Festival Budaya Mappanre Ri Tasi’e 2026: Kemeriahan di Pantai Pagatan
Pantai Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, menjadi pusat perhatian ribuan wisatawan dari berbagai daerah pada puncak Pesona Budaya Mappanre Ri Tasi’e 2026. Acara yang digelar pada Minggu (26/4/2026) ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Tanah Bumbu. Festival budaya yang berlangsung sejak 12 hingga 26 April 2026 tidak hanya menjadi ajang pelestarian tradisi masyarakat pesisir, tetapi juga membuktikan kemampuannya dalam meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.
Kehadiran pengunjung dalam jumlah besar memberikan dampak nyata bagi pelaku UMKM dan pedagang kaki lima. Salah satu contohnya adalah Nisa, seorang pedagang minuman dingin, yang merasakan peningkatan pendapatan selama festival berlangsung. “Banyaknya kegiatan membuat dagangan kami lebih laris,” ujarnya dengan penuh rasa syukur.
Raisah, warga Sebamban, juga mengungkapkan kekesannya terhadap kemeriahan Pesona Budaya Mappanre Ri Tasi’e tahun ini. Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar lebih meriah lagi pada masa mendatang. Sementara itu, Ariyadi, warga Pagatan, menyampaikan apresiasinya kepada Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif atas terselenggaranya acara yang berlangsung meriah dan penuh kebersamaan.
Prosesi Syukuran di Tengah Laut
Pada puncak acara, digelar prosesi syukuran di tengah laut sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat nelayan atas hasil laut yang melimpah. Syukuran yang dilaksanakan di atas kapal menjadi simbol kebersamaan, doa, dan rasa terima kasih para nelayan kepada Sang Pencipta. Prosesi tersebut dipimpin oleh Sandro, didampingi Ketua Lembaga Ade Ogi serta tokoh masyarakat setempat.
Suasana semakin semarak dengan parade kapal hias yang turut meramaikan rangkaian acara. Rombongan kemudian menuju titik tertentu di laut untuk melaksanakan doa bersama. Usai prosesi di laut, kegiatan berlanjut di darat dengan jamuan makanan tradisional khas, seperti sukutumbu dari ketan dan telur yang ditancapkan pada batang pisang berhias.
Masyarakat dipersilakan mengambil sajian tersebut, bahkan tampak berebut dengan penuh keceriaan sebagai simbol mencari berkah.
Peran Pemerintah Daerah dalam Pelestarian Budaya
Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melalui Sekretaris Daerah Yulian Herawati menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur masyarakat nelayan atas limpahan rezeki dari laut. “Di tengah laut ini, kita duduk bersama, makan bersama, tanpa sekat, menegaskan nilai kebersamaan, gotong royong, dan persatuan yang menjadi kekuatan masyarakat Tanah Bumbu,” ujarnya.
Ia menambahkan, kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan menjaga identitas budaya dan kearifan lokal. Momentum Mappanre Ri Tasi’e juga menjadi ajakan untuk memperkuat komitmen dalam menjaga kelestarian laut.
Pemerintah daerah berkomitmen mendukung nelayan melalui pembangunan infrastruktur pesisir, akses permodalan, penguatan kelembagaan, serta pengembangan pariwisata berbasis budaya.
Ajakan untuk Melestarikan Laut
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan Rusma Khazairin mengajak masyarakat untuk semakin mencintai dan melestarikan laut dengan menjaga kebersihan pesisir, menghindari penangkapan ikan yang merusak, serta mendukung program pelestarian ekosistem laut.
Komentar dan Harapan Masyarakat
Selain itu, banyak warga setempat menyampaikan harapan mereka agar acara seperti ini terus berlangsung secara rutin. Mereka percaya bahwa festival budaya bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana untuk menjaga kearifan lokal dan memperkuat ikatan sosial antar warga.
Beberapa dari mereka juga berharap adanya dukungan lebih besar dari pemerintah dan instansi terkait agar kegiatan budaya bisa lebih berkembang dan memiliki dampak yang lebih luas. Dengan demikian, pesona budaya Mappanre Ri Tasi’e tidak hanya menjadi momen yang dinikmati oleh masyarakat setempat, tetapi juga menjadi daya tarik wisatawan dari luar daerah.
Kesimpulan
Festival Budaya Mappanre Ri Tasi’e 2026 telah membuktikan bahwa kebudayaan dan pariwisata bisa menjadi salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat. Dengan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, acara ini berhasil menciptakan suasana yang penuh kebersamaan dan kegembiraan.
Dalam waktu dekat, diharapkan kegiatan serupa akan terus dilaksanakan, dengan peningkatan kualitas dan partisipasi yang lebih luas. Hal ini akan memperkuat identitas budaya lokal dan menjadikan Tanah Bumbu sebagai destinasi wisata yang unik dan menarik.






