Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*
    Seni Menolak Tanpa Rasa Guilt: Cara Membangun Batasan Diri Demi Kesehatan Mental

    Seni Menolak Tanpa Rasa Guilt: Cara Membangun Batasan Diri Demi Kesehatan Mental

    11 October 2026
    Strategi Tepat Merawat Rambut Sehat dan Bebas Lepek di Tengah Cuaca Tropis Indonesia

    Strategi Tepat Merawat Rambut Sehat dan Bebas Lepek di Tengah Cuaca Tropis Indonesia

    11 October 2026
    Jembatan Kata yang Meruntuhkan Tembok Sunyi Antara Orang Tua dan Anak Remaja

    Jembatan Kata yang Meruntuhkan Tembok Sunyi Antara Orang Tua dan Anak Remaja

    11 October 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sunday, 11 October 2026
    Trending
    • Seni Menolak Tanpa Rasa Guilt: Cara Membangun Batasan Diri Demi Kesehatan Mental
    • Strategi Tepat Merawat Rambut Sehat dan Bebas Lepek di Tengah Cuaca Tropis Indonesia
    • Jembatan Kata yang Meruntuhkan Tembok Sunyi Antara Orang Tua dan Anak Remaja
    • Mengendalikan Keinginan Impulsif Saat Diskon Besar Membanjiri Aplikasi Belanja Anda
    • Strategi Alami Menjaga Daya Tahan Tubuh Saat Cuaca Pancaroba Mulai Menerjang Komunitas
    • Diduga Skandal Cinta Terlarang. Perselingkuhan Oknum Guru SD dan Pegawai Bank BUMN Terbongkar
    • Menjembatani Jurang Antara Ijazah Perguruan Tinggi dan Realitas Dunia Kerja Industri Kreatif
    • Jempol Cepat Berbuah Petaka: Bahaya Rumor Digital dan Urgensi Tabayyun di Media Sosial
    • Seni Merawat Diri Tanpa Kuras Kantong Melalui Kebiasaan Sederhana Berdampak Besar
    • Seni Mendampingi Anak Belajar di Rumah Tanpa Drama dan Emosi
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kuliner»Cara Masak Nasi Kurangi Arsenik 60 Persen

    Cara Masak Nasi Kurangi Arsenik 60 Persen

    adm_imradm_imr6 August 20264 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Mengapa Nasi Bisa Mengandung Arsenik dan Cara Mengurangi Paparannya

    Nasi adalah makanan pokok yang hampir selalu hadir di meja makan. Namun, kabar bahwa beras dapat mengandung arsenik memicu kekhawatiran akan risiko kesehatan yang mungkin terjadi. Pertanyaannya adalah, apakah nasi yang sering dikonsumsi sehari-hari berisiko bagi kesehatan?

    Arsenik memang bisa ditemukan secara alami di tanah dan air. Bentuk yang paling berbahaya adalah arsenik anorganik, yang lebih toksik dan berkaitan dengan kanker kulit, kandung kemih, paru-paru, serta gangguan kardiovaskular dan perkembangan anak. Namun, risikonya tidak hanya bergantung pada satu porsi nasi yang dimakan sesekali, melainkan juga pada kadar, frekuensi, durasi paparan, serta sumber arsenik lainnya.

    Beras tetap bisa menjadi bagian dari pola makan seimbang. Tujuannya bukanlah menghilangkan arsenik sampai nol, tetapi mengurangi paparan yang tidak perlu.

    Mengapa Beras Lebih Mudah Mengandung Arsenik?

    Tanaman padi biasanya tumbuh di lahan yang digenangi air. Kondisi ini membuat arsenik di tanah lebih mudah larut dan diserap oleh akar tanaman. Kadar arsenik dalam beras dapat bervariasi tergantung pada kondisi tanah, air irigasi, varietas beras, dan lokasi penanaman.

    Arsenik cenderung lebih banyak berada pada lapisan luar butir beras. Karena dedaknya masih dipertahankan, beras cokelat atau brown rice umumnya mengandung arsenik anorganik lebih tinggi daripada beras putih yang sudah dipoles. Penelitian menemukan konsentrasi arsenik lebih besar di lapisan perikarp dan aleuron pada beras cokelat.

    Meskipun demikian, beras cokelat tidak otomatis buruk. Lapisan dedak tersebut juga mengandung serat, mineral, dan zat gizi lain yang lebih tinggi. Oleh karena itu, menjaga variasi makanan dan menggunakan cara memasak yang dapat mengurangi arsenik sangat penting.

    Air yang digunakan juga sangat penting. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut air tanah yang terkontaminasi sebagai salah satu sumber paparan arsenik terbesar. Memasak beras dengan air tinggi arsenik dapat menambah kadar arsenik pada nasi, termasuk ketika teknik memasaknya sudah dianggap benar.

    Cara Memasak yang Paling Membantu

    Masak seperti pasta, lalu buang airnya

    Metode yang paling didukung oleh bukti adalah memasak beras menggunakan air dalam jumlah besar, kemudian membuang air yang tersisa. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyarankan perbandingan sekitar 6–10 bagian air untuk 1 bagian beras. Setelah nasi matang, buang air rebusannya. Cara ini dapat menurunkan arsenik anorganik sekitar 40–60 persen, tergantung jenis beras.

    Kekurangannya, sebagian vitamin dan mineral yang larut dalam air juga ikut terbuang. Pada beras putih atau pratanak yang telah diperkaya, metode ini dapat menurunkan folat, zat besi, niasin, dan tiamin sekitar 50–70 persen. Karena itu, cara ini dapat digunakan terutama oleh orang yang makan nasi sangat sering, menyiapkan makanan anak, atau memiliki kekhawatiran mengenai sumber beras dan airnya.

