FGD Pengelolaan Media Sosial untuk Tim Media UKM di UIN Saizu
Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar sebuah Focus Group Discussion (FGD) dengan tema pengelolaan media sosial bagi tim media Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Acara ini berlangsung pada Rabu (22/4/2026), dan diadakan di Ruang Rapat eks LPM Rektorat lantai 4. Sebanyak sekitar 40 perwakilan dari tim media UKM, Unit Kegiatan Khusus (UKK), DEMA, SEMA, serta admin fakultas turut hadir dalam kegiatan tersebut.
FGD ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Prof. Sunhaji. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa media sosial memiliki peran strategis dalam membangun citra kampus sekaligus menjadi ruang edukasi publik. Menurutnya, media sosial bisa menjadi sarana kolaborasi, promosi, dan membangun citra. Namun, di sisi lain juga bisa berdampak negatif jika tidak digunakan secara bijak. Ia mengajak seluruh tim media UKM dan organisasi mahasiswa untuk aktif mempublikasikan program kerja, prestasi, serta kegiatan positif sebagai bentuk kontribusi dalam membangun reputasi UIN Saizu di ruang digital.
Pemaparan dari Praktisi dan Tim Kerja Humas
Kegiatan ini menghadirkan praktisi dari Akademi Leader, Lina Dwi Puryanti, serta pemantik diskusi dari tim kerja Humas UIN Saizu, Luciana Devi Suryaningsih. Dalam pemaparannya, Luciana menyoroti pentingnya strategi konten yang terencana dalam membangun eksistensi organisasi mahasiswa. Ia menjelaskan bahwa minimnya minat terhadap UKM sering kali disebabkan oleh kurangnya visibilitas, rendahnya kedekatan dengan audiens, serta persaingan konten yang sangat tinggi di media sosial.
Luciana menekankan bahwa konten harus menjadi jembatan strategis untuk membangun branding, menarik anggota baru, sekaligus menjadi portofolio organisasi. Ia memperkenalkan tiga pilar konten, yaitu edukasi, hiburan, dan promosi, yang perlu dikemas secara relevan, autentik, dan menarik secara visual agar mampu menjangkau audiens lebih luas.
Strategi dan Data dalam Pengelolaan Media Sosial
Sementara itu, Lina Dwi Puryanti memberikan pemaparan yang lebih mendalam terkait pengelolaan media sosial berbasis strategi dan data. Ia menekankan bahwa setiap konten harus memiliki tujuan yang jelas, tidak sekadar memenuhi kewajiban unggahan. Konten harus memiliki arah, apakah untuk edukasi, ajakan, atau memperkuat citra organisasi. Tanpa tujuan, konten akan sulit berkembang.
Ia menjelaskan bahwa dalam pengelolaan media sosial profesional, terdapat empat pilar utama yang harus diperhatikan, yaitu edukasi, kegiatan, inspirasi, dan engagement. Pilar edukasi berfokus pada pemberian nilai tambah seperti tips dan informasi bermanfaat. Pilar kegiatan mencakup publikasi program kerja dan dokumentasi aktivitas, termasuk konten di balik layar untuk menunjukkan sisi humanis organisasi. Selanjutnya, pilar inspirasi bertujuan membangun kedekatan emosional melalui cerita sukses anggota atau perjalanan organisasi, sedangkan pilar engagement difokuskan pada interaksi dua arah dengan audiens melalui fitur seperti tanya jawab atau polling.
Lina juga menekankan pentingnya pemilihan format konten yang tepat, seperti Reels untuk menjangkau audiens lebih luas, carousel untuk penyampaian informasi yang lebih detail, serta story untuk interaksi harian yang lebih santai dan responsif.
Manajemen Perencanaan dan Evaluasi Berbasis Data
Selain aspek konten, Lina menyoroti pentingnya manajemen perencanaan yang disiplin. Setiap tim media, menurutnya, wajib memiliki content planner minimal mingguan dengan frekuensi unggahan yang konsisten, setidaknya tiga konten berkualitas setiap pekan. Konten yang bagus bisa kehilangan momentum jika tidak konsisten diunggah. Konsistensi adalah kunci untuk membangun audiens.
Dari sisi teknis, Lina menambahkan bahwa setiap konten harus memiliki daya tarik pada tiga detik pertama melalui hook yang kuat, didukung dengan copywriting yang sederhana namun bermakna. Selain itu, pemahaman terhadap algoritma media sosial juga menjadi faktor penting, terutama terkait metrik seperti waktu tonton, jumlah komentar, dan tingkat share.
Ia juga menegaskan pentingnya evaluasi berbasis data. Tim media tidak cukup hanya mengunggah konten, tetapi harus mampu membaca performa melalui fitur analitik seperti Dasbor Profesional Instagram atau platform analisis lainnya. Evaluasi diperlukan untuk mengetahui konten mana yang berhasil dan strategi apa yang perlu ditingkatkan. Dengan pendekatan berbasis data, pengelolaan media sosial akan lebih terarah.
Interaktivitas dan Harapan Masa Depan
FGD berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta, mulai dari penggunaan aplikasi editing gratis maupun berbayar, hingga strategi menyikapi tren tanpa meninggalkan nilai organisasi. Melalui kegiatan ini, Humas UIN Saizu berharap seluruh tim media UKM dan organisasi mahasiswa mampu mengelola media sosial secara lebih profesional, kreatif, dan bertanggung jawab.
Media sosial diharapkan tidak hanya menjadi sarana publikasi, tetapi juga alat strategis dalam membangun citra positif kampus di era digital.






