Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Gapembi Malang Raya Dilantik, Perkuat Sinergi Untuk Program Makan Bergizi Gratis

    28 April 2026

    Guru SMAN 1 Purwakarta yang Dihina Siswa Ternyata Punya Yayasan Anak Yatim

    28 April 2026

    Dari Wonosobo, Seruan Nasional Lawan Hoaks untuk Masa Depan yang Lebih Baik

    27 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Selasa, 28 April 2026
    Trending
    • Gapembi Malang Raya Dilantik, Perkuat Sinergi Untuk Program Makan Bergizi Gratis
    • Guru SMAN 1 Purwakarta yang Dihina Siswa Ternyata Punya Yayasan Anak Yatim
    • Dari Wonosobo, Seruan Nasional Lawan Hoaks untuk Masa Depan yang Lebih Baik
    • DPRD Jombang Selidiki Fakta Baru Kelahiran Bung Karno di Ploso
    • Telekomunikasi Bangladesh Terancam Kekurangan Solar
    • Kekerasan di Little Aresha, DIY Evaluasi Izin Daycare dan Siapkan Bantuan Psikologis Korban
    • 5 Jemaah Haji Tiba di Madinah, Trump Perpanjang Gencatan Senjata
    • Senyum di Tengah Kesulitan: 5 Kebiasaan Langka yang Jaga Kebahagiaan
    • Inovasi MBG Kota Malang, SPPG Sajikan Menu Prasmanan
    • Mengenal Sejarah 2 Mei dan Perayaannya
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Nasional»Kekalahan dari Vietnam Jadi Bencana Memalukan bagi Timnas U-23 Indonesia, Media Korea Soroti Deja Vu

    Kekalahan dari Vietnam Jadi Bencana Memalukan bagi Timnas U-23 Indonesia, Media Korea Soroti Deja Vu

    adm_imradm_imr1 Februari 202632 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



    Kekalahan yang terjadi dalam pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Asia U-23 2026 antara Timnas U-23 Korea Selatan melawan Vietnam menjadi bahan kritik keras dari berbagai media di negara tersebut. Timnas U-23 Korea Selatan harus bersusah payah meraih hasil imbang 2-2 melawan Vietnam dalam waktu normal. Meskipun memiliki keunggulan jumlah pemain selama 30 menit tambahan setelah kartu merah Nguyen Dinh Bac, mereka gagal memanfaatkannya dan akhirnya kalah 6-7 dalam adu penalti.

    Ini adalah pertama kalinya Korea Selatan kalah dari Vietnam di level U-23, setelah sebelumnya memenangkan 6 laga dan bermain imbang 3 kali. Kekalahan ini juga menjadi yang kedua secara berturut-turut dari tim Asia Tenggara di Piala Asia U-23. Sebelumnya, pada perempat final edisi 2024, Korea Selatan juga bermain imbang 2-2 dengan Indonesia sebelum kalah 10-11 dalam adu penalti.

    Kekalahan dari Indonesia juga mencatatkan sejarah baru bagi sepak bola Korea Selatan, yaitu pertama kalinya dalam 40 tahun mereka gagal lolos ke Olimpiade. Hal ini memicu reaksi tajam dari berbagai media Korea Selatan seperti The Fact, Chosun, Yonhap, Osen, Joongang, dan Sports Khan.

    • The Fact menyebut pelatih yang mengalahkan Korea Selatan di dua edisi terakhir Piala Asia U-23 sebagai “bumerang yang menusuk jantung sepak bola negara tersebut.” Mereka menilai bahwa sistem manajemen tim nasional saat ini membutuhkan penilaian ulang serius, termasuk posisi pelatih.
    • Chosun memberitakan dengan judul utama: “Pertandingan ini pantas disebut sebagai bencana memalukan di Jeddah.” Mereka menegaskan bahwa pergantian pelatih tidak dapat dihindari dan hasil saat ini tidak sesuai harapan.
    • Yonhap mengkritik kekalahan Korea Selatan dari Vietnam, yang dianggap sebagai pukulan telak terhadap harga diri negara. Mereka menyoroti bahwa bahkan kekalahan dari Jepang pun tidak seburuk ini.
    • Osen menyoroti perbedaan persiapan antara kedua tim, khususnya dalam adu penalti. Vietnam, yang didukung oleh pelatih kiper Lee Woon-jae, tampak lebih siap dan bereaksi tepat.



    Joongang menyatakan bahwa Korea Selatan menampilkan sepak bola yang hambar dan membosankan. Mereka hampir tidak bisa membenarkan kekalahan mereka.

    Sports Khan mengkritik performa tim dengan menyebut umpan silang yang tidak akurat, tembakan yang kurang bertenaga, serta pemain yang tidak aktif saling mendukung. Mereka menilai bahwa umpan-umpan di sekitar area penalti hanya menambah statistik tanpa nilai nyata.

    Dalam beberapa laporan, media-media tersebut menggunakan kata-kata keras seperti “mengejutkan,” “memalukan,” “menghina,” dan “mengerikan” untuk menggambarkan kekalahan Korea Selatan. Mereka menilai bahwa kekalahan ini bukan hanya tentang hasil, tetapi juga tentang stagnasi dan kemunduran sepak bola Korea Selatan.

    Beberapa analisis menyebutkan bahwa perubahan besar-besaran diperlukan dalam sistem manajemen tim nasional. Mengakui kegagalan dan melakukan restrukturisasi secara berani menjadi satu-satunya cara untuk memperbaiki posisi Korea Selatan di dunia sepak bola internasional.

    Kritik terhadap pelatih juga muncul, terutama karena kekalahan dari Shin Tae-yong (Indonesia) dan Kim Sang-sik (Vietnam) yang dianggap sebagai pengkhianatan terhadap filosofi sepak bola Korea Selatan. Mereka menilai bahwa strategi dan taktik yang digunakan oleh pelatih asal Negeri Ginseng ini berhasil mengungguli tim nasional Korea Selatan.

    Dengan kekalahan ini, sepak bola Korea Selatan dihadapkan pada tantangan besar untuk bangkit dan menemukan kembali identitasnya di kancah internasional.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Dari Wonosobo, Seruan Nasional Lawan Hoaks untuk Masa Depan yang Lebih Baik

    By adm_imr27 April 20261 Views

    Sinergi Rais ‘Aam dan Ketua Umum: Kunci Kejayaan NU

    By adm_imr27 April 20260 Views

    Konflik Bisnis Jusuf Hamka vs Hary Tanoe: Ganti Rugi Rp 531 M Plus Bunga

    By adm_imr27 April 20265 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Gapembi Malang Raya Dilantik, Perkuat Sinergi Untuk Program Makan Bergizi Gratis

    28 April 2026

    Guru SMAN 1 Purwakarta yang Dihina Siswa Ternyata Punya Yayasan Anak Yatim

    28 April 2026

    Dari Wonosobo, Seruan Nasional Lawan Hoaks untuk Masa Depan yang Lebih Baik

    27 April 2026

    DPRD Jombang Selidiki Fakta Baru Kelahiran Bung Karno di Ploso

    27 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?