Close Menu
Info Malang Raya
  • Malang Raya
    • Kota Malang
    • Kabupaten Malang
    • Kota Batu
  • Daerah
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Politik
    • Undang-Undang
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Otomotif
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Tips
    • Wisata
  • Kajian Islam
  • Login
Berita *Terbaru*
Ketika Olahraga Berat Justru Merusak Tubuh: Bahaya Overtraining dan Pentingnya Pemulihan Aktif

Ketika Olahraga Berat Justru Merusak Tubuh: Bahaya Overtraining dan Pentingnya Pemulihan Aktif

18 October 2026
Terapi Slow Hobbies: Rahasia Merajut, Mewarnai, dan Tembikar dalam Menenangkan Otak

Terapi Slow Hobbies: Rahasia Merajut, Mewarnai, dan Tembikar dalam Menenangkan Otak

18 October 2026
Menjaga Jejak Digital Tetap Aman dari Intaian Kejahatan Siber di Dunia Maya

Menjaga Jejak Digital Tetap Aman dari Intaian Kejahatan Siber di Dunia Maya

18 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
Monday, 19 October 2026
Trending
  • Ketika Olahraga Berat Justru Merusak Tubuh: Bahaya Overtraining dan Pentingnya Pemulihan Aktif
  • Terapi Slow Hobbies: Rahasia Merajut, Mewarnai, dan Tembikar dalam Menenangkan Otak
  • Menjaga Jejak Digital Tetap Aman dari Intaian Kejahatan Siber di Dunia Maya
  • Merawat Hubungan Personal di Tengah Padatnya Jadwal Kerja Perkotaan
  • Menata Pikiran yang Kalut Melalui Sentuhan Jemari dan Coretan Bermakna di Atas Kertas
  • Strategi Efektif Merawat Kesehatan Rambut Agar Tetap Indah di Tengah Cuaca Tropis Humid
  • Seni Menyeimbangkan Layar Gawai dan Kebugaran Fisik Anak Tanpa Drama Keluarga
  • Navigasi Psikologi Belanja: Seni Membedakan Kebutuhan Hakiki dan Keinginan Emosional
  • Rahasia Kebugaran Alami dari Dapur Nusantara untuk Gaya Hidup Perkotaan
  • Panduan Belanja Cerdas: Trik Memilih Bahan Makanan Segar Berkualitas di Pasar Tradisional
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
Info Malang RayaInfo Malang Raya
Login
  • Malang Raya
    • Kota Malang
    • Kabupaten Malang
    • Kota Batu
  • Daerah
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Politik
    • Undang-Undang
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Otomotif
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Tips
    • Wisata
  • Kajian Islam
  • Login
Info Malang Raya
  • Malang Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Kajian Islam
  • Login
Home»Ekonomi»Industri Manufaktur RI Tumbuh, Namun Masih Rentan

Industri Manufaktur RI Tumbuh, Namun Masih Rentan

adm_imradm_imr7 June 20267 Views
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Stabilisasi Manufaktur Indonesia, Tapi Masih Butuh Konsistensi

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai kenaikan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Mei 2026 dari 49,1 menjadi 50,0 menunjukkan adanya sinyal stabilisasi pasca-periode kontraksi. Namun, capaian ini dinilai belum cukup kuat untuk menandakan pemulihan sektor manufaktur yang berkelanjutan.

Ketua Umum Apindo, Shinta Widjaja Kamdani, menyatakan bahwa angka PMI yang berada tepat di level 50 masih berada di ambang batas antara kontraksi dan ekspansi. Oleh karena itu, kondisi tersebut perlu dicermati secara hati-hati.

“Kami memandang kondisi saat ini lebih mencerminkan proses stabilisasi dibandingkan fase ekspansi yang sudah solid,” ujar Shinta.

Menurutnya, sejumlah komponen dalam survei PMI masih menunjukkan tekanan. Output manufaktur tercatat turun selama tiga bulan berturut-turut, diikuti penurunan pembelian bahan baku, berkurangnya inventori input, penurunan tenaga kerja, serta kontraksi ekspor yang menjadi yang terdalam sejak Agustus 2021.

Perbaikan PMI Terutama Ditopang Permintaan Domestik

Perbaikan PMI pada Mei terutama ditopang oleh meningkatnya permintaan domestik dan pesanan baru yang tumbuh selama dua bulan berturut-turut. Kondisi tersebut menunjukkan pasar domestik masih menjadi penyangga utama aktivitas manufaktur nasional.

Meskipun demikian, perbaikan tersebut belum merata karena permintaan eksternal masih menghadapi tekanan. Ketidakpastian global, gangguan geopolitik, serta perlambatan ekonomi di sejumlah negara tujuan ekspor masih membebani kinerja ekspor manufaktur Indonesia.

Di sisi lain, dunia usaha juga menghadapi tekanan biaya yang semakin besar. Berdasarkan hasil survei PMI, inflasi biaya input pada Mei tercatat menjadi yang tertinggi sejak 2013. Kenaikan tersebut dipicu oleh meningkatnya harga bahan baku, keterbatasan pasokan, dan gangguan rantai pasok global.

Tekanan itu diperparah terutama oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Apindo mencatat sekitar 70% kebutuhan bahan baku dan barang antara industri nasional masih bergantung pada impor, sehingga pergerakan kurs memiliki dampak langsung terhadap struktur biaya produksi.

