Anggota DPR Beri Apresiasi Kepada Polda Kalsel atas Keberhasilan dalam Perang Melawan Narkoba
Anggota Komisi III DPR, Habib Aboe Bakar Al Habsy, menyatakan bahwa narkoba merupakan musuh bersama yang harus diberantas hingga ke akar-akarnya. Ia menekankan bahwa narkoba adalah kejahatan luar biasa yang tidak boleh diberikan ruang sedikit pun.
Habib Aboe, yang berasal dari Daerah Pemilihan I Kalimantan Selatan, hadir dalam acara pemusnahan barang bukti narkotika yang digelar oleh Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan. Dalam kesempatan tersebut, ia memberi apresiasi tinggi kepada Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalsel atas keberhasilan mereka dalam mengungkap jaringan peredaran narkotika lintas provinsi hingga internasional serta memusnahkan barang bukti dalam jumlah besar.
Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam melindungi masyarakat dan mendukung Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. “Saya selaku mitra kerja, atas nama anggota Komisi III DPR RI, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan rasa bangga saya atas capaian luar biasa yang ditunjukkan oleh jajaran Ditresnarkoba Polda Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Habib Aboe menegaskan bahwa pengungkapan kasus dan pemusnahan barang bukti itu bukan sekadar rutinitas penegakan hukum. Namun, hal itu menjadi bukti nyata keseriusan aparat dalam memerangi peredaran gelap narkotika. “Ditresnarkoba Polda Kalsel telah membuktikan kerja kerasnya dalam membongkar jaringan peredaran gelap narkotika lintas provinsi hingga internasional. Ini adalah capaian yang patut diapresiasi,” tambahnya.
Dalam acara tersebut, Habib Aboe mengungkapkan bahwa barang bukti yang dimusnahkan mencapai 172,4 kilogram sabu dan 556 butir ekstasi. Barang bukti ini berasal dari 26 laporan polisi dengan 39 tersangka yang diamankan. Keberhasilan ini diperkirakan telah menyelamatkan 863.033 jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkoba, serta menghemat potensi biaya rehabilitasi hingga Rp 4,3 triliun. Nilai barang bukti mencapai sekitar Rp 311 miliar.
Habib Aboe mengingatkan bahwa ancaman narkoba tidak hanya menyasar individu, tetapi juga masa depan bangsa. “Kita harus sadar betul bahwa narkoba adalah musuh bersama dan ancaman nyata bagi keberlangsungan bangsa,” katanya. Ia menambahkan bahwa dampak narkoba tidak hanya merusak fisik dan mental individu, tetapi juga menghancurkan masa depan generasi muda, meretakkan hubungan keluarga, serta mengancam ketahanan nasional dan stabilitas ekonomi.
“Narkoba adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang tidak bisa kita beri ruang sedikit pun,” tegasnya.
Lebih lanjut, Habib Aboe menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar perang melawan narkoba dapat berjalan secara berkelanjutan. Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, DPR RI, dan seluruh lapisan masyarakat menjadi kunci utama untuk memutus mata rantai peredaran barang haram ini.
“Keberhasilan Ditresnarkoba Polda Kalsel hari ini harus terus kita jaga dan tingkatkan,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Habib Aboe kembali menyampaikan penghargaan kepada jajaran Polda Kalsel atas dedikasi mereka dalam menjaga keamanan masyarakat. “Selamat dan terima kasih kepada Polda Kalimantan Selatan beserta seluruh jajaran atas dedikasi tanpa lelah demi menjaga Banua kita tercinta tetap aman dan bersih dari narkoba. Maju terus Polda Kalsel, tetap semangat jaga benteng pertahanan bangsa,” kata Habib Aboe Bakar Al Habsy.







