Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Cuaca Malang-Kota Batu Hari Ini: Kabut Merata, Suhu Turun ke 15 °C

    20 Mei 2026

    Jabatan Mentereng Ayah Ocha Peserta Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI

    20 Mei 2026

    Tujuh Gol Persebaya Surabaya Bawa Tim ke Peringkat 4

    20 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 20 Mei 2026
    Trending
    • Cuaca Malang-Kota Batu Hari Ini: Kabut Merata, Suhu Turun ke 15 °C
    • Jabatan Mentereng Ayah Ocha Peserta Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI
    • Tujuh Gol Persebaya Surabaya Bawa Tim ke Peringkat 4
    • Apa Itu Petty Cash? Fungsi dan Cara Kerjanya dalam Bisnis
    • Persib Kecam Perilaku Oknum Bobotoh, Denda Rp3,5 Miliar dan Laga Tanpa Penonton oleh AFC
    • Kapan 1 Dzulhijjah 2026? Jadwal Lengkap Puasa Tarwiyah, Arafah, dan Idul Adha
    • Ramalan Zodiak Pisces 16 Mei 2026: Rezeki Naik, Disiplin Dibutuhkan
    • Bija Coffee: Menawarkan Kopi Indonesia di Negeri Teh Inggris
    • Pemkot Makassar Evaluasi Sistem SPMB Selama Simulasi
    • Jadwal Kapal Pelni Tanjung Priok-Batam Mei 2026: Tiket Mulai Rp417.000, KM Kelud
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Teknologi»5 Fakta Regenerative Braking EV, Apakah Hemat Energi?

    5 Fakta Regenerative Braking EV, Apakah Hemat Energi?

    adm_imradm_imr20 Mei 20262 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Teknologi Regenerative Braking pada Kendaraan Listrik

    Mobil listrik semakin sering menjadi perbincangan karena dianggap lebih efisien dan modern dibanding kendaraan bermesin konvensional. Salah satu teknologi yang paling sering dibahas pada kendaraan listrik adalah regenerative braking, sebuah sistem pengereman yang disebut mampu menghemat energi selama mobil digunakan. Teknologi ini terdengar futuristis karena energi yang biasanya terbuang saat pengereman justru dapat dimanfaatkan kembali menjadi daya listrik.

    Meski terdengar canggih, masih banyak orang yang belum benar-benar memahami cara kerja regenerative braking pada kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV). Sebagian menganggap teknologi ini hanya sekadar fitur tambahan, sementara yang lain percaya sistem tersebut sangat berpengaruh terhadap efisiensi baterai dan jarak tempuh kendaraan. Karena itu, menarik untuk memahami beberapa hal penting tentang regenerative braking agar gak sekadar ikut tren otomotif modern, yuk simak sampai akhir.

    1. Regenerative braking mengubah energi pengereman menjadi listrik



    Pada mobil konvensional, energi saat pengereman biasanya terbuang menjadi panas akibat gesekan antara kampas dan cakram rem. Namun pada kendaraan listrik, sistem regenerative braking bekerja dengan cara berbeda karena motor listrik ikut membantu memperlambat laju kendaraan. Ketika pedal gas dilepas atau rem digunakan, motor listrik berubah fungsi menjadi generator yang menghasilkan energi listrik. Energi yang sebelumnya terbuang tersebut kemudian disalurkan kembali ke baterai untuk disimpan dan digunakan lagi. Proses inilah yang membuat kendaraan listrik terasa lebih efisien dibanding mobil biasa dalam kondisi tertentu. Semakin sering mobil melambat atau berhenti, semakin besar pula peluang sistem tersebut mengembalikan sebagian energi ke baterai kendaraan.

    2. Efisiensinya paling terasa saat kondisi jalan padat



    Sistem regenerative braking sebenarnya paling efektif digunakan pada kondisi lalu lintas perkotaan yang padat. Situasi jalan yang sering membuat kendaraan berhenti dan berjalan perlahan memberi kesempatan lebih besar bagi sistem untuk memanen energi dari proses deselerasi. Karena itu, mobil listrik sering terasa lebih hemat saat digunakan di area perkotaan dibanding perjalanan panjang dengan kecepatan stabil. Pada jalan bebas hambatan atau tol, manfaat sistem ini biasanya gak sebesar saat kendaraan digunakan di dalam kota. Hal tersebut terjadi karena mobil cenderung melaju stabil tanpa banyak pengereman atau pelepasan pedal akselerasi. Akibatnya, energi yang dapat dipulihkan kembali ke baterai juga menjadi lebih sedikit dibanding kondisi lalu lintas padat.

