Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Cara Mengganti Puasa Ramadhan di Bulan Dzulqaidah: Niat, Sahur, dan Doa Berbuka

    6 Mei 2026

    Mager? Waspadai gaya hidup sedentari!

    6 Mei 2026

    Resep Dendeng Sapi Pedas Lezat untuk Idul Adha 2026, Empuk dan Menggugah Selera

    6 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 6 Mei 2026
    Trending
    • Cara Mengganti Puasa Ramadhan di Bulan Dzulqaidah: Niat, Sahur, dan Doa Berbuka
    • Mager? Waspadai gaya hidup sedentari!
    • Resep Dendeng Sapi Pedas Lezat untuk Idul Adha 2026, Empuk dan Menggugah Selera
    • Melihat efektivitas perlindungan anak melalui penerapan PP Tunas
    • ALVA N3 Jadi Trend, Motor Listrik Murah Ludes Terjual 50 Persen
    • Juragan99 Trans: Bus Mewah ala Sultan, Perjalanan Malang-Jakarta Lebih Nyaman
    • Renungan Katolik: Roh Kudus, Penghibur Hari Senin 4 Mei 2026
    • Israel Menerima Ratusan Ton Senjata dari AS, Tanda Perang dengan Iran Berlanjut?
    • Vivo X100 hingga X200: Evolusi HP Flagship dengan Kamera Profesional
    • Hanya Beda 400 Ribu? Yamaha XMAX 2026 Edisi Spesial 25th Anniversary Jadi Sorotan Tetangga!
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Ekonomi»Kerapan Sapi Brujul Probolinggo, Tradisi Balap Sapi yang Jadi Penggerak Ekonomi dan Pesta Rakyat

    Kerapan Sapi Brujul Probolinggo, Tradisi Balap Sapi yang Jadi Penggerak Ekonomi dan Pesta Rakyat

    adm_imradm_imr27 April 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Sejarah dan Perkembangan Kerapan Sapi Brujul

    Kerapan Sapi Brujul adalah tradisi unik yang berasal dari Kota Probolinggo, Jawa Timur. Tradisi ini berawal dari kebiasaan petani yang menggunakan sepasang sapi untuk membajak sawah sebelum masa tanam padi. Untuk mengusir rasa lelah dan jenuh, para petani kemudian mengadakan balapan kecil di lahan sawah yang berlumpur. Seiring waktu, kegiatan ini berkembang menjadi tradisi tahunan yang digelar menjelang musim tanam sebagai bentuk hiburan sekaligus ungkapan rasa syukur kepada Tuhan.

    Awalnya, kegiatan ini tidak bersifat kompetitif dan tanpa hadiah. Namun, seiring meningkatnya minat masyarakat, lomba mulai terorganisasi dengan aturan tertentu, termasuk kewajiban joki mengenakan udheng (ikat kepala khas Probolingggo) sebagai identitas budaya lokal.

    Arena Berlumpur Jadi Ciri Khas



    Berbeda dengan kerapan sapi Madura, Kerapan Sapi Brujul menggunakan sapi pembajak sawah yang bertubuh lebih besar dan tidak terlalu cepat. Perlombaan digelar di sawah yang telah digenangi air dengan lintasan sekitar 50 hingga 150 meter. Sepasang sapi akan berpacu menembus lumpur dengan arahan joki di atasnya.

    Sebelum lomba dimulai, suasana semakin meriah dengan suara musik tradisional seperti saronen serta pengumuman panitia yang memanggil peserta. Nama-nama unik pasangan sapi seperti “Macan Gila” hingga “Angin Ribut”, pun turut menambah keseruan.

    Kejadian unik pun sering terjadi, mulai dari joki yang terjatuh berguling di lumpur hingga sapi yang keluar jalur. Meski demikian, suasana tetap berlangsung aman dan menjadi hiburan menarik bagi masyarakat.

    Nilai Sosial dan Dampak Ekonomi

    Selain sebagai hiburan, Kerapan Sapi Brujul juga berkembang sebagai event yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. Kehadiran pelaku UMKM di sekitar arena lomba terbukti turut menghidupkan aktivitas ekonomi warga setempat. Ajang ini juga menjadi sarana silaturahmi para pecinta sapi sekaligus meningkatkan nilai jual sapi yang berhasil meraih kemenangan.

    Dengan perpaduan antara pelestarian budaya, hiburan rakyat, dan aktivitas ekonomi, Kerapan Sapi Brujul semakin memiliki daya tarik yang luas.

    Warisan Budaya Takbenda yang Terus Dilestarikan

    Sebagai bentuk pengakuan, Kerapan Sapi Brujul telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia pada 18 Oktober 2019 oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI. Penetapan ini semakin memperkuat posisinya sebagai identitas budaya masyarakat Probolinggo sekaligus sarana pelestarian kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.

    Pemerintah daerah pun terus berupaya memperkenalkan tradisi ini ke tingkat yang lebih luas. Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, menegaskan komitmennya untuk membawa Kerapan Sapi Brujul ke kancah internasional. Hal senada juga disampaikan Dandim 0820 Probolinggo, Letkol ARH Heri Budiasto, yang berencana mengundang jurnalis luar negeri untuk mempromosikan tradisi ini sebagai daya tarik wisata mancanegara.

    Warisan Leluhur yang Tetap Hidup

    Hingga kini, Kerapan Sapi Brujul tetap bertahan sebagai tradisi yang dijaga masyarakat. Lebih dari sekadar lomba, tradisi ini mencerminkan semangat gotong royong, kebersamaan, dan hubungan erat manusia dengan alam. Dengan antusiasme masyarakat yang terus meningkat, Kerapan Sapi Brujul diharapkan tetap lestari dan menjadi kebanggaan budaya Kota Probolinggo di masa depan.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Indeks Wall Street Naik, S&P 500 dan Nasdaq Capai Rekor Tertinggi

    By adm_imr5 Mei 20261 Views

    Cara Dapat Nico Layla Sleepy Companion di Roblox

    By adm_imr5 Mei 20261 Views

    IHSG Diprediksi Stabil, Saham Ini Jadi Pilihan Investor

    By adm_imr5 Mei 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Cara Mengganti Puasa Ramadhan di Bulan Dzulqaidah: Niat, Sahur, dan Doa Berbuka

    6 Mei 2026

    Mager? Waspadai gaya hidup sedentari!

    6 Mei 2026

    Resep Dendeng Sapi Pedas Lezat untuk Idul Adha 2026, Empuk dan Menggugah Selera

    6 Mei 2026

    Melihat efektivitas perlindungan anak melalui penerapan PP Tunas

    6 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?