Perubahan Strategi Arema FC Mengubah Kursus Tim
Arema FC berhasil meraih kemenangan telak 3-0 atas PSM Makassar dalam pertandingan yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang pada Sabtu (9/5/2026) sore. Kemenangan ini tidak hanya menjadi momentum penting bagi Singo Edan, tetapi juga menunjukkan efektivitas strategi yang diterapkan oleh pelatih Marcos Santos.
Efek Instan Perubahan Formasi
Perubahan formasi dari empat bek menjadi lima bek menjadi kunci keberhasilan Arema FC dalam laga tersebut. Pelatih Marcos Santos mengambil keputusan berani untuk memperkuat lini belakang dengan skema lima bek, sementara Betinho yang sebelumnya bermain sebagai gelandang kini lebih banyak turun ke area pertahanan. Hal ini terbukti sangat efektif dalam menjaga kedisiplinan dan mencegah kebobolan.
“Sebenarnya bagi saya ini juga pengalaman baru untuk semakin mengenal Liga Indonesia seiring berjalannya putaran dan pertandingan,” ujar Marcos Santos. “Karena kebutuhan tim juga, ada momen ketika kami hampir tidak memiliki bek tengah.”
Pergeseran peran Betinho menjadi salah satu perubahan paling mencolok dalam skema baru ini. Gelandang asal Brasil itu kini lebih sering membantu pertahanan, sehingga membuat Arema tampil jauh lebih disiplin dan mampu meredam agresivitas lini depan PSM Makassar.
Performa yang Menjanjikan
Meskipun PSM Makassar sempat mendapatkan peluang melalui Rizky Eka dan Yuran Fernandes, koordinasi pertahanan Arema FC terlihat jauh lebih rapi. Penjaga gawang mereka tampil lebih tenang hingga sukses mencatat clean sheet.
“Tetapi semua itu para pemain yang sudah mulai memahami ketika ada perubahan sistem permainan,” tambah Marcos Santos. “Mereka sudah bisa memahami perubahan sistem tersebut. Jadi ini adalah kredit untuk para pemain karena mereka mengerti model permainan yang dimiliki Arema saat ini.”
Poin Penting untuk Klasemen
Hasil kemenangan ini membawa Arema FC naik ke posisi ke-10 klasemen sementara Super League 2025/26 dengan perolehan 42 poin. Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Singo Edan untuk menghadapi dua pertandingan terakhir musim ini.
PSM Makassar Lolos Degradasi
Sementara itu, PSM Makassar dipastikan aman dan tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Meski kalah 3-0 dari Arema FC, poin tim Juku Eja tetap di angka 34 pada posisi ke-13. Satu tiket Super League musim mendatang resmi dikantongi setelah Persis Solo ditahan imbang 0-0 oleh Persebaya Surabaya.
Secara hitung-hitungan, PSM Makassar tidak bisa lagi turun kasta walau kalah di dua pertandingan sisa musim ini. Jumlah 34 poin milik PSM tak mungkin lagi dilewati oleh Persis Solo yang berada di peringkat ke-16 dengan 28 poin.
Analisis Regulasi Peringkat Super League
Berdasarkan regulasi Super League 2025/2026, apabila terdapat dua klub atau lebih memiliki jumlah poin yang sama, penentuan peringkat didasarkan pada kriteria pertama, yaitu head-to-head. Dalam dua pertemuan musim ini, Laskar Sambernyawa tidak pernah kalah dari Persis Solo.
PSM sukses mempermalukan Persis 4-3 pada pertemuan pertama di Stadion Manahan (29/11/2025), dan bermain imbang 1-1 pada pertemuan kedua di Stadion BJ Habibie (4/4/2026). Karena itu, PSM Makassar sudah resmi keluar dari tekanan turun kasta.
Respons Pelatih dan Evaluasi Tim
Caretaker PSM Makassar, Ahmad Amiruddin, menyatakan rasa syukurnya atas kepastian timnya aman dari jurang degradasi. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terus memberikan dukungan.
“Alhamdulillah, pasti senang dengan hasil ini. Terima kasih untuk semua yang tetap percaya dan setia mendukung sampai di titik ini,” katanya.
Juru taktik yang akrab disapa Amir ini menegaskan, pihaknya tidak akan tinggal diam meski sudah aman. Fokus kini dialihkan untuk menatap dua laga sisa demi meraih posisi terbaik, sembari melakukan evaluasi menyeluruh terhadap skuad.
Statistik, kontribusi, dan performa pemain sepanjang musim akan dinilai secara mendalam. “Berjalan beriringan, tetap fokus menyelesaikan liga sambil mulai membuat report pemain,” pungkasnya.







