TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PASURUAN – Perhatian Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo terhadap pendidikan anak usia dini (PAUD) mendapat apresiasi di tingkat nasional.
Bupati yang akrab disapa Mas Rusdi itu meraih Anugerah Adhi Bhakti HIMPAUDI dalam rangkaian peringatan HUT ke-21 Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) di Trans Studio Mall Cibubur, Senin (31/8/2026) pagi.
Penghargaan itu diserahkan Ketua Umum PP HIMPAUDI Betty Nuraini bersama Dewan Penasehat PP HIMPAUDI Gusnawirta Taib kepada Mas Rusdi.
Dalam ajang tersebut, Mas Rusdi meraih peringkat pertama untuk kategori pemerintah daerah kabupaten sekaligus kepala daerah yang dinilai memiliki komitmen tinggi dan kepedulian terhadap pendidikan anak usia dini.
Penghargaan tersebut diberikan atas berbagai kebijakan dan program yang dinilai mendukung perkembangan PAUD di Kabupaten Pasuruan.
Diantaranya pemberian insentif bagi pendidik PAUD, bantuan alat permainan edukatif (APE), pengembangan pembelajaran inovatif serta peningkatan kapasitas dan kapabilitas tenaga pendidik.
Pemkab Pasuruan juga memberikan dukungan terhadap pengembangan organisasi HIMPAUDI sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan anak usia dini.
Bagi Mas Rusdi, penghargaan tersebut menjadi kejutan. Ia mengaku tidak mengetahui sebelumnya jika komitmen pemerintah daerah terhadap PAUD mendapatkan apresiasi melalui Anugerah Adhi Bhakti HIMPAUDI.
Menurutnya, penghargaan bukanlah tujuan utama dari berbagai program yang dijalankan pemerintah.
Yang terpenting adalah memastikan kebijakan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Yang terpenting bagi saya adalah bagaimana setiap program yang dijalankan dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat,” kata Mas Rusdi.
Ia menjelaskan, perhatian terhadap PAUD tidak hanya berkaitan dengan proses pembelajaran di dalam kelas.
Pemerintah juga perlu memastikan tumbuh kembang anak berjalan secara optimal sejak usia dini.
“Contohnya PAUD. Yang kita perhatikan adalah perkembangan keterampilan dan kemampuan anak. Jangan sampai ada anak kena stunting,” ujarnya.
Mas Rusdi juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas tenaga pendidik.
Menurutnya, kemampuan guru PAUD harus terus ditingkatkan agar mampu memberikan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.
“Bagaimana skill gurunya harus di-upgrade, termasuk kesejahteraan para guru PAUD agar mengajarnya semakin semangat,” lanjutnya.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini ikut berkomitmen memajukan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Pasuruan.
Secara khusus, Mas Rusdi mengapresiasi HIMPAUDI Kabupaten Pasuruan serta para pendidik PAUD yang terus berperan dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi penyemangat untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, pendidik, organisasi dan masyarakat dalam membangun pendidikan sejak usia dini.
Mas Rusdi berharap dukungan terhadap PAUD terus dilanjutkan, termasuk dalam rangka menyambut kebijakan wajib belajar prasekolah selama satu tahun.
“Sepertinya tidak sia-sia ketika semua hal baik kita dukung, salah satunya dalam rangka mendukung wajib belajar (Wajar) prasekolah satu tahun,” harapnya.
Ia menilai pendidikan anak usia dini memiliki posisi penting dalam menyiapkan generasi sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar.
Karena itu, perhatian terhadap kualitas pembelajaran, kemampuan guru, sarana pendukung hingga tumbuh kembang anak perlu dilakukan secara bersama-sama.
Anugerah Adhi Bhakti HIMPAUDI yang diterima Mas Rusdi menjadi bentuk apresiasi atas komitmen tersebut.
Namun, bagi Pemerintah Kabupaten Pasuruan, penghargaan itu sekaligus menjadi dorongan untuk terus meningkatkan perhatian terhadap pendidikan anak usia dini.
(Galih Lintartika/TribunJatimTimur.com)







