Penempelan Foto Bunda Maria di Rudal Hizbullah
Pada perayaan Paskah pada hari Minggu (5/4/2026), pasukan Hizbullah menempelkan foto Bunda Maria ke rudal yang akan dikirimkan ke wilayah penjajahan Israel. Dalam foto tersebut, terlihat sosok Bunda Maria berdiri di tengah antara foto Hassan Nasrallah dan Naim Qassem. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap Bunda Maria dalam rangka merayakan hari raya Paskah.
Hassan Nasrallah merupakan Wakil Sekretaris Jenderal Hezbollah. Ia adalah salah satu tokoh senior dan pemikir utama dalam organisasi tersebut. Sementara itu, Hassan Nasrallah juga merupakan Sekretaris Jenderal Hezbollah atau pemimpin tertinggi organisasi tersebut. Sosoknya sangat dikenal luas di dunia Arab dan internasional sebagai wajah utama gerakan ini.
Di Lebanon, figur Bunda Maria (Maryam Al-Muqaddasah) sangat dihormati tidak hanya oleh umat Kristen, tetapi juga oleh umat Muslim, khususnya Syiah. Tulisan Arab di bagian atas foto berbunyi “Assalamu alaiki ya Maryam al-Muqaddasah” yang berarti “Salam bagimu, wahai Maryam yang Suci.”
Media Iran Tasnim News Agency melaporkan bahwa Hizbullah meluncurkan rudal ke Israel dalam rangka menghormati Bunda Maria. Serangan ini dilakukan sebagai balasan karena negara Zionis tersebut terus menyasar situs suci Kristen di Lebanon.
Serangan terhadap Situs Suci Kristen di Lebanon
Sebelumnya, Israel telah menghancurkan sebuah tempat suci keagamaan di desa Shama di Lebanon selatan pada November 2024. Serangan ke situs Kristen berusia 2000 tahun di Lebanon ini menuai kecaman luas. Daerah tersebut sangat dihormati oleh penduduk Syiah dan Kristen, karena umat Kristen percaya bahwa seorang santo Kristen dimakamkan di sana.
Selain itu, umat Syiah telah membangun berbagai situs untuk menghormati Imam Mahdi. Menurut situs berita berbahasa Arab Arabi21, sumber-sumber Lebanon mengatakan bahwa pasukan Israel secara langsung menargetkan Makam Shimon, yang juga dikenal sebagai Makam Santo Petrus, dengan bahan peledak setelah menginvasi desa tersebut.
Rekaman video yang diambil oleh media Lebanon Al-Akhbar menunjukkan kepulan asap yang naik dari kompleks tempat kuil itu berada. Laporan lain menyebutkan sebuah kastil bersejarah yang dibangun sekitar 908 tahun lalu, dan beberapa rumah hancur akibat serangan Israel.
Kematian Pastor Katolik Maronit di Lebanon
Selain itu, saat menjelang Paskah, Pastor Katolik Maronit Lebanon meninggal di Lebanon selatan setelah tank artileri Israel menembaki sebuah rumah pada 9 Maret 2026. Pastor Pierre al-Rahi, yang juga dikenal dengan nama Prancisnya Pierre el-Raï, sebelumnya menolak mengungsi bersama para pastor lainnya.
Pastor Al-Rahi menolak untuk mematuhi perintah militer Israel untuk mengevakuasi desa Kristen Qlayaa, sebuah desa Maronit dengan sekitar 8.000 penduduk di distrik Marjayoun, beberapa mil dari perbatasan Israel. Kematian pastor di Lebanon ini dikonfirmasi oleh petinggi Katolik di Vatikan Paus Leo XIV.
Paus Leo XIV menyampaikan kesedihan mendalam atas semua korban pemboman di Timur Tengah selama beberapa hari terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa situasi di wilayah tersebut semakin memprihatinkan dan memerlukan perhatian global.







