:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PSMS-Medan-umumkan-kebijakan-penukaran-tiket-online.jpg)
Infomalangraya.com, MEDAN – Kebijakan penukaran tiket online menjadi gelang untuk pertandingan PSMS Medan kontra Persija Jakarta menuai polemik di kalangan suporter.
Keputusan manajemen PSMS Medan tersebut mendapat sorotan setelah diumumkan melalui unggahan resmi akun Instagram klub pada Senin (2/11/2026) malam.
Kebijakan itu mengharuskan penonton yang telah membeli tiket secara online untuk terlebih dahulu menukarkannya dengan gelang di kawasan Perumahan Citraland Tanjung Morawa sebelum memasuki Stadion Utama Sumatra Utara.
Penukaran tiket tersebut dibuka mulai pukul 07:00 hingga 20:00 WIB.
Pengumuman tersebut langsung mendapat beragam komentar pedas dari suporter. Sejumlah suporter menyampaikan kekecewaan melalui kolom komentar akun Instagram resmi PSMS Medan. Mereka menilai kebijakan penukaran tiket yang sebelumnya sudah dibeli secara online justru menambah tahapan dan merepotkan penonton.
Salah satu komentar datang dari akun Jodykapriko yang mengungkapkan kekecewaannya terhadap keputusan tersebut.
“Sama kalian aja lah bola itu pelak,” tulisnya di kolom komentar unggahan PSMS Medan.
Menanggapi polemik tersebut, Presiden PSMS Medan, Fendi Jonathan, menjelaskan bahwa kebijakan penukaran tiket online menjadi gelang dilakukan untuk mengantisipasi praktik percaloan dan kebocoran tiket.
Menurutnya, manajemen berkaca dari sejumlah pertandingan sebelumnya yang berlangsung dengan antusiasme tinggi. Dalam beberapa pertandingan tersebut, ditemukan indikasi kebocoran tiket yang berpotensi merugikan manajemen klub.
Terlebih, pertandingan menghadapi Persija Jakarta diperkirakan akan dipadati penonton dengan jumlah mencapai 20.000 orang.
Karena itu, manajemen memilih menerapkan sistem gelang sebagai upaya memperketat pengawasan tiket sekaligus memastikan seluruh penonton masuk menggunakan tiket yang sah.
“Kita berkaca dari beberapa pertandingan yang sudah ramai. Ternyata banyak kebocoran-kebocoran dan calo. Sekarang ini pertandingan cukup penuh, stadion sampai 20.000-an. Jadi, kita tukar gelang dulu. Memang akan lebih ribet, tetapi ini akan menghindari calo dan kebocoran ke manajemen,” ujar Fendi melalui seluler kepada Tribun Medan
Ia menjelaskan, setiap penonton yang melakukan penukaran tiket online nantinya akan langsung dipasangkan gelang di lokasi penukaran.
Gelang tersebut wajib tetap dikenakan hingga penonton memasuki area stadion. Apabila gelang rusak atau terputus, maka gelang tersebut tidak dapat digunakan kembali sebagai akses masuk.
Dengan sistem tersebut, petugas di pintu masuk stadion hanya perlu melakukan pemindaian gelang untuk memverifikasi akses penonton.
“Pada saat penukaran online ke gelang, mereka akan langsung menggunakan gelang di tangannya. Jadi, pada saat masuk ke gate stadion mereka sudah memakai gelang dan itu tidak dicopot lagi. Kalau disobek artinya tidak bisa digunakan lagi. Jadi, ketika masuk gate tinggal di-scan. Jadi, calo tidak bisa,” jelasnya.
Terkait lokasi penukaran, Fendi menyebut manajemen memilih kawasan Citraland yang berada tidak jauh dari Stadion Utama Sumatra Utara.
Pemilihan lokasi tersebut bukan tanpa alasan. Manajemen ingin menghindari penumpukan massa di sekitar stadion, mengingat pertandingan ini mendapat antusias tinggi dari suporter kedua tim.
Selain itu, pengaturan arus kedatangan penonton juga menjadi pertimbangan penting.
Ia mencontohkan pertandingan kandang PSMS Medan di Pegadaian Championship 2026/2027, tingginya antusiasme penonton sempat menyebabkan kepadatan dan kemacetan di sekitar kawasan stadion.
“Kita juga berkaca dengan pertandingan terakhir yang sudah cukup ramai di depan stadion. Itu terjadi kemacetan. Jadi, ketika kita mengambil lokasi yang dekat dengan stadion di Citraland, setelah pengambilan gelang bisa langsung menuju ke stadion, jadi tidak mepet-mepet datangnya,” katanya.
Fendi menambahkan, manajemen juga menyiapkan sejumlah tenda berdasarkan kategori tiket di lokasi penukaran.
Setiap kategori akan memiliki tempat pelayanan masing-masing, termasuk tiket bundling dan kategori lainnya.
“Jadi nanti di Citraland, setiap kategori tiket ada tendanya masing-masing. Semisal kategori bundling ada tenda masing-masing dan kategori yang lain. Jadi, tidak ada penumpukan. Itu juga alasan kita membuka penukaran sejak pagi supaya tidak ada penumpukan,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Pertandingan PSMS Medan kontra Persija Jakarta dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Sumatra Utara, Selasa (3/11/2026).
Laga pembuka League Cup 2026/2027 ini diprediksi berlangsung dengan atmosfer meriah seiring tingginya antusiasme suporter kedua tim.
Hal ini terbukti dengan habis terjualnya seluruh tiket pertandingan sehari sebelum laga digelar.
Berdasarkan pantauan Tribun Medan melalui laman resmi penjualan tiket PSMS Medan di psms.id, Senin (2/11/2026), seluruh kategori tiket pertandingan sudah ludes terjual.
Menariknya, tingginya minat penonton tersebut tetap terjadi meskipun harga tiket mengalami kenaikan dibandingkan pertandingan PSMS Medan di kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027.
Seluruh kategori tiket, mulai dari corporate box hingga tribun suporter, tidak lagi tersedia untuk dibeli. Adapun harga tiket pertandingan ini sebelumnya dibanderol bervariasi, mulai dari Rp79.200 hingga Rp750 ribu, tergantung kategori dan lokasi tempat duduk.
Habisnya seluruh tiket sehari sebelum pertandingan menjadi gambaran besarnya antusiasme masyarakat terhadap PSMS Medan.
Terlebih, kehadiran Persija Jakarta sebagai lawan tanding turut menambah daya tarik pertandingan yang mempertemukan dua klub dengan basis suporter besar tersebut.
(Cr29/Infomalangraya.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan








