Ringkasan Berita:
- Pengikut asal Kabupaten Tasikmalaya berangkat menuju Muktamar Nahdlatul Ulama yang ke-35 di Jombang.
- Pemberangkatan dibagi ke dalam beberapa kelompok dengan menggunakan bus dan kereta api mulai tanggal 25 Agustus 2026.
- Jumlah bus yang membawa peserta mengalami peningkatan besar, dari 10 bus menjadi 23 bus.
Laporan jurnalis Infomalangraya.com, Jaenal Abidin
Infomalangraya.com, KABUPATEN TASIKMALAYA –Para peserta dari Kabupaten Tasikmalaya mulai diberangkatkan untuk menghadiri Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang diselenggarakan di Jombang, Jawa Timur.
Namun, keberangkatannya dibagi menjadi beberapa kelompok dengan hari yang berbeda, masing-masing diikuti oleh MWC NU setiap kecamatan.
Rombongan Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah MWC NU telah berangkat lebih dulu pada Selasa (25/8/2026) pukul 20.00 WIB dengan menggunakan dua bus.
MWC NU Cikatomas berangkat dengan satu bus pada Selasa, 25 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB, sedangkan MWC NU Salopa berangkat pada Selasa, 25 Agustus 2026 pukul 13.00 WIB.
Sementara untuk MWC NU Jatiwaras, keberangkatan dilakukan pada hari yang sama pukul 20.00 WIB dengan menggunakan satu buah bus.
Sementara itu, PCNU Kabupaten Tasikmalaya berangkat pada hari Rabu, 26 Agustus 2026 sekitar pukul 15.30 WIB menggunakan satu bus.
Sementara itu, MWC NU Cineam akan diadakan pada hari Rabu, 26 Agustus 2026 pukul 05.30 WIB menggunakan 1 bus.
Untuk MWC Tasik Utara, keberangkatan bersama dilakukan pada hari Rabu, 26 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB dengan menggunakan 3 bus yang sama-sama dinaiki oleh MWC Tanjungjaya dan Singaparna.
Untuk hari ini, Kamis, 27 Agustus 2026, MWC NU Manonjaya akan berangkat pukul 16.00 WIB bersama MWC Leuwisari menggunakan dua bus.
Pada tanggal 28 Agustus 2026, MWC NU Sariwangi akan berangkat pukul 16.00 WIB bersama MWC NU Pancatengah menggunakan dua bus.
“Jika hingga saat ini justru meningkat menjadi 23 bus, yang sebelumnya hanya 10 bus muktamirin yang ikut ke Jombang,” kata Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya Drs. KH Atam Rustam saat diwawancarai Infomalangraya.com, Kamis (27/8/2026).
Pemimpin yang pernah menjabat sebagai Kepala MAN 2 Tasikmalaya, menyampaikan keberangkatan muktamirin ini sebagai wujud dukungan terhadap terselenggaranya muktamar NU, meskipun tidak semua yang memiliki hak suara.
Ada 4 pihak yang memiliki hak suara dalam Muktamar ke-35 NU, yaitu Rais Syuriah, Katib, Ketua Tanfidziyah, dan Sekretaris,” kata KH Atam, yang pernah menjadi kandidat Bupati Tasikmalaya dalam pemilihan kepala daerah tahun 2024.
Selanjutnya, calon Ketua Umum NU saat ini semakin terbatas pada beberapa nama, yaitu Gus Yahya dan KH Nasarudin Umar. Gus Yahya atau KH Yahya Cholil Staquf merupakan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang sedang menjabat, sementara Nasarudin Umar adalah seorang ulama dan dosen tafsir Al-Quran Indonesia yang menjabat sebagai Menteri Agama Indonesia ke-25 sejak 21 Oktober 2024 dalam Kabinet Merah Putih serta menjadi Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta.
Keduanya adalah wajah lama namun tetap menjadi kandidat paling kuat dalam Muktamar ke-35 ini.
KH Atam, yang merupakan keturunan dari Pahlawan Nasional Indonesia, KH. Zainal Musthafa, berharap tokoh ketua umum PBNU ini mampu melindungi dan membimbing anggota Nahdlatul Ulama serta memiliki visi yang sama dalam mengembangkan organisasi Islam terbesar tersebut.
Siapa pun yang menjadi ketua NU tidak menjadi masalah, yang terpenting adalah mampu melindungi masyarakat Nahdlatul Ulama secara nasional serta menjalin hubungan yang baik dengan luar negeri demi kemajuan NU,” ujar tokoh pendiri Pondok Pesantren Sukamanah, Tasikmalaya.
KH Atam bersama para muktamirin yang sudah lebih dulu berangkat dan tiba di lokasi acara.
“Alhamdulillah sudah tiba di lokasi, dan kebetulan saya beserta para muktamirin naik kereta, sedangkan MWC yang lain menggunakan bus,” ujar KH Atam.(*)
Buka berita-berita Infomalangraya.com di Google News






