Koperasi Merah Putih Oepura Menjadi Contoh Keberhasilan Ekonomi Kerakyatan
Koperasi Merah Putih di Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, telah mencatatkan pencapaian yang luar biasa sejak berdirinya. Meskipun usia koperasi masih relatif muda, koperasi ini telah berhasil bertransformasi menjadi lembaga keuangan mikro yang profesional dengan penerapan sistem digitalisasi secara menyeluruh.
Koperasi ini diresmikan oleh Pemerintah Kota Kupang pada 27 Mei 2025. Dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang digelar bertepatan dengan momentum HUT ke-30 Kota Kupang, Sabtu (25/4/2026), pengurus melaporkan lonjakan aset yang signifikan. Ketua Koperasi Merah Putih Kelurahan Oepura, Dicson Caverius Haba, mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu beberapa bulan hingga Desember 2025, koperasi telah membukukan aset sebesar Rp2 miliar. Saat ini, aset koperasi telah melonjak hingga lebih dari Rp4 miliar. Hal ini tidak lepas dari dukungan penuh warga dan pengelolaan yang profesional.
Fokus pada Simpan Pinjam Berbasis Sembako
Dari awal berdirinya, koperasi tidak hanya fokus pada simpan pinjam uang, tetapi juga mengembangkan konsep simpan pinjam berbasis sembako guna mendorong anggota membuka usaha kios. “Fokus kami bukan pada simpan pinjam uang, melainkan simpan pinjam sembako untuk memfasilitasi anggota yang ingin membuka usaha,” kata Dicson.
Pertumbuhan aset turut diiringi peningkatan jumlah anggota yang signifikan. Dari 190 anggota pada periode Mei–Desember 2025, jumlah tersebut melonjak menjadi lebih dari 560 anggota per April 2026. Salah satu kunci keberhasilan koperasi ini adalah penerapan sistem digitalisasi penuh. Anggota kini telah menikmati layanan buku rekening digital yang kemudahannya setara dengan perbankan komersial.
Sektor Riil sebagai Pilar Utama Bisnis
Selain itu, Koperasi Merah Putih Oepura juga mengandalkan sektor riil sebagai pilar utama bisnisnya, meliputi penyediaan sembako, pemasok bahan baku untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta suplai kebutuhan ke Satuan Pelayanan Persiapan Gizi (SPPG). Saat ini, koperasi telah menyuplai 22 dapur di Kota Kupang dan 3 dapur di Kabupaten Kupang. Prestasi tersebut bahkan menarik perhatian tingkat nasional.
Pada Desember lalu, sebanyak 20 pengurus koperasi diundang ke Jakarta untuk mengikuti kegiatan nasional, sekaligus memperkuat eksistensi koperasi sebagai entitas ekonomi kerakyatan yang diperhitungkan.
Bantuan Pemerintah dan Program Sosial
Selain itu, koperasi juga tengah berproses mendapatkan bantuan pemerintah senilai Rp3 miliar, dengan Rp1,6 miliar di antaranya direncanakan untuk pembangunan gedung kantor yang lebih representatif. Sebagai bentuk syukur atas capaian Sisa Hasil Usaha (SHU), koperasi meluncurkan program pembagian beras gratis bagi anggota, termasuk janda, duda, dan anak yatim.
“Kami berencana membagikan beras gratis setiap tiga bulan sebagai bentuk pengembalian manfaat kepada masyarakat,” ujar perwakilan pengurus. Ke depan, koperasi juga berkoordinasi dengan anggota DPR RI untuk menambah pasokan hingga 10.000 paket beras yang akan disalurkan melalui jaringan koperasi di Kota Kupang.
Peran Pemerintah dan Harapan Masa Depan
Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi Kota Kupang, Yenny Aman, menilai keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras dan komitmen seluruh elemen koperasi sejak awal. “Koperasi Merah Putih sudah mulai menunjukkan kejayaan. Ini pencapaian luar biasa dan manfaatnya sudah dirasakan masyarakat,” katanya.
Ia mendorong seluruh anggota untuk terus memperkuat perencanaan program kerja yang terukur, sekaligus menetapkan target baru untuk periode 2026–2027. Yenny juga mengapresiasi langkah koperasi dalam mendukung program ketahanan pangan melalui pembagian beras gratis yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Ini bentuk nyata dukungan terhadap program pemerintah. Harapannya, kegiatan ini terus dilakukan secara konsisten,” tambahnya. Dia mengajak masyarakat yang belum bergabung untuk menjadi bagian dari koperasi, sehingga semangat gotong royong dapat terus tumbuh dan hasil pembangunan ekonomi bisa dinikmati bersama.







