Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Epson meluncurkan Lifestudio Pop dan Flex, proyektor portabel untuk gaya hidup modern

    7 Februari 2026

    Persib Bandung Siap Kejutkan Akhir Bursa Transfer! Striker Juara Piala Dunia Jadi Target Baru!

    7 Februari 2026

    Jokowi Muncul di Tengah Isu Reshuffle, Diisukan Jadi Wantimpres

    7 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 7 Februari 2026
    Trending
    • Epson meluncurkan Lifestudio Pop dan Flex, proyektor portabel untuk gaya hidup modern
    • Persib Bandung Siap Kejutkan Akhir Bursa Transfer! Striker Juara Piala Dunia Jadi Target Baru!
    • Jokowi Muncul di Tengah Isu Reshuffle, Diisukan Jadi Wantimpres
    • UNIS sediakan jalur khusus penghafal Al Quran di SNBP 2026
    • GAC akan hadirkan MPV 7 kursi di IIMS 2026, tantang Alphard dan Denza D9
    • Pesan Hector Souto: Timnas Futsal Indonesia Bisa Ciptakan Sejarah Jika Kalahkan Jepang!
    • Gudek Koyor Pedas Kenyal di Jakarta: 5 Tempat Favorit Pecinta Rasa Medok Jawa
    • Apa Itu Eksim Basah? Jangan Abaikan Kulit Berair
    • Awal Puasa Ramadhan 2026 Berbeda, Muhammadiyah 18 Februari, Pemerintah 19 Februari
    • Kasus Pak Lurah Grogol: Motor dan Mobil Disita, Berujung Penjara
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Ekonomi»Rupiah Dianggap Murah, Purbaya Percaya Bisa Capai Rp15 Juta

    Rupiah Dianggap Murah, Purbaya Percaya Bisa Capai Rp15 Juta

    adm_imradm_imr7 Februari 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Menteri Keuangan Menilai Rupiah Masih Tertinggal dari Fundamental Ekonomi

    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa nilai tukar rupiah saat ini belum mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia. Ia menilai rupiah sedang dalam kondisi undervalued atau terlalu rendah, dan memiliki potensi untuk menguat secara signifikan.

    Purbaya bahkan yakin bahwa rupiah bisa menguat hingga Rp15.000 per dolar AS. Menurutnya, hal tersebut bukanlah sesuatu yang sulit dicapai jika pengelolaan nilai tukar dilakukan secara optimal oleh otoritas moneter. Ia menegaskan bahwa nilai wajar rupiah seharusnya berada di kisaran asumsi APBN 2026, yakni sekitar Rp16.500 per dolar AS, dengan potensi penguatan lebih lanjut.

    “Saya pikir saat ini rupiah menuju Rp15.000 per dolar AS itu tidak akan terlalu sulit. Saya memang tidak bisa berbicara mewakili bank sentral, tetapi jika saya berada di posisi mereka, level itu bukan sesuatu yang sulit dicapai, mengingat mata uang regional juga sedang menguat,” ujar Purbaya dalam Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Shangri-La Jakarta, Selasa (3/2/2026).

    Stabilisasi Rupiah adalah Tugas Bank Indonesia

    Purbaya menyoroti pergerakan mata uang kawasan Asia yang justru menguat terhadap dolar AS. Baht Thailand, ringgit Malaysia, dolar Singapura, hingga dong Vietnam mencatat penguatan, sementara rupiah bergerak melemah. Kondisi tersebut dinilainya janggal, mengingat fundamental ekonomi domestik masih solid. Meski demikian, Purbaya menegaskan stabilisasi nilai tukar bukan menjadi kewenangan pemerintah, tapi di tangan Bank Indonesia (BI), bukan pemerintah.

    “Saat ini kita seperti menjadi pengecualian. Menurut saya, ini agak aneh, tetapi ini bukan tugas saya. Ini adalah tugas bank sentral untuk memastikan rupiah bergerak sejalan dengan mata uang negara-negara di kawasan,” katanya.

    KSSK Terus Merespons Perubahan Nilai Tukar

    Purbaya menjelaskan, pemerintah tidak tinggal diam menghadapi tekanan nilai tukar. Bersama Bank Indonesia dan otoritas terkait, pemerintah memiliki mekanisme koordinasi melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Ketika rupiah sempat mendekati Rp17.000 per dolar AS, KSSK langsung menggelar rapat untuk meredam tekanan tersebut.

    “Tentu saja, ketika rupiah bergerak mendekati level Rp17.000 per dolar AS, kami menggelar rapat dengan bank sentral dan membahas cara terbaik agar rupiah tidak menembus level tersebut,” ujarnya.

    Ia menambahkan, pelemahan rupiah yang terlalu dalam berpotensi menimbulkan dampak psikologis di masyarakat. “Karena bagi Indonesia, meskipun secara ekonomi rupiah di level Rp17.000 belum tentu menimbulkan krisis, kami khawatir masyarakat—terutama sebagian besar penduduk akan merasa takut. Jika rupiah melemah terlalu jauh, mereka akan kembali mengingat krisis 1997–1998. Hal itu bisa menimbulkan dampak psikologis bagi masyarakat,” beber Purbaya.

    Masih Ada Aliran Modal Asing Masuk

    Purbaya juga membantah anggapan bahwa pelemahan rupiah mencerminkan turunnya kepercayaan investor terhadap pemerintah. Ia menegaskan arus modal asing masih masuk ke Indonesia. Bank Indonesia, menurutnya, memiliki ruang yang cukup luas untuk memperkuat rupiah. Hal itu didukung data arus masuk modal bersih sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026.

    “Secara teori, dengan net capital inflow, rupiah seharusnya menguat. Namun, faktanya justru melemah. Anda sebaiknya menanyakan hal ini kepada bank sentral. Mungkin memang ada kebijakan tertentu untuk sedikit melemahkannya,” ujar Purbaya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Pengusaha sapi akan ditindak jika menjual di atas HET

    By adm_imr7 Februari 20261 Views

    Empat zodiak yang akan alami stabilitas ekonomi mulai 4 Februari 2026

    By adm_imr7 Februari 20260 Views

    Penyelidikan Kasus Manipulasi Saham IPO Shinhan Sekuritas oleh Polisi

    By adm_imr7 Februari 20269 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Putin Says Western Sanctions are Akin to Declaration of War

    9 Januari 2020

    Investors Jump into Commodities While Keeping Eye on Recession Risk

    8 Januari 2020

    Marquez Explains Lack of Confidence During Qatar GP Race

    7 Januari 2020

    There’s No Bigger Prospect in World Football Than Pedri

    6 Januari 2020
    Berita Populer

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    Kabupaten Malang 6 Februari 2026

    Kabupaten Malang– Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang menggeledah Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten…

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026

    Oknum Satpam Memang Beda! Diduga Berawal Dari Teman Kantor Hingga Berduaan di Hotel

    7 Februari 2026

    Dengan tren positif, PSMS Medan incar poin di kandang Garudayaksa FC

    1 Februari 2026
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?