Penghormatan Terakhir untuk Praka Rico Pramudia, Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Yonmek XXIII-S/UNIFIL di Lebanon Selatan, Praka Rico Pramudia, mendapatkan penghormatan terakhir dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Penghormatan tersebut diberikan setelah Rico meninggal dunia pada Jumat pekan lalu, setelah berjuang melawan kondisi kritis akibat luka berat yang dialaminya pasca insiden di Markas United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) pada 29 Maret lalu.
Penghormatan terakhir itu diberikan saat jenazah Rico dilepas oleh Mayjen Diodato Abagnara, head of mission and force UNIFIL. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan oleh UNIFIL, Mayjen Abagnara menyampaikan rasa hormat atas dedikasi dan pengabdian Rico dalam menjalankan tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian dunia. Ia menegaskan bahwa Rico memberikan segala yang ia miliki untuk perdamaian di tanah Lebanon, dan untuk itu, ia mendapatkan semua rasa hormat dari seluruh personel UNIFIL.
”Anda (Rico) memberikan segala yang anda miliki untuk perdamaian di tanah ini (Lebanon), dan untuk itu anda mendapatkan semua rasa hormat dari kami,” kata dia dikutip pada Senin (27/4).
Mayjen Abagnara juga memastikan bahwa semangat Rico yang tidak pernah padam akan mewarisi seluruh personel UNIFIL. Ia menegaskan bahwa Rico selalu ada bersama seluruh pasukan penjaga perdamaian yang bertugas di Lebanon dalam menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Dalam keterangan itu, UNFIL juga mengungkap bahwa Rico meninggalkan seorang istri dan seorang putra.
PBB mengingatkan kembali bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum kemanusiaan internasional dan resolusi Dewan Keamanan 1701. Tindakan tersebut juga bisa dikategorikan sebagai kejahatan perang.
Proses Pemulangan Jenazah dan Rencana Pemakaman
Sebelumnya diberitakan bahwa Pemerintah Indonesia memastikan jenazah Praka Rico Pramudia segera dibawa pulang ke Indonesia. Saat ini proses administrasi pemulangan jenazah almarhum tengah berlangsung. Untuk lokasi pemakaman, masih menunggu keputusan dari pihak keluarga.
”Proses administrasi pemulangan jenazah almarhum tengah dilaksanakan dan pihak TNI telah menyampaikan kabar duka kepada keluarga. Rencana pemakaman akan dilaksanakan sesuai dengan keputusan keluarga,” kata Kepala Dinas Penerangan (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono pada Sabtu (25/4).
Donny memastikan bahwa TNI akan memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian para prajurit dalam menjalankan tugas mulia sebagai pasukan pemelihara perdamaian dunia di bawah naungan PBB.
Praka Rico merupakan salah seorang prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Yonmek XXIII-S/UNIFIL di Lebanon Selatan. Dia meninggal dunia setelah berjuang melawan kondisi kritis pasca insiden pada 29 Maret 2026 lalu. Rico berasal dari Yonif 114/SM Brigif 25/Siwah.
”Praka Rico Pramudia yang sebelumnya mengalami luka berat dalam insiden pada 29 Maret 2026, dinyatakan gugur pada Jumat (24/4) pukul 10.32 waktu setempat atau 14.32 WIB, setelah mendapatkan penanganan medis intensif di Rumah Sakit St. George, Beirut,” ungkap Donny.
Komitmen TNI dalam Misi Perdamaian Dunia
Lebih lanjut, jenderal bintang satu TNI AD itu menyampaikan bahwa seiring dengan dinamika situasi keamanan di Lebanon, TNI terus meningkatkan kewaspadaan dan memastikan seluruh prajurit yang menjalankan prosedur pengamanan sesuai Standard Operating Procedure (SOP) UNIFIL.
”Serta terus memonitor perkembangan situasi di daerah penugasan. TNI tetap berkomitmen melaksanakan misi perdamaian dunia secara profesional dan penuh tanggung jawab, dengan tetap mengutamakan keselamatan prajurit serta menjaga kehormatan bangsa di tingkat internasional,” jelasnya.
Dengan gugurnya Praka Rico, total prajurit TNI yang gugur dalam 2 insiden terpisah di wilayah misi UNIFIL Lebanon Selatan menjadi 4 orang. Yakni Mayor Infanteri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon, dan Praka Rico Pramudia.







