Pengembangan Infrastruktur Kendaraan Listrik di Banten
PLN UID Banten telah meluncurkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Center pertama yang berada di kawasan Pasir Putih Aloha, PIK 2, Kosambi Kabupaten Tangerang. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam mendorong penggunaan mobil listrik di kalangan masyarakat.
General Manager PLN UID Banten, Muhammad Joharifin, menjelaskan bahwa kehadiran SPKLU terpusat bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan mobilitas yang lebih efisien dan ramah lingkungan. “PIK merupakan daerah berkembang dengan komunitas mobil listrik yang cukup besar. Oleh karena itu, PLN hadir untuk menjawab kebutuhan utama masyarakat,” ujarnya kepada awak media.
Penggunaan kendaraan listrik di Provinsi Banten mendapat perhatian penuh dari pemerintah pusat. Wilayah ini menjadi salah satu provinsi dengan tingkat penggunaan mobil listrik tertinggi di Indonesia. Hal ini dipengaruhi oleh posisi wilayah penyangga Jakarta, yang menjadi tempat tinggal bagi banyak warga yang bekerja di Ibu Kota.
“Posisi pertama penggunaan kendaraan listrik adalah Jakarta, sedangkan Banten berada di peringkat dua nasional. Salah satu alasan adalah sebagian besar penduduk yang bekerja di Jakarta tinggal di wilayah Tangerang Raya,” tambahnya.
Dampak SPKLU Center terhadap Masyarakat
SPKLU Center menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mempercepat ekosistem kendaraan listrik di wilayah Banten. Data terbaru menunjukkan lonjakan transaksi SPKLU pada periode Maret-April 2026 hingga 25 kali lipat dibandingkan tahun lalu, mencapai lebih dari 215 ribu transaksi.
“Kehadiran SPKLU Center memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama di wilayah pesisir utara yang menjadi destinasi wisata favorit,” jelas Joharifin.
Teknologi Pengisian Daya Cepat
Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Teluknaga, Wardi Hadi, menjelaskan bahwa SPKLU Center Aloha PIK 2 memiliki 11 mesin pengisian daya. Terdiri dari 8 mesin Ultra Fast Charging dan 3 mesin Medium Charging. Teknologi canggih ini mampu mengisi baterai kendaraan hingga 80 persen dalam waktu 30 menit.
“Mesin Ultra Fast Charging memiliki kapasitas 120 kW dan mampu mengisi baterai dari 20% ke 80% hanya dalam 15 hingga 30 menit,” jelas Wardi.
Dibandingkan dengan mesin normal, pengisian daya menggunakan teknologi Ultra Fast Charging jauh lebih cepat. “Perbedaan waktu bisa mencapai 3,5 jam,” tambahnya.
Fitur Pendukung Pengguna Kendaraan Listrik
Pengguna kendaraan listrik semakin dimanjakan dengan fitur-fitur canggih seperti aplikasi PLN Mobile. Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk mencari lokasi SPKLU terdekat serta memantau ketersediaan unit secara real-time.
“Melalui aplikasi ini, pengguna dapat merencanakan perjalanan sesuai dengan ketersediaan daya baterai masing-masing,” ujar Wardi.
Di SPKLU Center PIK 2, pengemudi juga bisa menikmati suasana matahari terbit dan terbenam di tepi laut Pantai Aloha sambil mengisi daya kendaraan listrik. Proses pengisian yang singkat memberikan kemudahan bagi pengguna.
Pengembangan Infrastruktur SPKLU di Banten
Menjelang pertengahan tahun 2026, PLN telah menghadirkan 253 unit SPKLU untuk mobil yang tersebar di 139 lokasi di Provinsi Banten. Selain itu, terdapat 17 unit SPKLU khusus kendaraan roda dua dengan ketersediaan 102 socket di 15 lokasi berbeda.
Keberadaan SPKLU Center ini semakin memperkuat peran PLN dalam menyediakan infrastruktur yang mampu menjawab kebutuhan pelanggan secara luas. Melalui pengembangan SPKLU Center di Aloha PIK 2, Hadi menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi mobilitas berbasis energi bersih.
“Keuntungan menggunakan SPKLU di PIK II ini adalah bisa menikmati suasana wisata seperti bersantai di Pantai Aloha sambil makan dan ngopi, lalu ketika kembali ke SPKLU daya baterainya mobil sudah penuh serta harganya lebih murah dibanding BBM,” jelas Wardi.







