Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    AWK Minta Maaf Atas Penyebaran Konten Hoax

    4 April 2026

    Puncak arus balik 2026 belum berlalu, kemacetan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi memanjang

    4 April 2026

    PP Tunas Berlaku, Ini Cara Alihkan Anak ke Aktivitas Produktif

    4 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 4 April 2026
    Trending
    • AWK Minta Maaf Atas Penyebaran Konten Hoax
    • Puncak arus balik 2026 belum berlalu, kemacetan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi memanjang
    • PP Tunas Berlaku, Ini Cara Alihkan Anak ke Aktivitas Produktif
    • Opini: Bebaskan Timor Barat dari Malaria, Kuncinya Surveilans Migrasi
    • 7 manfaat minum alpukat untuk ibu hamil, jangan sampai terlewat
    • Misteri Pembunuhan Maria Simaremare, Staf Bawaslu Tewas Mengenaskan di Kontrakan
    • Pesona Pantai Gajah Kebumen, Wisata Murah dan Bebas Bayar
    • Wall Street Naik Senin (30/3), Perhatian pada Konflik Timur Tengah
    • Kapan saja kamu terlambat menerima chat WhatsApp? Ini penyebab dan solusinya
    • 2,77 Juta Kendaraan Pemudik Kembali ke Jakarta Hingga H+7 Lebaran 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Politik»Bagaimana Rakyat Indonesia Merespons Serangan AS-Israel ke Iran?

    Bagaimana Rakyat Indonesia Merespons Serangan AS-Israel ke Iran?

    adm_imradm_imr8 Maret 20263 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Respons Masyarakat Indonesia terhadap Serangan AS-Israel ke Iran

    Serangan besar-besaran yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel ke Iran, yang menyebabkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, serta beberapa pejabat lainnya, memicu reaksi berbagai elemen masyarakat di Indonesia. Berbagai organisasi Islam dan lembaga keagamaan memberikan respons mereka terhadap situasi tersebut, sementara masyarakat umum juga menunjukkan perhatian terhadap isu ini.

    Peran NU dalam Menyampaikan Doa untuk Keamanan Dunia

    Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia dengan pengikut lebih dari 95 juta anggota, mengeluarkan instruksi resmi kepada warga Nahdliyin untuk membacakan doa Qunut Nazilah dalam setiap salat. Instruksi ini bertujuan untuk menunjukkan kepedulian terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah dan memohon perlindungan bagi masyarakat sipil yang terdampak.

    “Melalui Qunut Nazilah, warga NU diajak memanjatkan doa agar Allah SWT memberikan keselamatan kepada masyarakat sipil yang terdampak serta menghadirkan perdamaian dan keadilan,” bunyi surat PBNU yang ditandatangani pada Minggu (01/03).

    Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyampaikan keprihatinannya atas ketegangan bersenjata yang tidak segera mereda. “Jangan sampai ini punya dampak yang luas, secara global,” ujar Gus Ipul.

    Penolakan Muhammadiyah terhadap Agresi Militer

    Muhammadiyah, ormas Islam terbesar kedua di Indonesia dengan pengikut lebih dari 60 juta jiwa, juga mengecam serangan AS dan Israel ke Iran. Surat yang ditandatangani oleh Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni, menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia, hukum internasional, dan keputusan-keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

    Selain kecaman, Muhammadiyah juga menyampaikan rasa keprihatinan dan belasungkawa atas meninggalnya pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei dan korban lainnya. Organisasi ini menyerukan agar PBB memberikan sanksi tegas ke AS dan Israel atas pelanggaran yang dilakukan.

    Kecaman MUI terhadap Pelanggaran Hukum Internasional

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga mengutuk keras serangan Israel dan AS ke Iran. MUI berkata serangan itu bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan ketertiban dunia. MUI menegaskan setiap bentuk agresi yang melanggar kedaulatan negara lain harus dihentikan.

    MUI juga menyampaikan duka mendalam atas “gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei,” dalam tausiyah yang ditandatangani Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar.