    Metode rebus 5 menit, lalu ganti air

    Para peneliti dari Universitas Sheffield mengembangkan metode parboiling with absorption (PBA):

    • Didihkan air bersih.
    • Masukkan beras dan rebus selama 5 menit.
    • Buang seluruh air rebusan.
    • Tambahkan air bersih yang baru.
    • Masak dengan api kecil sampai air terserap dan nasi matang.

    Dalam penelitian laboratorium, metode ini mengurangi sekitar 73 persen arsenik anorganik pada beras putih dan 54 persen pada beras cokelat, sambil mempertahankan sebagian besar unsur zat gizi yang diukur. Namun, hasilnya dapat berbeda menurut varietas beras dan kualitas air yang digunakan.

    Cuma mencuci beras mungkin tidak cukup

    Mencuci beras tetap berguna untuk membersihkan debu dan sisa pati di permukaannya. Namun, FDA menyatakan bahwa membilas beras sebelum dimasak hanya memberikan pengaruh minimal terhadap kadar arsenik pada nasi matang. Pembilasan juga dapat menghilangkan sebagian zat gizi yang ditambahkan pada beras putih yang diperkaya.

    Sejumlah penelitian memang menemukan penurunan arsenik setelah beberapa kali pencucian, tetapi efeknya lebih kecil dan tidak sekonsisten dibandingkan metode memasak dengan banyak air lalu membuang air rebusannya.

    Kurangi Paparan Tanpa Berhenti Makan Nasi

    Langkah yang paling mudah adalah tidak menjadikan beras sebagai satu-satunya sumber karbohidrat setiap hari. Sesekali ganti dengan kentang, ubi, jagung, oatmeal, pasta, roti gandum, barley, atau serealia lain.

    Pola makan yang bervariasi mengurangi kemungkinan kamu terus-menerus terpapar kontaminan yang sama dari satu jenis makanan. FDA juga merekomendasikan pola makan beragam sebagai salah satu cara membatasi paparan arsenik.

    Untuk bayi, bubur atau sereal beras tidak perlu menjadi makanan pendamping pertama maupun satu-satunya. Sereal bayi berbahan oat, barley, atau multigrain dapat digunakan bergantian. Beras tetap boleh diberikan, tetapi variasi membantu anak memperoleh zat gizi yang lebih luas sekaligus mengurangi paparan arsenik yang berulang.

    Beberapa langkah praktis yang dapat diterapkan meliputi:

    • Gunakan air yang aman untuk minum dan memasak.
    • Periksa air sumur jika tinggal di wilayah yang diketahui memiliki risiko arsenik pada air tanah.
    • Variasikan jenis serealia dan sumber karbohidrat.
    • Gunakan metode banyak air atau PBA, terutama jika nasi dikonsumsi beberapa kali sehari.
    • Sebaiknya tidak memberikan produk berbasis beras sebagai satu-satunya sumber serealia untuk bayi.
    • Jangan membeli produk “detoks arsenik” karena tidak ada suplemen yang terbukti diperlukan untuk konsumen beras sehat.

    Tidak ada alasan untuk membuang semua beras dari dapur. Badan keamanan pangan tetap menyatakan bahwa nasi dapat dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang. Pendekatan yang lebih bermanfaat adalah mengurangi paparan jangka panjang melalui air yang aman, cara memasak yang tepat, dan menu yang lebih beragam.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Keajaiban Rempah Nusantara: Rahasia Alami Menjaga Daya Tahan Tubuh dan Vitalitas Harian

    Keajaiban Rempah Nusantara: Rahasia Alami Menjaga Daya Tahan Tubuh dan Vitalitas Harian

    By adm_imr7 October 20262 Views
    Rahasia Kebugaran Tubuh dari Kekayaan Rempah Nusantara untuk Gaya Hidup Sehat Modern

    Rahasia Kebugaran Tubuh dari Kekayaan Rempah Nusantara untuk Gaya Hidup Sehat Modern

    By adm_imr4 October 20262 Views
    Rahasia Kebugaran Alami Dapur Nusantara: Manfaat Khasiat Rempah Tradisional Indonesia untuk Tubuh

    Rahasia Kebugaran Alami Dapur Nusantara: Manfaat Khasiat Rempah Tradisional Indonesia untuk Tubuh

    By adm_imr3 October 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru
    Seni Menolak Tanpa Rasa Guilt: Cara Membangun Batasan Diri Demi Kesehatan Mental

    Seni Menolak Tanpa Rasa Guilt: Cara Membangun Batasan Diri Demi Kesehatan Mental

    11 October 2026
    Strategi Tepat Merawat Rambut Sehat dan Bebas Lepek di Tengah Cuaca Tropis Indonesia

    Strategi Tepat Merawat Rambut Sehat dan Bebas Lepek di Tengah Cuaca Tropis Indonesia

    11 October 2026
    Jembatan Kata yang Meruntuhkan Tembok Sunyi Antara Orang Tua dan Anak Remaja

    Jembatan Kata yang Meruntuhkan Tembok Sunyi Antara Orang Tua dan Anak Remaja

    11 October 2026
    Mengendalikan Keinginan Impulsif Saat Diskon Besar Membanjiri Aplikasi Belanja Anda

    Mengendalikan Keinginan Impulsif Saat Diskon Besar Membanjiri Aplikasi Belanja Anda

    11 October 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 February 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 June 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?