Persebaya Surabaya Menang Tanpa Striker Murni, Tampil Efektif di Kandang Bali United
Persebaya Surabaya berhasil meraih kemenangan yang mengejutkan dalam pertandingan melawan Bali United pada pekan ke-20 Super League 2025/2026. Meskipun bermain tanpa striker murni sejak menit ke-39, tim asuhan Bernardo Tavares justru tampil superior dan menggunduli lawannya dengan skor akhir 3-1.
Kemenangan ini terasa sangat istimewa karena Persebaya Surabaya harus bermain tanpa Mihailo Perovic, penyerang utama mereka, yang ditarik keluar lebih cepat dari lapangan. Keputusan tersebut memaksa pelatih untuk merancang strategi yang tidak biasa, namun ternyata berjalan sempurna.
Tekanan Awal dan Dominasi Persebaya Surabaya
Sejak peluit pertama dibunyikan, Persebaya Surabaya langsung menunjukkan permainan agresif dan berani. Pada menit ke-3, Leo Lelis dan Francisco Rivera sudah memberikan ancaman nyata, meski peluang mereka belum bisa berbuah gol. Bali United tidak tinggal diam dan mencoba membalas lewat serangan Teppei Yachida serta Tim Receveur di menit ke-7. Namun, lini belakang Persebaya Surabaya tampil disiplin dan mampu mematahkan serangan awal tuan rumah.
Persebaya Surabaya terus menguasai ritme permainan dengan sirkulasi bola cepat dari lini tengah. Berbagai peluang tercipta melalui Dimas Wicaksono, Mihailo Perovic, hingga Gali Freitas, meski masih bisa dibendung oleh lini belakang Bali United.
Gol Pembuka dan Kenaikan Semangat
Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya tercipta pada menit ke-25. Mihailo Perovic sukses menjebol gawang Bali United setelah menerima umpan matang, mengubah skor menjadi 0-1 untuk Persebaya Surabaya. Gol tersebut meningkatkan kepercayaan diri tim tamu.
Francisco Rivera kembali mengancam di menit ke-26, sedangkan Bali United mencoba merespons lewat Mirza Mustafic dan Rahmat Arjuna. Namun, Ernando Ari tetap sigap di bawah mistar gawang.
Perubahan Strategi dan Pergantian Pemain
Pada menit ke-39, Mihailo Perovic ditarik keluar dan digantikan oleh Malik Risaldi. Sejak saat itu, Persebaya Surabaya praktis bermain tanpa striker murni, sebuah keputusan yang terlihat berisiko namun justru menjadi titik balik cerita laga.
Alih-alih bertahan total, Persebaya Surabaya tetap berani menyerang dengan rotasi posisi yang cair. Gali Freitas dan Francisco Rivera bergantian menusuk dari sisi sayap, membuat pertahanan Bali United terus tertekan.
Babak pertama ditutup dengan keunggulan 1-0 untuk Persebaya Surabaya. Bali United mencoba meningkatkan intensitas serangan, tetapi efektivitas menjadi masalah utama mereka sepanjang laga.
Babak Kedua dan Kemenangan Sensasional
Memasuki babak kedua, Bernardo Tavares kembali melakukan penyesuaian. Malik Risaldi digantikan Alfan Suaib, lalu Dimas Wicaksono digantikan Gustavo Fernandes untuk menjaga energi di lini tengah.
Bali United mencoba bangkit dengan memasukkan Diego Campos dan Kadek Agung. Namun, rapatnya blok pertahanan Persebaya Surabaya membuat setiap peluang tuan rumah selalu mentok di sepertiga akhir.
Justru Persebaya Surabaya yang kembali menghukum Bali United pada menit ke-68. Alfan Suaib mencetak gol kedua setelah menerima assist dari Francisco Rivera, membawa Persebaya Surabaya unggul 2-0 tanpa striker murni di lapangan.
Gol tersebut benar-benar memukul mental Bali United. Empat menit berselang, Risto Mitrevski ikut mencatatkan namanya di papan skor melalui sepakan terukur hasil assist Gali Freitas, menjadikan skor 3-0.
Pertahanan Kuat dan Kemenangan Akhir
Persebaya Surabaya bermain semakin lepas setelah unggul tiga gol. Transisi cepat dan keberanian bek untuk naik membantu serangan membuat Bali United kesulitan menemukan celah.
Bali United baru mampu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-88. Jordy Bruijn mencetak gol hiburan setelah memanfaatkan assist Jens Raven, mengubah skor menjadi 1-3. Gol tersebut tidak cukup untuk mengubah arah pertandingan.
Persebaya Surabaya tetap tenang mengontrol sisa waktu, bahkan masih sempat menciptakan peluang lewat Sadida Putra dan Gali Freitas. Peluit panjang berbunyi dan memastikan kemenangan sensasional Persebaya Surabaya.
Kesimpulan
Hasil ini menjadi bukti kecerdikan taktik Bernardo Tavares. Keputusan berani memainkan skema cair tanpa target man justru membuat Bali United kehilangan pegangan dalam menjaga pertahanan. Bagi Bali United, kekalahan ini menjadi pukulan telak di depan publik sendiri. Dominasi penguasaan bola tidak berarti apa-apa tanpa ketajaman, sementara Persebaya Surabaya pulang dari Gianyar dengan tiga poin penuh dan cerita “gak masuk akal” yang akan lama dibicarakan.






