Bandara Dhoho Siap Jadi Embarkasi Haji Baru Tahun 2027
Bandara Internasional Dhoho di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, akan menjadi embarkasi haji baru yang akan mulai beroperasi pada tahun ibadah 2027 mendatang. Keputusan ini diambil oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI sebagai upaya untuk mengurangi beban kepadatan di embarkasi Surabaya.
Manajemen Bandara Dhoho menyambut baik rencana tersebut. Mereka telah melakukan koordinasi intensif dengan Kemenhaj, maskapai penerbangan, serta berbagai pihak terkait untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan layanan yang diperlukan.
General Manager Bandara Dhoho, Rahmat Yoni Saputra, menyatakan bahwa bandara ini sudah memiliki kesiapan yang cukup baik dari segi infrastruktur, fasilitas, pelayanan, dan keamanan. Pernyataan ini disampaikannya setelah Kemenhaj RI dan pihak Saudi Airlines melakukan kunjungan ke Bandara Dhoho untuk meninjau kesiapan bandara dalam melayani keberangkatan jemaah haji.
Peninjauan Kesiapan Bandara
Selama kunjungan tersebut, beberapa aspek penting menjadi fokus peninjauan, seperti fasilitas terminal, sisi udara, pelayanan dan pergerakan jemaah, keamanan, ground handling, katering, serta koordinasi antarpemangku kepentingan.
Menurut Rahmat, Saudi Airlines memberikan respons positif setelah melihat kondisi Bandara Dhoho. Fasilitas yang tersedia dinilai memadai untuk mendukung penerbangan haji pada 2027 mendatang. Selain itu, kunjungan juga mencakup survei terhadap aspek pendukung lainnya, seperti hotel dan akses menuju lokasi pelayanan jemaah.
Rahmat menambahkan bahwa kunjungan ini menjadi momen penting bagi manajemen Bandara Dhoho untuk mendapatkan masukan mengenai standar pelayanan yang perlu dipenuhi. “Ke depan, kami hanya perlu melakukan penguatan dan penyempurnaan pada aspek-aspek teknis sesuai hasil koordinasi dengan Kemenhaj RI dan pihak terkait,” ujarnya.
Alasan Pemilihan Bandara Dhoho
Wacana tentang embarkasi baru tanpa asrama di Kediri sebenarnya sudah santer terdengar sejak awal tahun 2026. Tujuan utamanya adalah untuk memecah kepadatan keberangkatan calon jemaah di embarkasi Surabaya.
Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, membenarkan hal ini setelah menghadiri penutupan operasional penyelenggaraan ibadah haji 2026 di Asrama Haji Sukolilo pada 1 Juli lalu. Menurutnya, pertama, Bandara Dhoho cukup layak untuk penerbangan haji, terutama pesawat-pesawat besar. Kedua, tujuan utamanya adalah untuk mengurangi beban Asrama Haji Surabaya dan Bandara Juanda yang sangat padat.
Embarkasi Surabaya merupakan salah satu embarkasi terpadat dalam penyelenggaraan haji. Pada 2025, Embarkasi Surabaya melayani 36.845 jemaah haji, yang terbagi dalam 97 kelompok terbang. Sementara pada penyelenggaraan ibadah haji tahun ini (2026), dari total 528 kelompok terbang nasional, Embarkasi Surabaya menjadi titik keberangkatan kloter paling banyak, yakni sejumlah 116 kloter.
Beban yang Dihadapi Embarkasi Surabaya
Embarkasi Surabaya tidak hanya melayani keberangkatan jemaah haji dari Jawa Timur saja, tetapi juga ribuan jemaah haji dari Provinsi Bali dan Nusa Tenggara setiap tahunnya. Oleh karena itu, jumlah kloter yang ditangani oleh Embarkasi Surabaya sangat tinggi.
“Jawa Timur hari ini ada 116 kloter, sehingga Asrama Haji ini hampir tidak pernah istirahat. Insyaallah nanti kita akan kurangi sebagian diarahkan ke Bandara Dhoho di Kediri,” kata Menteri Irfan.
Dengan adanya embarkasi baru di Bandara Dhoho, diharapkan dapat membantu mengurangi beban kepadatan di Embarkasi Surabaya dan meningkatkan kenyamanan serta efisiensi dalam pelayanan haji.






