Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Ahli Ekonomi AS Terancam Kehilangan Dukungan Sekutu Akibat Perang dengan Iran

    23 Agustus 2026

    Ramalan Zodiak 21 Agustus 2026: Virgo Latihan Yoga, Libra Tetap Aktif

    23 Agustus 2026

    Askrindo Dukung 512 Proyek Strategis Senilai Rp261,9 Triliun

    23 Agustus 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 23 Agustus 2026
    Trending
    • Ahli Ekonomi AS Terancam Kehilangan Dukungan Sekutu Akibat Perang dengan Iran
    • Ramalan Zodiak 21 Agustus 2026: Virgo Latihan Yoga, Libra Tetap Aktif
    • Askrindo Dukung 512 Proyek Strategis Senilai Rp261,9 Triliun
    • Menteri Zulhas: Pengelolaan Sampah Banyuwangi Terbaik di Indonesia
    • Bitcoin tembus $70 ribu, apa kaitannya dengan obligasi AS?
    • Ibu Rumah Tangga Tewas Ditembak Saat Lawan Pemaksaan OPM Bersama 8 Anak Lainnya
    • Kadin dan 5 Asosiasi P3MI Dorong Penempatan PMI Jasa Rumah Tangga ke Timur Tengah
    • Destinasi Wisata Seru untuk Keluarga di Pulau Rottnest
    • 5 Tips untuk Overthinker yang Mengambil Keputusan Penting, Menurut Psikologi
    • GIIAS Surabaya 2026: Pameran Lebih Luas, Merek Terbanyak
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»Ahli Ekonomi AS Terancam Kehilangan Dukungan Sekutu Akibat Perang dengan Iran

    Ahli Ekonomi AS Terancam Kehilangan Dukungan Sekutu Akibat Perang dengan Iran

    adm_imradm_imr23 Agustus 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Keterisolasi, AS Menghadapi Perubahan Politik di Kawasan

    Amerika Serikat (AS) semakin ditinggalkan oleh sekutu-sekutunya dalam konflik dengan Iran, terutama di tengah kebuntuan yang berlangsung lama dan meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz. Dosen Hubungan Internasional BINUS University, Tia Mariatul Kibtiah, menilai bahwa posisi AS saat ini semakin terisolasi karena tidak banyak negara yang bersedia terlibat langsung dalam konflik tersebut.

    Menurut Tia, negara-negara cenderung mengutamakan kepentingan nasional masing-masing dan mulai menunjukkan sikap yang tidak sepenuhnya sejalan dengan Washington. Hal ini terlihat dari tidak adanya keterlibatan aktif NATO maupun Uni Eropa dalam perang AS melawan Iran. Bahkan, negara-negara Timur Tengah juga mulai menunjukkan perubahan sikap terhadap Washington.

    “

    Makanya dia kan sendirian sekarang. Mana ada Uni Eropa, NATO, anggota NATO. Aliansi Timur Tengah sendiri malah ada agreement Mekkah yang dibentuk oleh Saudi, Turki dan Pakistan,” ujarnya.

    Perubahan sikap negara-negara di kawasan tersebut merupakan indikasi adanya pergeseran politik Timur Tengah. Tia mencontohkan Arab Saudi yang selama ini dikenal dekat dengan AS kini mulai membuka komunikasi dengan Iran. Sementara Oman juga disebut semakin berani mengambil sikap sendiri meski mendapat tekanan dari Washington.

    “Saudi sudah mulai bicara dengan Iran. Padahal Iran itu musuh dalam jangka histori yang cukup panjang sekali. Ah, iya. Tapi sekarang sudah mau bicara,” kata Tia.

    Jika Presiden Donald Trump terus mempertahankan pendekatan konfrontatif terhadap Iran, Tia memperkirakan AS bukan hanya menghadapi persoalan di medan perang, tetapi juga risiko kehilangan dukungan politik dari negara-negara lain.

    “Kalau Trump terus bersikap seperti itu, dia akan kalah di domestik, Republik ini. Yang kedua, akan ditinggalkan banyak negara karena memang secara tujuan perang juga dari awal sudah salah, hasilnya akan salah,” tuturnya.

    Perubahan Lanskap Geopolitik Akibat Konflik

    Pengamat intelijen dan keamanan Universitas Indonesia, Stanislaus Riyanta, juga melihat adanya potensi perubahan lanskap geopolitik akibat perang berkepanjangan antara AS dan Iran. Menurut Stanislaus, perang yang berlangsung selama berbulan-bulan menunjukkan bahwa kemampuan militer AS tidak serta-merta membuat Iran menyerah.

    “Ini akan mengubah landscape geopolitik bahwa Amerika tidak lagi menjadi negara yang besar dan tidak diakui oleh negara-negara lain sebagai negara yang paling besar lagi,” kata Stanislaus.

    Sebaliknya, Iran justru dinilai berhasil menunjukkan kemampuan bertahan menghadapi tekanan militer AS. Stanislaus menilai kondisi tersebut berpotensi mendorong negara-negara lain untuk tidak lagi sepenuhnya bergantung pada AS.

    “Amerika bisa keteteran ketika nanti memutuskan bahwa ya tidak perlu kerja sama dengan Amerika lagi,” katanya.

    Ketahanan Iran dan Dukungan Luar Negeri

    Tia menilai Iran memiliki ketahanan politik dan sosial yang membuat negara tersebut sulit ditumbangkan. Berbeda dengan sejumlah negara Timur Tengah yang sebelumnya berhasil dijatuhkan dalam konflik dengan AS, Iran dinilai memiliki masyarakat yang relatif solid.

    Kondisi tersebut membuat konflik AS-Iran berpotensi berlangsung lebih lama, sementara ketegangan di Selat Hormuz belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Stanislaus memperkirakan Iran akan tetap bertahan menghadapi tekanan AS.

    “Iran masih sulit untuk dikalahkan dan Amerika akan sangat sulit mengalahkan Iran,” ujarnya.



    Tia menilai sistem Velayat-e Faqih membuat rakyat Iran tetap loyal secara ideologis kepada pemimpinnya, sementara ekonominya relatif mandiri dan dibantu China serta Rusia untuk penjualan minyak. Hal ini memberikan daya tahan yang kuat bagi Iran dalam menghadapi tekanan internasional.

    Dengan situasi ini, AS harus mempertimbangkan kembali strateginya dalam menghadapi Iran, karena pergeseran politik di kawasan dan ketahanan Iran menjadikan konflik ini lebih kompleks daripada yang diperkirakan.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Rudal dan Drone Iran Ancam Pangkalan AS di Eropa, Konflik Membesar

    By adm_imr23 Agustus 20261 Views

    Jadwal dan Pendaftaran Guatemala International Challenge 2026 Dibuka hingga 25 Agustus

    By adm_imr23 Agustus 20260 Views

    Iran Tantang Trump, Klaim California sebagai Wilayah Baru

    By adm_imr22 Agustus 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Ahli Ekonomi AS Terancam Kehilangan Dukungan Sekutu Akibat Perang dengan Iran

    23 Agustus 2026

    Ramalan Zodiak 21 Agustus 2026: Virgo Latihan Yoga, Libra Tetap Aktif

    23 Agustus 2026

    Askrindo Dukung 512 Proyek Strategis Senilai Rp261,9 Triliun

    23 Agustus 2026

    Menteri Zulhas: Pengelolaan Sampah Banyuwangi Terbaik di Indonesia

    23 Agustus 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?