Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Tak Terlihat, Tak Terekam: Kekuasaan Sosial di Balik Angka JKA

    28 April 2026

    Kejurkab Taekwondo Kediri 2026 Digelar, Cari Bibit Unggul

    28 April 2026

    4 Langkah Cepat Saat Overspend Tanpa Khawatir

    28 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Selasa, 28 April 2026
    Trending
    • Tak Terlihat, Tak Terekam: Kekuasaan Sosial di Balik Angka JKA
    • Kejurkab Taekwondo Kediri 2026 Digelar, Cari Bibit Unggul
    • 4 Langkah Cepat Saat Overspend Tanpa Khawatir
    • Diduga Culik Siswa SD, Guru Honorer Sumedang Akui Kenal Korban di Aplikasi Hijau
    • Legenda Candi Keboireng: Harta Karun Tersembunyi Ngerong Pasuruan
    • Harga Pangan Solok Selatan April 2026: Beras dan Minyak Goreng Naik, Cabai Turun
    • Jadwal Tol Laut KM Sabuk Nusantara 78: Gorontalo ke Ampana 28 April 2026 Pukul 16.00
    • Ramalan Karier Zodiak Besok Senin 20 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces
    • TB Hasanuddin buka suara soal penolakan overflight yang diberikan
    • Balap ketahanan uji performa Yamaha Gear Ultima
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»Iran sampaikan peringatan keras ke AS: cabut blokade atau tak ada pembicaraan

    Iran sampaikan peringatan keras ke AS: cabut blokade atau tak ada pembicaraan

    adm_imradm_imr28 April 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kementerian Luar Negeri Iran Menolak Pertemuan Langsung dengan Amerika Serikat

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa tidak ada rencana pertemuan langsung antara pejabat Iran dan Amerika Serikat di Islamabad. Ia menekankan bahwa posisi Iran hanya akan disampaikan melalui pihak ketiga untuk diteruskan kepada delegasi AS.

    “Tidak ada perubahan sikap,” ujar Baghaei. “Setiap pembicaraan atau kemajuan apa pun harus dikaitkan dengan pencabutan blokade.”

    Iran menilai blokade angkatan laut AS di Selat Hormuz sebagai penghalang utama diplomasi. Teheran bahkan menyebut langkah tersebut sebagai tindakan perang dan pembajakan internasional. Nada keras juga diarahkan kepada Presiden AS, Donald Trump, yang menurut Iran terus melontarkan retorika ancaman.

    Meski Iran bersikap kaku, secercah harapan masih tersisa. Gedung Putih mengonfirmasi bahwa utusan khusus AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, telah bertolak dari Washington menuju Islamabad pada Sabtu. Skema yang disiapkan bukan dialog tatap muka, melainkan “diplomasi ulang-alik”. Delegasi Iran dan AS berada di ruangan terpisah, sementara Pakistan berperan sebagai mediator yang menyampaikan pesan bolak-balik.

    Pertemuan-pertemuan awal diperkirakan berlangsung segera setelah delegasi AS tiba. Peluang perundingan langsung memang ada, namun sangat kecil dan bergantung pada sejauh mana kedua pihak bersedia melunak. Bagi para pejabat di Islamabad, misi ini jelas meredakan ketegangan di kawasan paling strategis bagi energi dunia meski peluang suksesnya masih setipis rambut.

    Upaya Amerika Serikat untuk Merebut Uranium Iran

    Upaya Amerika Serikat untuk merebut paksa uranium yang sangat diperkaya milik Iran dinilai sebagai operasi militer berisiko ekstrem dengan tingkat kompleksitas yang nyaris mustahil. Penilaian ini disampaikan Jason Campbell, peneliti senior di Middle East Institute, dalam wawancara dengan Al Jazeera, Sabtu.

    Menurut Campbell, misi semacam itu hanya bisa dilakukan jika AS memiliki intelijen yang nyaris sempurna. “Anda harus hampir benar-benar yakin di mana uranium yang sangat diperkaya itu berada,” ujarnya. Risiko, kata dia, akan melonjak tajam jika material tersebut tersebar di beberapa lokasi karena akan memaksa militer AS melakukan beberapa operasi besar secara hampir bersamaan.

    Campbell menyebut sejumlah situs nuklir utama Iran, Isfahan, Natanz, dan Fordow, sebagai kandidat lokasi penyimpanan. Namun, fokus terbesar disebut berada di Isfahan. “Laporan sumber terbuka yang kredibel menunjukkan Iran kemungkinan memindahkan uranium yang sangat diperkaya ke fasilitas Isfahan sebelum perang 12 hari tahun lalu,” katanya.

    Masalahnya, kendala teknis di Isfahan sangat berat. Tiga pintu masuk yang diketahui ke kompleks tersebut dilaporkan telah rusak dan bahkan ditimbun tanah oleh Iran untuk membuatnya tak bisa diakses. Kondisi ini menjadikan operasi penyusupan atau ekstraksi material nuklir jauh lebih berbahaya.

    Persoalan Lokasi dan Jumlah Uranium Iran

    Sementara itu, persoalan lokasi dan jumlah uranium Iran juga menjadi sorotan lembaga internasional. International Atomic Energy Agency (IAEA) dinilai perlu menetapkan “garis dasar” baru untuk memverifikasi persediaan uranium Teheran. Pendapat senada disampaikan Daryl Kimball, direktur eksekutif Arms Control Association.

    Ia menyebut sekitar 200 dari total 440 kilogram uranium yang sangat diperkaya diyakini berada di sekitar kompleks Isfahan, sementara sisanya dekat fasilitas Fordow. Namun, Kimball menegaskan material tersebut bukan “debu nuklir” istilah yang kerap digunakan Donald Trump, melainkan gas uranium heksafluorida yang sangat beracun.

    “Material ini kemungkinan berada di terowongan atau terkubur di bawah bangunan akibat pemboman sebelumnya, disimpan dalam wadah yang bisa tampak seperti tabung,” jelasnya. Selain beracun, uranium tersebut juga membutuhkan penanganan ekstra hati-hati untuk diekstraksi atau diturunkan kadar pengayaannya.

    Tak heran, Trump sebelumnya mengakui bahwa pemulihan uranium Iran akan menjadi “proses panjang dan sulit”, sebuah isyarat bahwa tujuan itu, jika benar dikejar, akan menghadapkan Washington pada risiko militer dan politik yang sangat besar.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    TB Hasanuddin buka suara soal penolakan overflight yang diberikan

    By adm_imr28 April 20261 Views

    Terjebak dalam Perang Iran, AS Hukum Kilang Minyak Tiongkok

    By adm_imr28 April 20260 Views

    Selat Hormuz Jadi Arena Persaingan AS dan Tiongkok

    By adm_imr28 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Tak Terlihat, Tak Terekam: Kekuasaan Sosial di Balik Angka JKA

    28 April 2026

    Kejurkab Taekwondo Kediri 2026 Digelar, Cari Bibit Unggul

    28 April 2026

    4 Langkah Cepat Saat Overspend Tanpa Khawatir

    28 April 2026

    Diduga Culik Siswa SD, Guru Honorer Sumedang Akui Kenal Korban di Aplikasi Hijau

    28 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?