Penemuan Bayi di Pekalongan, Warga Kebingungan dan Pihak Berwajib Lakukan Penyelidikan
Pada hari Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 06.00 WIB, warga Kota Pekalongan digegerkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki yang diduga baru dilahirkan. Lokasi penemuan berada di pinggir Jalan Pattimura, tepatnya di sisi barat Terminal Bus Kota Pekalongan, Kelurahan Gamer, Kecamatan Pekalongan Timur.
Bayi tersebut ditemukan dalam keadaan masih hidup setelah tangisannya terdengar oleh warga yang melintas menggunakan sepeda. Pasangan suami istri yang sedang bersepeda dari arah selatan pertama kali mendengar suara tangisan bayi dari pinggir jalan. Merasa curiga, mereka menghentikan laju sepedanya dan mencari sumber suara. Betapa terkejutnya mereka ketika menemukan seorang bayi laki-laki tergeletak di tepi jalan.
Bayi itu mengenakan pakaian dan dibalut kain jarik, namun tanpa popok. Dalam kondisi panik, pasangan tersebut segera melapor kepada petugas jaga di Pos Piket Kantor Cabang Dinas ESDM Wilayah Serayu Utara yang berada tidak jauh dari lokasi penemuan. Petugas pos jaga kemudian langsung mengevakuasi bayi ke Puskesmas Sokorejo yang berjarak sekitar 1,7 kilometer dari lokasi untuk mendapatkan penanganan medis.
Proses Penanganan Medis dan Observasi
Kepala Puskesmas Sokorejo, drg. Arikurniasih, mengatakan bahwa bayi tersebut langsung menjalani pemeriksaan menyeluruh oleh tim medis begitu tiba di puskesmas. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kondisi bayi secara umum baik. Berat badannya 2,5 kilogram, denyut jantung, pernapasan, dan tanda-tanda vital lainnya normal. Tim medis juga tidak menemukan adanya kelainan fisik.
Namun, kulit bayi tampak menguning. Menurut Arikurniasih, kondisi tersebut diduga disebabkan oleh dehidrasi yang mengarah pada ikterik neonatal. “Kulitnya kuning diperkirakan karena kekurangan cairan. Secara medis mengarah ke ikterik, namun kondisinya stabil dan tetap kami lakukan observasi serta perawatan lebih lanjut,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan, usia bayi diperkirakan berkisar antara empat hingga lima hari, atau paling lama sekitar tujuh hari. Pihak puskesmas tidak dapat memastikan, berapa lama bayi berada di lokasi penemuan.
Penyelidikan Identitas Orang Tua Bayi
Menurut Kapolres Pekalongan Kota AKBP Dies Ferra Ningtias, bayi tersebut pertama kali ditemukan warga pada pagi hari di sekitar kawasan terminal. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada petugas yang berjaga sebelum akhirnya diteruskan kepada kepolisian. “Awalnya masyarakat menemukan bayi di sekitar terminal, kemudian melaporkan kepada petugas di terminal. Setelah dicek, benar ditemukan seorang bayi laki-laki dengan berat badan sekitar 2,5 kilogram,” ujar AKBP Dies Ferra Ningtias.
Menurutnya, kondisi bayi saat ditemukan dalam keadaan sehat. Meski demikian, bayi tetap menjalani observasi oleh tenaga medis untuk memastikan kondisi kesehatannya secara menyeluruh. AKBP Dies menjelaskan, pihaknya telah memerintahkan Satreskrim Polres Pekalongan Kota bersama Polsek setempat untuk melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas orang tua bayi tersebut.
“Kami sudah memerintahkan Kasatreskrim dan Polsek untuk melakukan penyelidikan. Karena lokasi penemuan berada di sekitar terminal, ada kemungkinan pelaku berasal dari luar daerah dan masuk ke Pekalongan. Namun, semuanya masih dalam proses penyelidikan,” katanya.
Nama Sementara dan Proses Pengasuhan
Selama belum diketahui identitas keluarganya, bayi tersebut untuk sementara diberi nama Arya Junior. Nama itu diambil dari nama seorang Bhabinkamtibmas yang bertugas di wilayah lokasi penemuan. “Untuk sementara kami beri nama Arya. Karena Bhabin di daerah situ namanya Arya, jadi kami panggil Arya Junior,” ungkapnya.
AKBP Dies juga menyatakan akan memantau langsung perkembangan bayi tersebut dan bersedia menjadi orang tua asuh sementara hingga ada kepastian mengenai status pengasuhannya. “Sementara, saya sebagai Kapolres akan memantau terus perkembangan bayi tersebut, dan nanti akan menjadi anak asuh kami,” ujarnya.
Saat ini, kepolisian telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial terkait penanganan bayi. Apabila nantinya ada masyarakat yang ingin mengadopsi, seluruh proses akan dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku. “Kami akan memastikan semua proses berjalan sesuai aturan. Akan dilakukan observasi, penelusuran, hingga dipastikan anak ini nantinya berada di tangan yang tepat,” tegasnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, bayi diperkirakan berusia sekitar empat hari. Saat ditemukan, bayi dibungkus menggunakan kain jarik dan mengenakan pakaian bayi, namun tidak memakai popok sehingga masih terdapat sisa kotoran di tubuhnya. Sementara tali pusarnya diketahui sudah lepas dan dalam kondisi mengering.






