Kehidupan Sederhana dan Dedikasi Albertina Ho
Albertina Ho dikenal sebagai sosok yang rendah hati meskipun memiliki jabatan tinggi dan fasilitas yang memadai. Ia lebih memilih menggunakan transportasi umum seperti kereta api (KRL) atau berjalan kaki saat berangkat bekerja. Kesederhanaannya ini juga membuatnya menolak nominasi penghargaan bergengsi Yap Thiam Hien Award.
Kesederhanaan dalam Kehidupan Sehari-hari
Dalam kehidupan sehari-hari, Albertina Ho lebih nyaman menggunakan transportasi publik. Hal ini diungkap oleh presenter era tahun 2000-an sekaligus sahabatnya, Irma Hutabarat. Menurut Irma, Albertina lebih nyaman menggunakan transportasi umum seperti kereta api. Padahal, ia sudah mendapat gaji, tunjangan, dan fasilitas lain yang sangat memadai.
Pada saat bertugas di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada 2011 lalu, Albertina Ho lebih memilih naik transportasi umum atau berjalan kaki saat berangkat dari rumah dinas di Perumahan Hakim, Gang Sri Sulastri, Jalan Ampera, ke kantor. Keputusan ini menunjukkan bahwa ia tidak terlalu mengedepankan status sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Enggan Dijuluki “Srikandi Hukum”
Pada April 2021 lalu, Albertina Ho pernah menyatakan bahwa dirinya merasa tidak pantas menerima julukan sebagai ‘Srikandi Hukum’. Ia khawatir julukan tersebut justru membuatnya terbebani dalam menjalani tugas sebagai hakim. Menurutnya, julukan itu bisa membuatnya menjadi pribadi yang takabur.
“Saya merasa masih banyak orang juga yang berkarya di bidang ini yang mungkin juga lebih dari saya,” ujar Albertina. Ia juga menyampaikan rasa malu jika dijuluki ‘Srikandi Hukum’ karena merasa tidak layak menerima julukan tersebut.
Menolak Penghargaan HAM
Tidak hanya enggan menerima julukan Srikandi Hukum, Albertina juga pernah menolak saat masuk nominasi penerima Yap Thiam Hien Award pada 2011. Penghargaan itu biasa diberikan kepada orang-orang yang dianggap berjasa dalam penegakan hak asasi manusia (HAM).
Alasan utamanya adalah kode etik hakim yang tidak memperbolehkan seorang hakim mencari popularitas. Albertina langsung bertemu panitia acara untuk menjelaskan alasan tidak bisa menerima penghargaan tersebut. Ia menyampaikan permohonan maaf karena tidak ingin penghargaan itu disalahpahami sebagai upaya mencari popularitas.
Biodata Singkat Albertina Ho
Albertina Ho lahir di Dobo, Maluku Tenggara. Saat menginjak kelas 5 SD, ia pindah ke Ambon. Di sana, ia pernah mengalami kesulitan dalam memakai kaus kaki dan sepatu karena telah terbiasa bertelanjang kaki ketika di Dobo. Di Ambon, Albertina tinggal di rumah saudara dan membantu mencari nafkah untuk keluarga saudaranya itu. Ia bahkan pernah bekerja menjaga toko kelontong.
Memasukki masa SMA, Albertina kembali pindah ke tempat saudaranya yang lain. Mengetahui saudaranya memiliki warung kopi, Albertina pun turut bekerja membantu di warung kopi tersebut.
Riwayat Pendidikan
Albertina Ho melalui masa pendidikan dasarnya di Dobo dan Ambon. Ia menyelesaikan pendidikan sekolah dasar (SD) di Ambon pada 1973. Setelah lulus SD, Albertina melanjutkan pendidikan di SMP Katolik Bersubsidi Ambon. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan pada SMA Negeri 2 Ambon.
Meskipun nilai mata pelajaran eksaktanya baik, Albertina justru lebih memilih masuk di jurusan ilmu pengetahuan sosial (IPS). Selepas SMA, ia melanjutkan pendidikannya di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada pada tahun 1979 dan lulus tahun 1985. Gelar Magister Hukum ia raih setelah menjadi hakim pada tahun 2004 dari Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.
Rekam Jejak Karier
Tahun 1986: Memulai dedikasinya di dunia hukum setelah diterima sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Calon Hakim.
Tahun 1986 – 1990: Pasca lulus pendidikan calon hakim, ia mendapatkan penugasan pertama sebagai hakim di Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta.
Periode Pasca-1990: Berkarier cukup lama di berbagai lingkungan Pengadilan Negeri di wilayah Jawa Tengah.
Tahun 2005: Ditugaskan Sekretaris Wakil Ketua Mahkamah Agung bidang Yudisial.
Tahun 2008: Setelah tiga tahun mengabdi di Mahkamah Agung, ia kembali ke persidangan dan ditugaskan menjadi Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Tahun 2008 – 2014 : Ketua Pengadilan Negeri Sungailiat di Kepulauan Bangka Belitung
Tahun 2014 – 2015 : Wakil Ketua Pengadilan Negeri Palembang
Tahun 2015 – 2016 : Hakim Pengadilan Negeri Bekasi (2015-2016).
Tahun 2016 – 2019 : Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Medan (2016-2019)
Tahun 27 September 2019 – 20 Desember 2019 : Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Kupang
20 Desember 2019 : Setelah kariernya sebagai hakim berakhir, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kemudian menunjuk Albertina Ho menjadi anggota Dewan Pengawas (Dewas) KPK.







