Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Deklarasi Bali Kuatkan Kolaborasi Olahraga ASEAN

    8 Mei 2026

    Latihan Militer 2026, KRI Prabu Siliwangi Jadi Sorotan

    8 Mei 2026

    Terjemahan Lagu Lu Kenal Veronika Ko? dari Gosip Jadi Fenomena Nasional

    8 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Jumat, 8 Mei 2026
    Trending
    • Deklarasi Bali Kuatkan Kolaborasi Olahraga ASEAN
    • Latihan Militer 2026, KRI Prabu Siliwangi Jadi Sorotan
    • Terjemahan Lagu Lu Kenal Veronika Ko? dari Gosip Jadi Fenomena Nasional
    • Kumpulan Nama Bayi Perempuan Cantik dan Pintar A-Z
    • Keluhan Warga soal Bau Sampah, Wawali Malang Dorong Relokasi TPS
    • Jadwal Kapal Pelni Sorong-Surabaya Mei 2026: KM Ciremai dan Sinabung Jadwalkan 12, 14, 15, 20
    • 25 ucapan maaf menyentuh hati sebelum berangkat haji
    • Cara mengatasi hidung tersumbat saat hamil, coba uap hangat
    • Mengapa Kulit Bebek Lebih Berbahaya Daripada Kulit Ayam?
    • Rumah Kepala Sekolah di PALI Terbakar, AKP Beri Tips Cegah Kebakaran
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Malang Raya»Wali Kota Malang: Masih Ada Warga Tidak Percaya Vaksin Campak

    Wali Kota Malang: Masih Ada Warga Tidak Percaya Vaksin Campak

    adm_imradm_imr10 April 20262 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Upaya Pemkot Malang dalam Menekan Penyebaran Penyakit Campak

    Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus berupaya untuk menekan penyebaran penyakit campak yang sangat menular, khususnya kepada anak-anak. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pelaksanaan program Catch Up Campaign (CUC) campak. Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mengurangi risiko penyebaran penyakit tersebut.

    Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, melakukan peninjauan langsung terhadap pelaksanaan CUC campak di RW 3, Kelurahan Bunulrejo, pada Senin (6/4/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan bahwa sebagian besar sasaran imunisasi telah mengikuti program sesuai dengan tahapan yang ditetapkan, yaitu anak usia 9 bulan hingga 59 bulan.

    “Alhamdulillah, sebagian besar warga yang menjadi sasaran sudah mengikuti imunisasi dengan baik. Tahapannya juga sudah berjalan sesuai ketentuan,” ujarnya.

    Meski demikian, Wahyu mengakui masih ada beberapa warga yang belum bersedia mengikuti imunisasi. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya vaksinasi campak. Ia menjelaskan bahwa pendekatan personal dilakukan, termasuk datang langsung ke rumah warga, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Namun, kendala seperti penolakan dari sebagian warga tetap ditemui.

    Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemkot Malang melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pendidikan dalam memberikan edukasi kepada warga. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman bahwa dampak campak bisa sangat fatal, bahkan menyebabkan kematian.

    “Kami menggandeng tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pendidikan untuk memberikan pemahaman bahwa dampak campak ini bisa sangat fatal, bahkan bisa menyebabkan kematian,” tegas Wahyu Hidayat.

    Program imunisasi ini akan terus digencarkan hingga 7 April 2026, dengan fokus pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya campak. Ia menegaskan bahwa campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular, sehingga perlu dilakukan edukasi agar tidak berdampak pada lingkungan sekitar.

    Wahyu juga meminta Dinas Kesehatan Kota Malang bersama seluruh pihak terkait untuk terus memperkuat sosialisasi dan pendampingan kepada masyarakat. Dengan langkah-langkah tersebut, Pemkot Malang berharap cakupan imunisasi dapat meningkat dan penyebaran campak di Kota Malang dapat segera ditekan.

    Dinkes Kota Malang menargetkan capaian imunisasi minimal 95 persen dapat terpenuhi hingga akhir pelaksanaan program. Saat ini, capaian Kota Malang belum mencapai standar 95 persen, sehingga perlu dilakukan berbagai upaya untuk mengejar target tersebut.

    Hingga 3 April 2026, sebanyak 700 anak usia 9 bulan hingga 59 bulan telah menerima imunisasi campak penuh. Jumlah itu telah mencapai 50 persen dari target 1.400 anak pada 2026.

    Sementara itu, sepanjang 2026 tercatat sebanyak 61 kasus suspek campak di Kota Malang. Kasus tersebut masih dalam tahap pemeriksaan laboratorium untuk memastikan diagnosis.

    “Suspek ini masih diperiksa lebih lanjut di laboratorium, termasuk pengujian lanjutan dengan metode Whole Genome Sequencing (WGS),” jelas Husnul.

    Ia menegaskan bahwa campak merupakan penyakit menular yang dapat berdampak serius, bahkan berisiko menyebabkan kematian pada anak jika tidak ditangani dengan baik.

    “Dampak paling parah bisa menyebabkan kematian,” tegasnya.

    Langkah-Langkah yang Dilakukan Pemkot Malang

    • Pemkot Malang melakukan peninjauan langsung terhadap pelaksanaan program CUC campak.
    • Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memastikan bahwa sebagian besar sasaran imunisasi telah mengikuti program sesuai tahapan.
    • Masih ada warga yang belum bersedia mengikuti imunisasi karena kurangnya pemahaman tentang pentingnya vaksinasi.
    • Pendekatan personal dilakukan, termasuk datang langsung ke rumah warga, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.
    • Pemkot Malang melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pendidikan dalam memberikan edukasi.
    • Program imunisasi akan terus digencarkan hingga 7 April 2026.
    • Target capaian imunisasi minimal 95 persen harus dicapai hingga akhir pelaksanaan program.
    • Sampai saat ini, capaian Kota Malang belum mencapai standar 95 persen.
    • Sebanyak 700 anak usia 9 bulan hingga 59 bulan telah menerima imunisasi campak penuh.
    • Terdapat 61 kasus suspek campak di Kota Malang yang masih dalam pemeriksaan laboratorium.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Keluhan Warga soal Bau Sampah, Wawali Malang Dorong Relokasi TPS

    By adm_imr8 Mei 20261 Views

    OJK Malang Perkuat Literasi Keuangan Ibu Rumah Tangga Era Digital

    By adm_imr8 Mei 20261 Views

    Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek: 240 Penumpang Selamat, Perjalanan dari Malang Dibatalkan

    By adm_imr5 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Deklarasi Bali Kuatkan Kolaborasi Olahraga ASEAN

    8 Mei 2026

    Latihan Militer 2026, KRI Prabu Siliwangi Jadi Sorotan

    8 Mei 2026

    Terjemahan Lagu Lu Kenal Veronika Ko? dari Gosip Jadi Fenomena Nasional

    8 Mei 2026

    Kumpulan Nama Bayi Perempuan Cantik dan Pintar A-Z

    8 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?