Isu Penjualan Rumah yang Memicu Konflik Rachel Vennya dan Niko Al Hakim
Perhatian publik terhadap polemik antara Rachel Vennya dan Niko Al Hakim alias Okin masih terus bergulir. Isu ini kembali mencuat setelah Rachel Vennya menyinggung rencana penjualan rumah yang sebelumnya diklaim sebagai bagian dari kesepakatan untuk anak mereka, Xabiru Oshe Al Hakim. Pernyataan Rachel Vennya tersebut langsung memicu beragam reaksi dari publik, terutama karena aset itu awalnya dianggap sebagai bentuk pemenuhan kewajiban nafkah.
Rachel pun mengungkapkan rasa kecewanya atas perubahan rencana tersebut. Ia menilai langkah penjualan rumah tidak sejalan dengan kesepakatan awal yang telah disepakati bersama. Situasi ini semakin memperkeruh hubungan keduanya yang sebelumnya sudah menjadi perhatian publik.
Di tengah ramainya perbincangan di media sosial, sorotan juga mengarah kepada ibunda Okin, Deasy. Banyak warganet yang membanjiri kolom komentar di akun pribadinya untuk meminta tanggapan terkait konflik tersebut. Respons Deasy pun tak luput dari perhatian publik. Salah satu warganet bahkan menanyakan secara langsung mengenai keberpihakannya dalam polemik ini.
Menanggapi hal itu, Deasy memberikan jawaban tegas yang kemudian menjadi perbincangan luas. Ia menyatakan bahwa dirinya akan selalu berpihak pada hal yang benar di tengah konflik yang sedang berlangsung. Dalam responsnya, Deasy menegaskan: “Mami akan selalu di pihak yang BENAR.”
Tidak hanya itu, warganet lain turut menyinggung sikap Okin yang dinilai keterlaluan dalam kasus tersebut. Mereka berharap masalah segera menemukan titik terang. Menanggapi hal tersebut, Deasy memilih meminta doa dari publik. “Doakan ya,” ujarnya.
Klarifikasi Okin Soal Kisruh Penjualan Rumah
Sebelumnya, Okin buka suara terkait tudingan menjual rumah tanpa izin yang sebelumnya disampaikan Rachel Vennya. Isu ini mencuat setelah Rachel mengungkapkan kekecewaannya melalui Instagram pribadinya pada Kamis (2/4/2026). Rumah yang dipermasalahkan disebut-sebut sebagai bagian dari pemenuhan nafkah untuk kedua anak mereka pasca-cerai pada 16 Februari 2021.
Namun, Okin menilai ada kesalahpahaman dalam narasi yang berkembang di publik. Menanggapi polemik tersebut, Okin menyampaikan klarifikasinya melalui unggahan di Instagramnya @okinpth. Ia menjelaskan bahwa rumah tersebut dibeli saat momen sebelum anak pertama lahir dengan harapan rumah tersebut menjadi awal baik bagi keluarga kecilnya, dan anak-anak bisa tumbuh kembang dengan baik didalam rumah itu. Tidak ada sedikitpun terlintas akan terjadi perpisahan.
Ia kemudian mengurai proses panjang yang terjadi setelah perceraian, termasuk soal pembagian harta dan komunikasi yang dinilai tidak berjalan mulus. Okin juga mengaku sempat merasa kecewa atas respons yang diterimanya saat membahas hal tersebut. Ia menegaskan bahwa dalam pembagian harta pada 2021, rumah tersebut diputuskan menjadi bagian dari miliknya.
Terkait kewajiban yang sempat tertunda, Okin mengakui adanya kelalaian pada 2023. Ia menjelaskan hal itu dipicu oleh kondisi bisnis yang membuatnya kelelahan. Lebih lanjut, Okin mengungkapkan persoalan komunikasi yang memburuk, terutama saat muncul peringatan dari pihak bank. Menurut Okin, keputusan menjual rumah diambil sebagai jalan keluar dari konflik yang berkepanjangan.

Duduk Awal Permasalahan
Rachel Vennya meluapkan amarah pada Okin yang mendadak menjual rumah anak tanpa izin. Ia juga membeberkan terkait perjanjian saat bercerai dulu dengan mantan suaminya. Rachel menjelaskan bahwa di awal perjanjian, ia memberikan rumah yang dia bilang #rumahuntuk biru, dan Okin hanya punya kewajiban nafkah serta kasih uang mut’ah. Namun ternyata tidak diberikan, dan win win solution yang diberikan adalah rumah agar Okin tidak nafkahin anak-anak lagi.
Rachel setuju dan mengambil alih rumah tersebut dengan merenovasinya. Serta kini ditempati oleh adik-adiknya. Tak disangka kesepakatan tersebut, ternyata hanya berdasarkan kepercayaan satu sama lain saja dan tidak ada catatan hitam di atas putih. Kini Rachel mendapati kabar rumah tersebut mendadak dijual oleh pihak Okin. Bahkan pihak calon pembeli sudah melakukan pengukuran di rumah tersebut.
Rachel merasa dikhianati oleh mantan suaminya tersebut, yang sebelumnya ia merasa bisa terus menjalin hubungan baik demi anak. “Yaudah ambil tuh rumah. Orang yang gue pikir bakal jadi sahabat gue turn into nightmare,” tukasnya.







