Penyerahan Diri Terduga Pelaku Penganiayaan dalam Tawuran di Amurang Timur
Setelah dilakukan pengejaran selama dua hari, seorang terduga pelaku penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dalam insiden tawuran antarkelompok di Kecamatan Amurang Timur, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), akhirnya menyerahkan diri kepada pihak kepolisian. Terduga pelaku diketahui bernama Nofry J. Piay alias Nonong. Ia menyerahkan diri di Mapolres Minsel pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 18.30 WITA.
Kasus ini berkaitan dengan peristiwa penganiayaan yang menyebabkan tewasnya Varry S.M. Repi dalam insiden di Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di depan Kafe Kopi Singgah, Kelurahan Ranomea, Kecamatan Amurang Timur, Minsel, Sulawesi Utara (Sulut) pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 01.00 WITA.
Kasat Reskrim Polres Minahasa Selatan Iptu Stefi Sumolang saat dikonfirmasi Tribun Manado via telepon membenarkan hal ini. Menurutnya, saat menyerahkan diri, terduga pelaku membawa sebuah tas. Namun, barang bukti yang diduga digunakan dalam aksi penganiayaan tersebut tidak lagi berada dalam penguasaannya.
Berdasarkan keterangan awal kepada penyidik, terduga pelaku mengaku telah membuang barang bukti setelah kejadian. Ia mengaku tidak lagi mengingat lokasi tempat barang bukti tersebut dibuang karena saat itu berada dalam kondisi panik dan ketakutan usai peristiwa tersebut.
Saat ini, terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Minsel. Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap secara menyeluruh kronologi dan fakta-fakta dalam kasus tersebut. Selain melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku, penyidik juga terus melakukan pencarian terhadap barang bukti yang diduga digunakan dalam peristiwa penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Polres Minahasa Selatan masih terus mendalami kasus tersebut untuk melengkapi proses penyidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kronologi Tawuran
Varry Semuel Marco Repi adalah seorang pemuda yang tewas dalam tawuran antarkelompok anak muda di Amurang Timur, Kabupaten Minsel, Sulut. Peristiwa yang menghebohkan warga ini terjadi pada Jumat (31/7/2026) dini hari sekira pukul 01.00 WITA. Bentrokan ini melibatkan dua kelompok yakni kelompok dari Kelurahan Bitung dan kelompok dari Kelurahan Ranomea.
Awalnya, kedua kelompok terlibat aksi saling lempar batu yang kemudian berujung pada bentrok fisik. Berdasarkan keterangan Kasat Reskrim Polres Minahasa Selatan Iptu Stefi Sumolang, peristiwa ini berawal dari saling lempar batu karena ada masalah setelah itu lanjut ke bentrok fisik. Dalam insiden tersebut, Varry mengalami luka tikam di bagian dada sebelah kiri. Korban ditemukan dalam kondisi terluka dan bersimbah darah.
Hingga saat ini, pelaku penikaman masih belum diketahui identitasnya. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Gegerkan Warga
Insiden tersebut menggegerkan warga setempat dan memicu perhatian aparat keamanan. Hal ini dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Minahasa Selatan Iptu Stefi Sumolang saat dikonfirmasi via telepon. Menurutnya, tawuran antara anak muda ini terjadi secara kecil-kecilan. “Bener tawuran kecil-kecil antara anak muda saja,” tutur Kasat.
Menurutnya, satu orang meninggal dunia akibat peristiwa ini. “Ada yang meninggal dunia,” jelasnya. Kata dia, saat ini anggota masih berada di lokasi untuk mengamankan situasi dan melakukan penyelidikan.
Warga diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta tidak menyebarkan foto maupun video yang dapat memperkeruh suasana. “Untuk kronologi lengkapnya kita masih melakukan penyelidikan saat ini,” pungkasnya.







