Memperluas Jejaring BIPA ASEAN melalui Kolaborasi Internasional
Fakultas Ilmu Sosial, Budaya, dan Politik (FISBP) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur terus memperkuat jejaring internasional dalam pengembangan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Inisiatif ini dilakukan melalui kerja sama dengan dua institusi ternama di kawasan Asia Tenggara, yaitu Universiti Malaya di Malaysia dan Sarasas Suvarnabhumi Institute of Technology (SSVIT) di Thailand.
Kolaborasi antara FISBP UPN Veteran Jawa Timur dan Universiti Malaya dilakukan melalui kegiatan International Academic Collaboration di Faculty of Education, Universiti Malaya. Kegiatan ini membuka peluang kerja sama di berbagai bidang seperti penelitian, pendidikan, publikasi internasional, pengabdian kepada masyarakat, mobilitas akademik, hingga pengembangan BIPA sebagai instrumen diplomasi bahasa dan budaya Indonesia di kawasan ASEAN.
Penelitian yang dipimpin oleh Dewi Puspa Arum, S.Pd., M.Pd. ini memiliki tema Arsitektur Konseptual Ekosistem Jejaring Kemitraan BIPA ASEAN untuk Diplomasi Bahasa dan Budaya Indonesia. Tujuan utamanya adalah tidak hanya menghasilkan publikasi dan model konseptual, tetapi juga membangun kemitraan nyata antarlembaga pendidikan di kawasan ASEAN.
Dewi menjelaskan bahwa BIPA tidak hanya berkaitan dengan pembelajaran bahasa, tetapi juga menjadi sarana diplomasi budaya dan penguatan hubungan antarmasyarakat di kawasan. Pengembangan BIPA membutuhkan jejaring yang melibatkan perguruan tinggi, pengajar bahasa, peneliti, mahasiswa, serta lembaga pendidikan di berbagai negara.
Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian dilakukan melalui pendekatan multi-country research engagement dengan menggali pengalaman dan praktik baik dari sejumlah institusi di Asia Tenggara. Masukan dari mitra di Malaysia dan Thailand menjadi data penting dalam merumuskan model jejaring BIPA ASEAN yang adaptif dan berkelanjutan.
Kolaborasi dengan Universiti Malaya berawal dari komunikasi akademik antara Dewi Puspa Arum dan Dr. Ali Sorayyaei Azar, akademisi Department of Language and Literacy Education, Faculty of Education, Universiti Malaya. Hubungan akademik tersebut kemudian dikembangkan menjadi pembicaraan kelembagaan mengenai peluang penelitian bersama, publikasi pada jurnal bereputasi internasional, penulisan buku referensi, pengembangan BIPA, hingga pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat berskala internasional.
“Kerja sama internasional yang berkelanjutan harus dibangun berdasarkan kepercayaan, kesetaraan, dan kesamaan visi. Kolaborasi semacam ini diharapkan tidak berhenti pada pertemuan, tetapi menghasilkan program yang memberikan manfaat nyata bagi kedua institusi,” kata Dr. Ali.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi Indonesia mengikuti tur akademik di Faculty of Education, Universiti Malaya. Tim mempelajari lingkungan pembelajaran, fasilitas akademik, laboratorium, serta pusat penelitian yang mendukung pelaksanaan pendidikan dan riset. Agenda kemudian dilanjutkan dengan diskusi mengenai pengembangan jejaring akademik internasional, penelitian lintas negara, publikasi bersama, International Community Service, dan penulisan buku referensi oleh akademisi Indonesia dan Malaysia.
Pembahasan juga difokuskan pada pengembangan BIPA sebagai instrumen untuk memperkenalkan bahasa, budaya, dan identitas Indonesia kepada masyarakat internasional. Sebagai bagian dari pertukaran pengetahuan, delegasi Indonesia menyerahkan Buku BIPA Bisnis kepada Faculty of Education, Universiti Malaya. Buku tersebut dirancang untuk mendukung pembelajaran bahasa Indonesia dalam konteks komunikasi profesional dan dunia bisnis internasional.
Pertemuan dengan Universiti Malaya juga menghasilkan sejumlah rencana tindak lanjut. Kedua pihak akan menyusun Letter of Intent sebagai bentuk komitmen awal kerja sama. Setelah dokumen tersebut disepakati, kedua institusi akan melakukan pembahasan teknis untuk menyelaraskan ruang lingkup program, mekanisme pelaksanaan, serta substansi Memorandum of Agreement.

UPN Veteran Jatim memperkuat jejaring BIPA ASEAN melalui kolaborasi dengan Universiti Malaya Malaysia dan Sarasas Suvarnabhumi Institute Thailand. Foto: Source for JPNN
Selain kerja sama tingkat fakultas, kedua pihak membahas peluang penyusunan Memorandum of Understanding antara UPN Veteran Jawa Timur dan Universiti Malaya. Dokumen tersebut diharapkan menjadi payung kolaborasi yang lebih luas dalam bidang pendidikan, riset, publikasi, pertukaran akademik, dan inovasi pembelajaran.
Dalam pelaksanaan penelitian, Dewi Puspa Arum didampingi Eni Nurhayati, S.Pd., M.Pd. dari Universitas Negeri Surabaya. Tim juga melibatkan Intan Fairuz Hudiyah dari UPN Veteran Jawa Timur, Ranti Nur Syahira dari Universitas Airlangga, serta Aa’isyah Salwa Nur Nabiilah, S.Ak., alumni Universitas Diponegoro, sebagai asisten peneliti. Para asisten peneliti terlibat dalam pengumpulan data, observasi lapangan, dokumentasi ilmiah, dan penyusunan bahan analisis.
Pelibatan mahasiswa dan alumni lintas perguruan tinggi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas peneliti muda dalam kegiatan akademik internasional.
Selain Malaysia, tim peneliti juga melakukan pengumpulan data di Sarasas Suvarnabhumi Institute of Technology, Thailand. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mendapatkan perspektif pembanding mengenai pembelajaran bahasa, internasionalisasi pendidikan, dan pola kemitraan antarinstansi di kawasan ASEAN.
Tim mendapatkan dukungan dari President SSVIT Dr. Anusorn Nampradit. Diskusi akademik juga melibatkan Dr Rattanaporn Muhry selaku Assistant Head of English Center SSVIT, Mrs. Taweeporn Taemkaew selaku Deputy Director Sarasas Witaed Bangbon School, serta Mrs. Ratsamee Prata selaku tenaga kependidikan dari SSVIT.

UPN Veteran Jatim memperkuat jejaring BIPA ASEAN melalui kolaborasi dengan Universiti Malaya Malaysia dan Sarasas Suvarnabhumi Institute Thailand. Foto: Source for JPNN
Dr Anusorn menilai pengembangan jejaring BIPA dapat memperkuat hubungan akademik dan kebudayaan antara Indonesia dan Thailand. “Kerja sama dalam pendidikan dan pembelajaran bahasa dapat menjadi jembatan untuk meningkatkan pemahaman antarmasyarakat ASEAN. Kami menyambut baik peluang kolaborasi yang dikembangkan melalui penelitian ini,” kata Dr. Anusorn.
Dukungan tersebut didapatkan setelah tim peneliti menyampaikan bahwa perspektif dari Malaysia dan Thailand akan digunakan sebagai dasar empiris dalam menyusun arsitektur konseptual ekosistem jejaring kemitraan BIPA ASEAN.







