Penyanderaan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika
Komandan Kodim 1710/Mimika Letnan Kolonel Infanteri Jozanda menyampaikan pernyataan terkait tindakan penyanderaan sembilan orang perempuan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Menurutnya, tindakan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata adalah tindakan tidak manusiawi dan sangat keji.
Ia menjelaskan bahwa para pelaku membawa anak-anak perempuan dengan paksa dan bahkan menembak orang tua mereka saat mencoba mencegah anak-anak tersebut dibawa. “Ini adalah perbuatan yang sangat tidak manusiawi,” ujarnya.
Saat ini, aparat TNI-Polri sedang melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata tersebut. Letnan Kolonel Infanteri Jozanda berharap agar prajurit TNI-Polri yang bertugas di sana diberikan kemudahan dan keselamatan dalam melaksanakan tugas mereka.
Selain itu, TNI juga akan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengirimkan bantuan makanan kepada masyarakat di Distrik Jila yang mengalami kekurangan bahan makanan. “Besok kami akan mendukung helikopter untuk mendropkan makanan karena masyarakat di sana trauma dan tidak berkebun pasca kejadian itu sehingga bahan makanan juga berkurang,” tambahnya.
Daftar Korban yang Disandera
Polisi setempat melaporkan bahwa para korban yang disandera mayoritas masih berusia remaja dan anak-anak sekolah, antara lain:
- Nemerina Wamang (17) – Kondisi hamil muda, Kampung Pilikogom
- Alin Mesawarol – Siswi Kelas 6 SD, Kampung Jila
- Nopi Aim – Siswi Kelas 4 SD, Kampung Jila
- Opinte Mesawaro – Siswi Kelas 3 SD, Kampung Jila
- Meria Nibilingame (15) – Kampung Pilikogom
- Miante Nibilingame (13) – Kampung Bunaraigin
- Yotina Senawatme (18) – Kampung Noema
- Ilimin Onawame (18) – Kampung Noema
- Wena Katagame (18) – Kampung Bunaraigin
Penyangkalan dari Kelompok Bersenjata
Kelompok bersenjata Papua Merdeka membantah melakukan penculikan maupun penyanderaan terhadap sembilan warga sipil di Mimika, Papua Tengah. Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB – OPM) Sebby Sambom mengatakan tudingan Polri tersebut merupakan provokasi dan propaganda untuk menyebarluaskan informasi negatif tentang kelompok prokemerdekaan.
“Itu hanya propaganda yang dibikin militer Indonesia,” kata Sebby saat dihubungi dari Jakarta, pada Kamis (20/8/2026). Ia menegaskan bahwa pasukan TPNPB-OPM yang tersebar di seluruh wilayah Papua tidak menargetkan warga biasa dalam perlawanan bersenjata dengan aparat bersenjata Indonesia. “Pasukan TPNPB tidak menargetkan warga sipil,” tambahnya.
Pengumpulan Data dan Langkah Koordinasi
Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Sikumbang menyampaikan bahwa TNI saat ini terus berkoordinasi untuk mengambil langkah guna mengamankan warga Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, yang dilaporkan dibawa atau disandera KKB.
Saat ini dalam tahap pengumpulan data-data untuk memastikan langkah-langkah yang akan diambil dalam upaya mencari masyarakat yang dibawa KKB. “Hal itu dilakukan demi mengamankan masyarakat di wilayah itu termasuk saat mengamankan warga yang dilaporkan di bawa KKB,” katanya.
Dikatakan, saat ini Danrem 173/PVB sedang berada di Timika untuk berkoordinasi terkait kasus tersebut, dan Pemda Mimika juga berupaya untuk memberikan bantuan ke masyarakat.
Sebelumnya, Rabu (19/8) Korem 173/PVB dan Koops TNI sudah berkunjung ke Jila dan kondisi keamanan di wilayah itu berangsur kondusif. “Langkah-langkah keamanan sudah dikoordinasikan agar wilayah tersebut kembali kondusif,” ujar Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Sikumbang.
Sebelumnya KKB dilaporkan sejak Senin (17/8) dan Selasa (18/8) membawa sembilan orang perempuan di Kampung Pasir Putih, Distrik Jila, Kabupaten Mimika.







