Perombakan Skuad Arema FC Berlanjut, Rifad Marasabessy Pergi
Gelombang perombakan skuad Arema FC pasca-berakhirnya kompetisi Super League musim 2025-2026 terus berlanjut. Salah satu pemain lokal yang resmi meninggalkan klub adalah bek ternama, Rifad Marasabessy.
Rifad, yang pernah menjadi bagian dari Timnas Indonesia era Shin Tae-yong, dipastikan pamit meninggalkan bumi Arema setelah masa kontrak kerjasamanya berakhir. Keputusan ini diambil oleh kedua belah pihak karena durasi kontrak telah selesai.
Manajemen Arema FC mengumumkan kepergian Rifad melalui akun Instagram resmi klub. Pesan yang disampaikan cukup menyentuh, menunjukkan apresiasi atas kontribusi yang diberikan selama tiga musim bersama.
“Rutam Nuwus Rifad Marasabessy. Terima kasih Rifad sudah memberikan kontribusi untuk Arema FC. 3 musim yang penuh rintangan berhasil kita lewati bersama,” tulis Arema FC dalam unggahan mereka.
Selain Rifad, Arema FC juga melepas dua pemain asing andalan, yaitu Lucas Frigeri dan Valdeci. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen sedang melakukan penyesuaian strategi untuk membangun kembali tim.
Dalberto: Kehidupan dan Karier di Kota Malang
Di tengah kabar perpisahan tersebut, penyerang Arema FC, Dalberto, mengungkapkan pesan emosional tentang arti penting Kota Malang dalam perjalanan hidup dan karier sepak bolanya.
Dalberto merasa puas dengan pencapaian individu selama musim ini. Ia mampu melampaui catatan musim lalu, dengan total 19 gol dari 28 penampilan di Super League 2025/2026. Selama dua musim membela Arema FC, ia mencetak 34 gol dari 61 pertandingan.
“Saya berhasil melampaui angka-angka musim lalu,” ujar Dalberto kepada Infomalangraya.com.
Ia juga mengakui bahwa pencapaiannya tidak lepas dari dukungan tim dan seluruh elemen klub. “Saya ingin berterima kasih kepada manajemen Arema, rekan-rekan setim, dan staf pelatih. Sendirian saya tidak akan bisa meraih catatan individu yang telah saya capai.”
Meski puas dengan performa, Dalberto masih menyimpan harapan agar Arema FC bisa finis di papan atas kompetisi. Namun, ia mengakui bahwa itu bagian dari sepak bola dan tidak selalu bisa dicapai.
Hubungan Emosional dengan Kota Malang
Yang menarik, Dalberto tidak hanya berbicara soal performa di lapangan. Ia juga mengungkap kedekatan emosionalnya dengan Kota Malang. Menurutnya, kota ini memiliki makna spesial bagi keluarganya.
“Di kota ini Tuhan menitipkan putri saya. Jadi saya hidup dengan sangat intens di kota ini, di klub ini. Saya sangat bahagia atas semua yang terjadi di tempat ini,” ujarnya.
Kedatangannya ke Arema FC membuatnya langsung merasakan besarnya nama klub dan loyalitas basis suporter Aremania. Hal ini menjadi motivasi tersendiri baginya untuk terus bekerja keras dalam setiap pertandingan.
Masa Depan Dalberto Masih Abu-abu
Meski begitu, masa depan Dalberto dengan Arema FC masih abu-abu. Kontraknya bersama Singo Edan telah berakhir, seiring dengan berakhirnya musim kompetisi Super League 2025/2026.
Dalberto mengaku belum berbicara dengan manajemen Arema FC perihal masa depannya. Ia hanya bilang, kalau dirinya akan pulang dulu ke Brasil dan beristirahat setelah menjalani musim yang panjang di kompetisi Super League musim ini.
“Musim depan saya masih belum tahu. Karena manajemen belum berbicara dengan saya dan belum memanggil saya untuk mengobrol. Sekarang saya akan pulang ke rumah, saya akan beristirahat, dan mari kita lihat apa yang akan terjadi di musim depan. Oke,” tutupnya.





