Natas Parapuar Jadi Ruang Perjumpaan Budaya, Kreativitas, dan Pariwisata
Natas Parapuar kembali menjadi tempat yang penuh dengan kehidupan budaya, kreativitas, dan pariwisata melalui penyelenggaraan PENTAS x Weekend at Parapuar (WAP) 2026 pada hari Sabtu sore (6/6/2026). Acara ini menjadi momen penting dalam memperkuat hubungan antara masyarakat lokal, wisatawan, dan pelaku seni serta ekonomi kreatif.
PENTAS adalah singkatan dari Pagelaran Event di Destinasi Prioritas, sebuah program yang dikelola oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Tujuan utamanya adalah memberikan ruang bagi para pelaku seni, budaya, dan ekonomi kreatif untuk menampilkan karya terbaiknya kepada masyarakat dan wisatawan.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) dan Kementerian Pariwisata. Dengan tujuan menciptakan event yang berkualitas dan berkelanjutan, acara ini juga bertujuan memperkuat daya tarik wisata darat di Labuan Bajo.
Mengusung konsep menikmati senja sambil menyaksikan pertunjukan seni dan musik, PENTAS x Weekend at Parapuar 2026 menghadirkan penyanyi asal Maluku, Justy Aldrin, sebagai bintang tamu utama. Suasana sore semakin semarak dengan penampilan Sanggar I Production melalui Tari Rangkuk Alu, pertunjukan Tari Caci oleh TK Pembina Labuan Bajo, serta alunan musik suling dari Embun yang mengiringi matahari terbenam di perbukitan Parapuar.
Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy M. T. Marpaung, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem event di Labuan Bajo. “PENTAS x Weekend at Parapuar menjadi contoh bagaimana kolaborasi dapat menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Kepala Bidang Promosi dan Kemitraan Pelaksanaan Event Daerah Kementerian Pariwisata, Eni Komiarti, menambahkan bahwa kolaborasi ini lahir dari visi yang sama antara Kementerian Pariwisata dan BPOLBF. “Kami ingin tidak hanya destinasi yang dikenal luas, tetapi juga kekayaan budaya, seni pertunjukan, dan kreativitas masyarakat lokal yang ditampilkan melalui event-event berkualitas,” katanya.
Keterlibatan pelaku UMKM menjadi salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan event ini. Salah satu UMKM kuliner yang berpartisipasi, Kuliner Sekangku, mengaku merasakan dampak positif dari tingginya jumlah pengunjung. Ia berharap event seperti ini bisa semakin sering diadakan dan melibatkan pelaku UMKM lokal.
Tidak hanya mendapat apresiasi dari masyarakat lokal, event ini juga meninggalkan kesan positif bagi wisatawan mancanegara. Salah seorang pengunjung asal Kanada, Bely, mengungkapkan kekagumannya terhadap pengalaman yang ia rasakan di Parapuar. “Jika kalian ingin menikmati salah satu sisi terindah dari Manggarai Barat, inilah tempat terbaik untuk menyaksikan matahari terbenam, ditemani musik yang luar biasa dan budaya yang begitu kaya. Wajib dikunjungi!” ujar Bely dalam Bahasa Inggris.
Sebelum membawakan lagu-lagu andalannya, Justy Aldrin mengaku terpesona dengan panorama yang tersaji dari Natas Parapuar. “Ini pertama kalinya beta nyanyi dengan view terindah. Ini sunset terbaik selama beta pung hidup,” ujarnya yang langsung disambut antusias oleh para pengunjung.
PENTAS x Weekend at Parapuar 2026 berhasil menarik 1.044 pengunjung yang terdiri dari wisatawan nusantara, wisatawan mancanegara, dan masyarakat lokal. Selain menjadi ruang ekspresi dan hiburan, event ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dengan mencatat perputaran ekonomi sebesar Rp133 juta.
Dampak tersebut tercermin dari keterlibatan para talent, penyedia jasa pendukung event, serta aktivitas transaksi UMKM selama kegiatan berlangsung. Melalui kolaborasi ini, BPOLBF dan Kementerian Pariwisata berharap penyelenggaraan event-event kreatif berbasis budaya dan komunitas dapat terus berkembang sebagai penggerak ekonomi lokal sekaligus memperkuat posisi Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan kelas dunia.