    Tanggapan PGI terhadap Kerusakan Peradaban

    Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam atas serangan AS dan Israel ke Iran. Sekretaris Umum PGI Pendeta Darwin Darmawan mengatakan, “Ini merusak peradaban dan menginjak martabat manusia yang segambar dan serupa dengan Tuhan.”

    Darwin juga berharap agar di tengah situasi perang ini tak ada sentimen-sentimen keagamaan yang tidak perlu dan malah mempertebal polarisasi di ruang digital. “Misalnya sentimen Israel dianggap dekat dengan kekristianan, lalu hebat menang perang padahal ini sedang menginjak-injak kemanusiaan,” tutup Darwin.

    Pandangan MATAKIN tentang Nilai-nilai Kemanusiaan

    Wakil Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Chandra Setiawan berkata, setiap tindakan kekerasan dan peperangan bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan universal yang diajarkan Nabi Kongzi. “Peperangan hanya akan membawa penderitaan bagi rakyat sipil yang tidak berdosa. Kami mengecam keras segala bentuk agresi militer dan kekerasan,” kata Chandra.

    Chandra juga menghimbau agar setiap umat untuk menjaga persatuan dan kerukunan. “Indonesia adalah negara yang majemuk. Jangan biarkan perbedaan dukungan politik luar negeri memecah belah tali persaudaraan kita sebagai anak bangsa.”

    Sikap Pemerintah Indonesia terhadap Konflik

    Kementerian Luar Negeri Indonesia sangat menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran, yang telah berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah. Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog dan diplomasi.

    Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif. Namun, mantan Dubes Indonesia di Iran, Dian Wirengjurit, melihat bahwa Indonesia tidak memiliki kekuatan untuk menjadi penengah antara kedua kubu yang berperang.

    Pandangan Masyarakat Indonesia terhadap Serangan

    Dalam postingan BBC News Indonesia di Instagram yang memberitakan tewasnya Ali Khamenei, sekelompok warganet mengecam serangan AS dan Israel itu. Namun, ada juga warganet yang mendukung serangan tersebut.

    Pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia, Yon Machmudi, melihat hal itu tak lepas dari Revolusi Iran yang berlangsung pada 1979. Saat itu, rakyat Iran memberontak dan menggulingkan pemerintahan sekuler pimpinan Shah Iran, Mohammed Reza Pahlavi, yang dekat dengan AS dan Israel.

    Analisis Nasib Iran ke Depan

    Yon Machmudi berkata hal itu bergantung dari langkah lanjutan yang diambil oleh AS, Israel, dan Iran. Pertama adalah proses negosiasi. Jika didapat kata sepakat, kata Yon, maka rezim Khamenei masih berkuasa namun di bawah intervensi Barat.

    Namun, Dian Wirengjurit menilai serangan itu tidak akan mengubah Iran. Rezim Islam Iran, ujarnya, masih akan terus berjalan dan yang bergantian hanya pimpinannya. “Karena akar dan fondasi rezim Islam Iran sudah merasuk ke sendi-sendi masyarakat, jalannya pemerintahan sudah tertata baik,” ujar Dian.























    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Kader Golkar Dihebohkan, Ahmad Hidayat Jadi Sorotan Panas Dingin

    By adm_imr4 April 20260 Views

    Ringkasan dan Soal HOTS Sejarah Kelas 11 SMA Bab 4 Proklamasi Kemerdekaan

    By adm_imr4 April 20261 Views

    Menghadapi Badai di Selat Hormuz

    By adm_imr4 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    AWK Minta Maaf Atas Penyebaran Konten Hoax

    4 April 2026

    Puncak arus balik 2026 belum berlalu, kemacetan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi memanjang

    4 April 2026

    PP Tunas Berlaku, Ini Cara Alihkan Anak ke Aktivitas Produktif

    4 April 2026

    Opini: Bebaskan Timor Barat dari Malaria, Kuncinya Surveilans Migrasi

    4 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?