Peristiwa Penghadangan di Jalan Raya Dr Ir H Soekarno
Peristiwa yang menimpa Kiki Purwitasari (38) terjadi pada malam hari saat kondisi cuaca sedang hujan. Saat itu, Kiki sedang berkendara di jalur kiri jalan Raya Dr Ir H Soekarno (MERR), Kota Surabaya. Tiba-tiba, sebuah kendaraan lain memotong jalurnya dari kanan ke kiri tanpa menyalakan lampu sein. Aksi tersebut membuat Kiki terkejut dan spontan membunyikan klakson sebagai tanda peringatan.
Namun, aksi tersebut justru memicu kemarahan dua orang pria yang mengendarai kendaraan tersebut. Salah satu pelaku terlihat terhuyung-huyung dan melakukan pemukulan terhadap bodi mobil Kiki. Peristiwa ini akhirnya direkam oleh korban dan beredar viral di media sosial.
Kronologi Kejadian
Dalam video berdurasi 2 menit 13 detik yang direkam oleh Kiki, peristiwa terjadi sekitar pukul 22.10 WIB. Pelaku yang berjumlah dua orang mengejar hingga menghadang mobil Kiki di tengah jalan. Setelah berhasil menghentikan kendaraan Kiki, salah satu pelaku melakukan tindakan anarkis yang memicu kemacetan di ruas jalan yang sebelumnya terpantau lengang.
Kiki menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat mobil pelaku memotong jalurnya secara tiba-tiba tanpa menggunakan lampu sein. Ia sedang mengendarai mobilnya di jalur kiri, namun tiba-tiba kendaraan lain memotong jalur dari kanan ke kiri tanpa memberi tanda. Menanggapi manuver berbahaya tersebut, Kiki membunyikan klakson sebagai peringatan, lalu mendahului kendaraan pelaku melalui jalur kanan untuk melanjutkan perjalanan.
Aksi Provokatif dan Pemukulan Bodi Mobil
Tindakan klakson tersebut rupanya memicu kemarahan pelaku. Mereka mengejar dan berhasil menghadang mobil Kiki di tengah jalan. Dua pria kemudian mendatangi mobil Kiki, di mana salah satu di antaranya tampak terhuyung-huyung saat melakukan pemukulan terhadap bodi mobil korban.
Meski Kiki sudah berusaha memberikan penjelasan, para pelaku tetap bertindak agresif. “Pelaku berjumlah dua orang dan salah satunya terhuyung huyung melakukan tindakan pemukulan bodi mobil saya,” jelasnya. Ia juga menyebut bahwa ia telah berupaya memberikan penjelasan bahwa tindakan klakson tersebut merupakan respons atas manuver tanpa lampu sein, namun pelaku tetap melakukan aksi provokatif.
Upaya Mencari Bantuan
Guna membuktikan kronologi awal, korban sempat menyarankan pelaku untuk mengecek rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi pertokoan sepanjang jalan MERR. Kiki juga mencoba mencari bantuan melalui otoritas terkait, namun terkendala cuaca. “Saya sempat mencoba meminta bantuan melalui layanan darurat 112. Namun, upaya komunikasi terputus, yang diduga disebabkan oleh kendala sinyal akibat kondisi cuaca hujan di lokasi kejadian,” ucapnya.
Laporan ke Pihak Kepolisian
Lantaran merasa mengalami dampak pada kondisi fisik dan mental pasca-kejadian, Kiki akhirnya resmi membuat laporan kepada pihak kepolisian setempat. Pasca-kejadian tersebut, Kiki telah mendapatkan pendampingan dari Polsek Sukolilo.






