Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Cuaca Malang-Kota Batu Hari Ini: Pujon Kabut dan Berawan

    2 Februari 2026

    Tujuh destinasi keluarga penuh misteri di Indonesia

    2 Februari 2026

    3 Prompt AI Ini Membuatmu Merasakan Berkendara Santai di Lingkungan Pedesaan

    2 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 2 Februari 2026
    Trending
    • Cuaca Malang-Kota Batu Hari Ini: Pujon Kabut dan Berawan
    • Tujuh destinasi keluarga penuh misteri di Indonesia
    • 3 Prompt AI Ini Membuatmu Merasakan Berkendara Santai di Lingkungan Pedesaan
    • PCNU Kota Malang Siap Sambut Ratusan Jamaah Mujahadah Kubro
    • Jadwal Kapal Pelni KM Dorolonda Januari-10 Februari 2026: Rute Ambon-Sorong ke Manokwari
    • Masih Relevankah Pasal Santet di KUHP Baru Era Modern?
    • Fakta baru sindikat emak-emak Pasuruan curi susu di Ponorogo, tiga pelaku kabur
    • Jatim Terpopuler: Karangan Bunga Warga Madiun untuk Maidi, Pohon Tumbang di Jalan Tawangmangu
    • Polres Jayawijaya Masih Gunakan KUHP Lama
    • Pasar Gempol Malam Siap Jadi Grosir Sayur Tingkatkan PAD Pasuruan
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Nasional»Kekalahan dari Vietnam Jadi Bencana Memalukan bagi Timnas U-23 Indonesia, Media Korea Soroti Deja Vu

    Kekalahan dari Vietnam Jadi Bencana Memalukan bagi Timnas U-23 Indonesia, Media Korea Soroti Deja Vu

    adm_imradm_imr1 Februari 202629 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



    Kekalahan yang terjadi dalam pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Asia U-23 2026 antara Timnas U-23 Korea Selatan melawan Vietnam menjadi bahan kritik keras dari berbagai media di negara tersebut. Timnas U-23 Korea Selatan harus bersusah payah meraih hasil imbang 2-2 melawan Vietnam dalam waktu normal. Meskipun memiliki keunggulan jumlah pemain selama 30 menit tambahan setelah kartu merah Nguyen Dinh Bac, mereka gagal memanfaatkannya dan akhirnya kalah 6-7 dalam adu penalti.

    Ini adalah pertama kalinya Korea Selatan kalah dari Vietnam di level U-23, setelah sebelumnya memenangkan 6 laga dan bermain imbang 3 kali. Kekalahan ini juga menjadi yang kedua secara berturut-turut dari tim Asia Tenggara di Piala Asia U-23. Sebelumnya, pada perempat final edisi 2024, Korea Selatan juga bermain imbang 2-2 dengan Indonesia sebelum kalah 10-11 dalam adu penalti.

    Kekalahan dari Indonesia juga mencatatkan sejarah baru bagi sepak bola Korea Selatan, yaitu pertama kalinya dalam 40 tahun mereka gagal lolos ke Olimpiade. Hal ini memicu reaksi tajam dari berbagai media Korea Selatan seperti The Fact, Chosun, Yonhap, Osen, Joongang, dan Sports Khan.

    • The Fact menyebut pelatih yang mengalahkan Korea Selatan di dua edisi terakhir Piala Asia U-23 sebagai “bumerang yang menusuk jantung sepak bola negara tersebut.” Mereka menilai bahwa sistem manajemen tim nasional saat ini membutuhkan penilaian ulang serius, termasuk posisi pelatih.
    • Chosun memberitakan dengan judul utama: “Pertandingan ini pantas disebut sebagai bencana memalukan di Jeddah.” Mereka menegaskan bahwa pergantian pelatih tidak dapat dihindari dan hasil saat ini tidak sesuai harapan.
    • Yonhap mengkritik kekalahan Korea Selatan dari Vietnam, yang dianggap sebagai pukulan telak terhadap harga diri negara. Mereka menyoroti bahwa bahkan kekalahan dari Jepang pun tidak seburuk ini.
    • Osen menyoroti perbedaan persiapan antara kedua tim, khususnya dalam adu penalti. Vietnam, yang didukung oleh pelatih kiper Lee Woon-jae, tampak lebih siap dan bereaksi tepat.



    Joongang menyatakan bahwa Korea Selatan menampilkan sepak bola yang hambar dan membosankan. Mereka hampir tidak bisa membenarkan kekalahan mereka.

    Sports Khan mengkritik performa tim dengan menyebut umpan silang yang tidak akurat, tembakan yang kurang bertenaga, serta pemain yang tidak aktif saling mendukung. Mereka menilai bahwa umpan-umpan di sekitar area penalti hanya menambah statistik tanpa nilai nyata.

    Dalam beberapa laporan, media-media tersebut menggunakan kata-kata keras seperti “mengejutkan,” “memalukan,” “menghina,” dan “mengerikan” untuk menggambarkan kekalahan Korea Selatan. Mereka menilai bahwa kekalahan ini bukan hanya tentang hasil, tetapi juga tentang stagnasi dan kemunduran sepak bola Korea Selatan.

    Beberapa analisis menyebutkan bahwa perubahan besar-besaran diperlukan dalam sistem manajemen tim nasional. Mengakui kegagalan dan melakukan restrukturisasi secara berani menjadi satu-satunya cara untuk memperbaiki posisi Korea Selatan di dunia sepak bola internasional.

    Kritik terhadap pelatih juga muncul, terutama karena kekalahan dari Shin Tae-yong (Indonesia) dan Kim Sang-sik (Vietnam) yang dianggap sebagai pengkhianatan terhadap filosofi sepak bola Korea Selatan. Mereka menilai bahwa strategi dan taktik yang digunakan oleh pelatih asal Negeri Ginseng ini berhasil mengungguli tim nasional Korea Selatan.

    Dengan kekalahan ini, sepak bola Korea Selatan dihadapkan pada tantangan besar untuk bangkit dan menemukan kembali identitasnya di kancah internasional.

    Post Views: 66

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Jatim Terpopuler: Karangan Bunga Warga Madiun untuk Maidi, Pohon Tumbang di Jalan Tawangmangu

    By adm_imr2 Februari 20260 Views

    Jejak Karier Irjen Johnny Eddizon Isir, Mantan Ajudan Jokowi dengan Kekayaan Rp7 Miliar

    By adm_imr2 Februari 20260 Views

    Sumber Kekayaan Soegeng Prawoto, Pengusaha Tersangkut Kasus Korupsi Wali Kota Madiun

    By adm_imr2 Februari 20265 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Putin Says Western Sanctions are Akin to Declaration of War

    9 Januari 2020

    Investors Jump into Commodities While Keeping Eye on Recession Risk

    8 Januari 2020

    Marquez Explains Lack of Confidence During Qatar GP Race

    7 Januari 2020

    There’s No Bigger Prospect in World Football Than Pedri

    6 Januari 2020
    Berita Populer

    Dengan tren positif, PSMS Medan incar poin di kandang Garudayaksa FC

    Nasional 1 Februari 2026

    Persiapan Matang PSMS Medan Menghadapi Garudayaksa FC PSMS Medan akan menghadapi laga penting melawan Garudayaksa…

    Kronologi Pemulihan Dua Markas KKB-OPM di Yahukimo oleh TNI

    31 Januari 2026

    PKH Tahap 1 2026 Cair, Ini Cara Cek Penerima Online

    31 Januari 2026

    Kecelakaan Maut: Motor Tabrak Truk, Nyawa Pemotor Madiun Melayang

    1 Februari 2026
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?