapai tingkat pengayaan uranium hingga 60 persen, angka yang jauh melampaui kebutuhan sipil biasa.

    Negara-negara Barat menuduh Iran berupaya mengembangkan senjata nuklir, tuduhan yang dibantah oleh Teheran. Iran telah berulang kali menuduh atau mencurigai Israel melakukan sabotase terhadap beberapa fasilitas pengayaan uraniumnya.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    12 Tips Menabung Cepat untuk Berangkat Haji

    By adm_imr26 April 20261 Views

    4 tips merawat pakaian batik katun agar tahan lama!

    By adm_imr26 April 20260 Views

    Jadwal pemadaman listrik Serang hari ini, Senin 20 April 2026: Lokasi terdampak di cek

    By adm_imr25 April 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Surat Somasi untuk Jusuf Kalla Terkait Video Ceramah Diduga Menista Agama: 2×24 Jam

    26 April 2026

    Jadwal Liga 1 Hari Ini: Persik Kediri vs Persita Tangerang, Bali United vs Malut United

    26 April 2026

    Pengamat: Jaga Keseimbangan Frekuensi untuk Persaingan Sehat Industri

    26 April 2026

    Izin tambang bermasalah segera dituntaskan, Prabowo beri tenggat waktu ke Bahlil

    26 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?