KPK Lakukan OTT di Tulungagung, Amankan Belasan Orang dan Ratusan Juta Rupiah
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Operasi ini dilakukan pada Jumat (10/4/2026) malam dan berlangsung secara diam-diam. Dalam operasi tersebut, tim penindakan KPK tidak hanya mengamankan belasan orang, tetapi juga menyita sejumlah barang bukti yang berupa uang tunai.
Menurut informasi yang diperoleh, jumlah uang yang disita oleh KPK mencapai ratusan juta rupiah. Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan adanya penyitaan uang dalam operasi tersebut. Ia menyatakan bahwa pihaknya menemukan uang senilai ratusan juta rupiah selama proses penyelidikan.
Operasi ini menjerat Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo. Fitroh juga telah membenarkan penangkapan bupati tersebut pada Jumat malam. Sementara itu, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa dalam operasi tersebut, tim penyidik berhasil mengamankan total 16 orang, termasuk sang bupati.
Hingga saat ini, KPK belum memberikan informasi spesifik mengenai konstruksi perkara yang menjerat bupati dan 15 orang lainnya. Seperti yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), lembaga antirasuah memiliki batas waktu 1×24 jam untuk melakukan pemeriksaan intensif guna menentukan status hukum para pihak yang terjaring dalam rangkaian OTT tersebut.
Pejabat Pemkab Diperiksa di Kantor Polres
Beberapa pejabat Pemerintah Kabupaten Tulungagung terlihat datang ke Polres Tulungagung pada Jumat malam. Salah satu dari mereka adalah Kepala Bagian Umum (Kabag Umum) Pemkab Tulungagung, Yulius Rama Isworo, yang tiba menggunakan mobil KPK. Sebelumnya, Dwi Yoga, ajudan bupati, juga datang dengan minibus bersama personel KPK.
Mereka kemudian menurunkan koper yang diduga berisi dokumen penting. Selain itu, beberapa pejabat seperti Kabag Kesra Makrus Mannan, Kabag Pemerintahan Arif Effendi, Kepala Satpol PP Hartono, Direktur RSUD Iskak Zuhrotul Aini, dan Kepala BPKAD Dwi Hari Subagyo juga hadir.
Seorang perwira di Polres Tulungagung mengatakan bahwa Plt Sekda Soeroto dan Kepala Bakesbangpol Agus Prijanto Utomo sudah lebih dulu tiba. “Memang ada aktivitas KPK,” ujar sumber tersebut.
Informasi yang didapat media menyebutkan bahwa KPK datang ke Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso sekitar pukul 15.00 WIB. Beberapa anggota Satpol PP yang berjaga disita ponselnya, dan sejumlah personel KPK juga terlihat mengeledah kantor Dinas PUPR di dalam area kantor Pemkab Tulungagung.
Profil Gatut Sunu Wibowo
Gatut Sunu Wibowo lahir di Tulungagung, Jawa Timur, pada 17 Desember 1967. Ia dilantik menjadi Bupati Tulungagung pada 20 Februari 2025 setelah memenangkan Pilkada Tulungagung 2024. Dalam pemilihan tersebut, ia berpasangan dengan politikus Partai Gerindra, Ahmad Baharudin.
Sebelum terjun ke dunia politik, Gatut dikenal sebagai pengusaha toko bangunan dengan jaringan usaha yang tersebar di wilayah Trenggalek dan Tulungagung. Ia juga aktif dalam berbagai organisasi sosial dan politik. Gatut tercatat sebagai anggota GP Ansor Tulungagung sejak tahun 2004 hingga sekarang.







