Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta optimis dapat mendapatkan persetujuan dari pemerintah pusat untuk menerbitkan obligasi daerah. Obligasi tersebut disebut tidak akan menjadi beban berikutnya bagi pemerintah daerah dalam membayar utang.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menyatakan bahwa Pemprov DKI telah mendapat persetujuan dari Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian untuk menerbitkan obligasi daerah. Hal ini dilakukan karena penerbitan obligasi daerah tidak mungkin dilakukan tanpa adanya persetujuan dari pemerintah pusat.
“Secara prinsip, Pemerintah DKI Jakarta tidak mungkin melangkah seperti ini tanpa persetujuan dari pemerintah pusat. Salah satu persetujuan prinsip yang kami dapatkan adalah dari Menko Perekonomian,” ujar Pramono di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (4/8/2026).
Meskipun demikian, pihaknya tetap akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait penerbitan obligasi daerah. Pasalnya, penerbitan obligasi daerah harus mendapatkan persetujuan juga dari dua kementerian tersebut.
“Sehingga dengan demikian, memang disyaratkan akan mendapatkan persetujuan juga dari Kemendagri dan Kementerian Keuangan maupun Bappenas, dan kami akan melakukan itu. Sehingga dengan demikian saya meyakini apa yang kami lakukan ini kan langkah baik,” jelas Pramono.
Dia menjelaskan bahwa Pemprov DKI juga telah berkoordinasi dengan International Finance Corporation World Bank terkait rencana penerbitan obligasi daerah. Menurut Pramono, Pemprov DKI sebenarnya memiliki kemampuan untuk menerbitkan obligasi daerah hingga mencapai Rp 20 triliun.
“Jadi Jakarta itu mempunyai kemampuan untuk obligasi sampai dengan Rp 20 triliun, tetapi kan kita hanya memakai Rp 3,5 triliun saja. Jadi masih sangat aman untuk Jakarta dan itu apa, yang menjadi kekhawatiran akan menjadi beban pemerintah berikutnya pasti enggak akan terjadi,” ucap Pramono.
Adapun Pemprov DKI memiliki rencana untuk menerbitkan obligasi daerah senilai Rp 3,5 triliun pada Juni 2027. Obligasi daerah yang akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur dasar di Jakarta itu rencananya memiliki tenor selama 7 tahun.
Persija Jakarta Yakin Melaju ke Final
Persija Jakarta akan menghadapi Persib Bandung dalam semifinal Piala Presiden, pada Selasa (4/8/2026). Laga yang dilaksanakan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, itu bakal digelar tanpa kehadiran penonton.
Gubernur Pramono Anung, meyakini Persija Jakarta akan meraih kemenangan saat menghadapi kesebelasan berjuluk Maung Bandung tersebut. Dengan begitu, sambung dia, Macan Kemayoran dapat mengamankan posisi di laga final Piala Presiden.
“Yang paling utama, sebagai Gubernur Jakarta, saya sungguh berharap el clasico-nya kali ini dimenangkan oleh Persija,” kata Pramono di Balai Kota DKI, Selasa siang WIB.
Meski begitu, mantan sekjen DPP PDIP itu tidak mau memprediksi skor kemenangan yang bakal diraih Persija dalam laga tersebut. Pramono hanya berdoa agar Persija dapat meraih kemenangan.
“Mengenai skornya berapa saya enggak mau nebak, biasanya kalau saya nebak malah enggak bener begitu ya. Jadi saya berdoa dalam hati untuk menang,” ujar Pramono.
Dia juga berharap, laga yang digelar di Bali itu dapat berlangsung dengan aman. Dengan begitu, tidak ada keributan akibat laga panas tersebut.
“Mudah-mudahan berlangsung aman, nyaman, tertib, tidak ada keributan,” jelas Pramono.
Sementara Persija Jakarta akan melawan Persib Bandung dalam laga semifinal Piala Presiden pada Selasa pukul 16.30 WIB. Setelahnya, akan ada laga antara Persebaya Surabaya dan Arema Malang pada pukul 21.00 WIB.