“Hingga awal Juni 2026, rupiah masih menunjukkan tren tekanan dan telah bergerak di atas level Rp17.850 per dolar AS. Stabilitas nilai tukar akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberlanjutan pemulihan manufaktur ke depan,” kata Shinta.

Konsumsi Domestik Jadi Penopang

Apindo memperkirakan sektor-sektor yang ditopang konsumsi domestik berpotensi menjadi motor pertumbuhan apabila PMI Manufaktur RI mampu bergerak lebih konsisten ke zona ekspansi dalam beberapa bulan mendatang.

Industri makanan dan minuman, serta sektor yang terkait dengan konsumsi rumah tangga dan investasi domestik diperkirakan memiliki prospek yang lebih baik. Selain itu, sektor yang memiliki tingkat kandungan lokal lebih tinggi dinilai akan lebih resilien terhadap tekanan nilai tukar dan ketidakpastian global.

Tekanan Biaya Produksi Tetap Tinggi

Sebelumnya, aktivitas manufaktur Indonesia menunjukkan stabilisasi pada Mei 2026 setelah sebelumnya sempat mengalami kontraksi. S&P Global Indonesia Manufacturing Purchasing Managers’ Index (PMI) naik dari 49,1 pada April menjadi 50,0 pada Mei.

Kenaikan ini menandakan kondisi operasional industri mulai stabil di tengah tekanan biaya produksi yang meningkat tajam serta gangguan pasokan bahan baku yang masih berlanjut.

”Ekonomi manufaktur Indonesia masih berada di bawah tekanan pada Mei, karena produksi tertahan oleh kenaikan harga bahan baku dan keterbatasan ketersediaan input,” kata Ekonom S&P Global Market Intelligence, Usamah Bhatti, dalam keterangannya, Selasa (2/6).

Data S&P Global menunjukkan bahwa tekanan biaya pada industri manufaktur Indonesia meningkat sangat tajam pada Mei. Inflasi biaya input tercatat sebagai kenaikan tertajam kedua sejak survei dimulai pada April 2011, hanya sedikit di bawah rekor yang terjadi pada September 2013.

Lonjakan biaya ini terutama disebabkan oleh kenaikan harga bahan baku dan keterbatasan pasokan input produksi. Kondisi tersebut membuat beban operasional perusahaan meningkat signifikan, sekaligus menekan kemampuan produksi di sejumlah sektor manufaktur.

“Meski perusahaan mencatat kenaikan penjualan yang lebih kuat, hal ini lebih banyak mencerminkan upaya pelanggan untuk menambah stok di tengah gangguan harga dan pasokan,” ujar Bhatti.

Perusahaan-perusahaan juga melaporkan kesulitan mendapatkan bahan baku, yang mendorong penurunan aktivitas pembelian serta pemanfaatan stok yang sudah ada.

Di sisi produksi, output manufaktur Indonesia kembali mengalami penurunan pada Mei, meskipun laju kontraksinya lebih moderat dibandingkan bulan sebelumnya. Ini menjadi bulan ketiga berturut-turut produksi mengalami penurunan.

Penurunan output terutama dipengaruhi oleh mahalnya biaya bahan baku serta keterbatasan pasokan yang menghambat proses produksi. Dalam kondisi tersebut, perusahaan juga mengandalkan persediaan barang jadi untuk memenuhi pesanan yang masuk.

Data S&P Global menunjukkan bahwa tekanan biaya pada industri manufaktur Indonesia meningkat sangat tajam pada Mei. Inflasi biaya input tercatat sebagai kenaikan tertajam kedua sejak survei dimulai pada April 2011, hanya sedikit di bawah rekor yang terjadi pada September 2013.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Berita Terkait

Ramalan Keuangan Gemini Jumat 28 Agustus 2026: Bersabar Hadapi Kenaikan Finansial

By adm_imr28 August 20263 Views

5 Hal yang Sering Terlupakan dalam Mencapai Kemandirian Keuangan Muda

By adm_imr27 August 20263 Views

Telin Dorong Perusahaan Terus Eksplorasi AI

By adm_imr27 August 20263 Views
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru
Ketika Olahraga Berat Justru Merusak Tubuh: Bahaya Overtraining dan Pentingnya Pemulihan Aktif

Ketika Olahraga Berat Justru Merusak Tubuh: Bahaya Overtraining dan Pentingnya Pemulihan Aktif

18 October 2026
Terapi Slow Hobbies: Rahasia Merajut, Mewarnai, dan Tembikar dalam Menenangkan Otak

Terapi Slow Hobbies: Rahasia Merajut, Mewarnai, dan Tembikar dalam Menenangkan Otak

18 October 2026
Menjaga Jejak Digital Tetap Aman dari Intaian Kejahatan Siber di Dunia Maya

Menjaga Jejak Digital Tetap Aman dari Intaian Kejahatan Siber di Dunia Maya

18 October 2026
Merawat Hubungan Personal di Tengah Padatnya Jadwal Kerja Perkotaan

Merawat Hubungan Personal di Tengah Padatnya Jadwal Kerja Perkotaan

18 October 2026
Berita Populer

HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

Kota Malang 1 April 2026

Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

29 April 2026

Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

28 February 2026

Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

4 June 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
© 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?