    3. Sensasi berkendaranya terasa berbeda dari mobil biasa



    Banyak pengguna mobil listrik merasa pengalaman berkendara kendaraan listrik terasa unik karena adanya regenerative braking. Saat pedal gas dilepas, mobil dapat langsung melambat tanpa harus terlalu sering menginjak rem seperti kendaraan konvensional. Sensasi ini sering disebut sebagai one pedal driving karena pengemudi dapat lebih banyak mengontrol laju kendaraan hanya melalui pedal akselerasi. Pada awal penggunaan, sebagian orang mungkin merasa sistem tersebut agak aneh atau terlalu agresif saat mobil melambat. Namun setelah terbiasa, banyak pengguna justru merasa pengalaman berkendaranya lebih nyaman dan santai. Selain mengurangi penggunaan rem mekanis, sistem ini juga membuat pengendalian kendaraan terasa lebih halus pada situasi tertentu.

    4. Sistem ini juga membantu usia rem lebih panjang



    Karena proses perlambatan kendaraan sebagian dibantu motor listrik, penggunaan rem mekanis menjadi lebih ringan dibanding mobil biasa. Kampas dan cakram rem gak bekerja terlalu keras setiap kali kendaraan melambat sehingga tingkat keausannya dapat berkurang cukup signifikan. Hal tersebut menjadi salah satu keuntungan tambahan yang sering jarang disadari banyak pengguna kendaraan listrik. Usia komponen rem yang lebih panjang tentu dapat membantu mengurangi biaya perawatan kendaraan dalam jangka panjang. Selain lebih efisien dari sisi energi, sistem ini juga memberi dampak positif terhadap daya tahan beberapa komponen penting kendaraan. Kombinasi efisiensi dan minimnya gesekan mekanis menjadi salah satu alasan teknologi ini dianggap cukup revolusioner di dunia otomotif modern.

    5. Tetap gak bisa mengisi baterai secara penuh



    Meski mampu mengembalikan energi ke baterai, regenerative braking bukan berarti dapat mengisi daya kendaraan secara penuh tanpa pengisian listrik eksternal. Energi yang berhasil dipulihkan sebenarnya hanya sebagian kecil dari total kebutuhan daya kendaraan saat digunakan. Karena itu, sistem ini lebih tepat disebut sebagai teknologi pendukung efisiensi dibanding sumber daya utama mobil listrik. Banyak orang salah paham dan menganggap kendaraan listrik dapat terus berjalan hanya dengan memanfaatkan pengereman. Padahal pada praktiknya, baterai tetap membutuhkan pengisian dari sumber listrik agar kendaraan dapat digunakan secara optimal. Kehadiran regenerative braking lebih berfungsi memperpanjang efisiensi penggunaan energi daripada menggantikan proses pengisian daya utama.

    Teknologi regenerative braking menjadi salah satu inovasi menarik yang membuat kendaraan listrik terasa lebih modern dan efisien. Sistem ini membuktikan bahwa energi yang sebelumnya terbuang ternyata masih dapat dimanfaatkan kembali untuk membantu performa kendaraan. Meski belum mampu menjadi solusi utama pengisian baterai, keberadaan teknologi tersebut tetap memberi kontribusi besar terhadap efisiensi dan pengalaman berkendara mobil listrik masa kini.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Pusat SPKLU PIK 2 Hadirkan Teknologi Cepat dan Nuansa Pantai Aloha

    By adm_imr20 Mei 20261 Views

    Strategi Inovasi yang Menginspirasi, Forum Bisnis Apresiasi Brand dan CSR Mudik Lebaran

    By adm_imr19 Mei 20261 Views

    Ketidakmampuan tambak udang menghasilkan maksimal

    By adm_imr19 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Cuaca Malang-Kota Batu Hari Ini: Kabut Merata, Suhu Turun ke 15 °C

    20 Mei 2026

    Jabatan Mentereng Ayah Ocha Peserta Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI

    20 Mei 2026

    Tujuh Gol Persebaya Surabaya Bawa Tim ke Peringkat 4

    20 Mei 2026

    Apa Itu Petty Cash? Fungsi dan Cara Kerjanya dalam Bisnis

    20 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?