Pentingnya Hidrasi Selama Bulan Ramadan
Menjaga hidrasi selama bulan Ramadan menjadi kunci utama agar tubuh tetap bugar dan produktif meskipun harus berpuasa selama 12 hingga 14 jam. Menurut dr. Cut Hafiah, Sp.GK, FINEM, AIFO-K, CSNC, CHt, seorang ahli kesehatan, hidrasi tidak hanya bertujuan untuk menghilangkan rasa haus, tetapi juga penting untuk menjaga semua proses metabolisme dalam tubuh.
Tantangan pemenuhan kebutuhan cairan harian juga terlihat dari kondisi masyarakat di Indonesia. Penelitian The Indonesian Regional Hydration Study (THIRST) menunjukkan bahwa sekitar 46,1% penduduk Indonesia mengalami dehidrasi ringan. Untuk membantu Mama tetap terhidrasi, strategi sederhana yang disebut pola 3-2-1 bisa diterapkan selama bulan Ramadan. Berikut penjelasannya:
Apa Itu Pola 3-2-1?
Untuk memudahkan Mama mencukupi kebutuhan cairan sekitar 2 liter per hari, diperkenalkanlah kampanye Pola 3-2-1 menggunakan botol ukuran 700ml. Menurut Devi Chrisnatalia, Senior Brand Manager AQUVIVA, melalui kampanye ini, AQUVIVA ingin menyediakan panduan hidrasi yang sederhana, praktis, dan mudah diingat, yaitu 3 botol AQUVIVA 700 ml setara 2 liter air untuk 1 hari pasti sejuknya.
Menurut dr. Cut Hafiah, pola ini sangat membantu karena masyarakat, termasuk Mama, sering kali lupa atau tidak mengindahkan jumlah dan waktu minum yang tepat saat berpuasa. Berikut adalah waktu terbaik untuk mengonsumsinya:
1 Botol saat berbuka puasa:
Berfungsi sebagai rehidrasi awal untuk mengganti cairan yang hilang setelah belasan jam berpuasa.1 Botol setelah Tarawih:
Membantu proses metabolisme tubuh, terutama saluran cerna, serta mengganti cairan yang digunakan saat beraktivitas di malam hari.1 Botol saat sahur:
Memenuhi kebutuhan hidrasi sebagai modal energi agar tubuh tetap optimal dan tidak kekurangan cairan selama menjalani puasa seharian penuh.
Waktu terbaik membantu Mama untuk menjaga saluran cerna terutama lambung, karena memiliki kapasitas atau daya tampung tertentu. “Jadi, selain kuantitas atau jumlah asupan yang kita konsumsi, waktu juga sangat penting. Kita tidak bisa langsung minum dalam jumlah banyak sekaligus karena tubuh tidak bisa menerimanya secara langsung,” jelasnya.
Selain itu, saat berpuasa, metabolisme tubuh seolah diatur ulang (restart) dari awal. Jika Mama minum terlalu banyak sekaligus, energi tubuh akan habis hanya untuk memproses udara di saluran cerna, yang justru bisa membuat Mama merasa lebih lelah setelah berbuka. Dengan membagi waktu minum secara bertahap melalui pola 3-2-1, metabolisme tubuh dapat berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini memastikan asupan cairan tersalurkan dengan baik ke seluruh organ penting.
Mengapa Cairan Tubuh Sangat Penting Saat Puasa?

Tahukah Mama bahwa lebih dari 60% tubuh manusia terdiri dari air? Air memegang peran vital dalam berbagai fungsi tubuh, diantaranya:
- Sirkulasi darah: Sekitar 94% darah Mama adalah air. Jika kurang cairan, sirkulasi darah terganggu dan tubuh akan terasa sangat lemas.
- Fungsi otak: Sekitar 83%, otak adalah salah satu organ dengan kebutuhan cairan tinggi. Kurang minum bisa membuat Mama sulit berkonsentrasi dan daya tangkap menurun.
- Kesehatan jantung & otot: Jantung dan massa otot kita mengandung sekitar 75% air.
- Kesehatan kulit: Kulit akan terasa lebih kering karena jaringan kulit sebenarnya sangat membutuhkan asupan air yang cukup untuk menjaga elastisitasnya.
- Kesehatan mata: Sekitar 95%, ketika tubuh kekurangan cairan, mata akan terasa cepat kering dan tidak nyaman.
Waspadai Tanda-Tanda Dehidrasi Awal

Banyak dari Mama yang menganggap rasa lemas atau mengantuk saat puasa adalah hal yang wajar. Padahal, menurut dr. Cut Hafiah, itu bisa jadi tanda awal dehidrasi yang sering diabaikan. Beberapa gejalanya antara lain:
- Sulit berkonsentrasi
- Sakit kepala ringan
- Kulit dan bibir terasa kering
- Rasa kantuk yang berlebihan
Nah, itulah informasi lengkap mengenai strategi pola 3-2-1 yang bisa menjadi panduan praktis bagi Mama dan keluarga agar tetap bugar serta produktif selama menjalankan ibadah puasa.
FAQ Seputar Pola 3-2-1
Question
Answer
Kapan waktu terbaik minum saat berbuka?
Disarankan minum satu gelas air saat adzan magrib, satu gelas setelah makan ringan atau kurma, dan satu gelas setelah makan utama. Hindari langsung minum dalam jumlah banyak sekaligus agar perut tidak kembung.
Apakah olahraga saat puasa memengaruhi kebutuhan cairan?
Ya. Jika Mama tetap berolahraga ringan menjelang berbuka, kebutuhan cairan bisa meningkat sehingga perlu menambah asupan air setelah berbuka.
Apa yang terjadi jika tubuh kekurangan cairan terus-menerus saat puasa?
Dehidrasi berkepanjangan bisa menyebabkan lemas berat, gangguan konsentrasi, hingga gangguan fungsi ginjal jika dibiarkan. Karena itu, menjaga pola minum sangat penting.
7 Tanda Tubuh Kekurangan Air, Waspada Dehidrasi Berat
7 Tanda Tubuh Kekurangan Air, Waspada Dehidrasi Berat
Manfaat Air Kelapa bagi Ibu Menyusui, Penuhi Hidrasi dan Energi







