Perjalanan Karier Bayu Skak: Dari Konten YouTube ke Dunia Film
Bayu Eko Moektito, yang lebih dikenal dengan nama panggung Bayu Skak, adalah seorang kreator konten asal Malang yang telah mengukir prestasi di berbagai bidang. Mulai dari dunia hiburan hingga perfilman, ia berhasil menjadi salah satu tokoh yang sangat diminati oleh masyarakat Indonesia.
Awal Mula Karier di YouTube
Perjalanan karier Bayu Skak dimulai pada tahun 2009 saat masih duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Malang. Ia bersama rekan-rekannya, Rengga, Deka, Hisyam, dan Tofa, membentuk grup komedi SKAK (Sekumpulan Arek Kesel). Mereka mulai mengunggah video sederhana seperti lip sync konyol ke YouTube yang kemudian viral di Jawa Timur.
Ciri khas dari konten mereka adalah penggunaan bahasa Jawa Timur dengan logat arekan yang medok dan celetukan khas. Bahkan, istilah seperti “misuh” atau mengumpat dalam bahasa Jawa menjadi bagian dari identitas mereka. Meskipun menggunakan bahasa daerah, kanal YouTube Bayu Skak berkembang pesat hingga meraih lebih dari 3 juta subscribers.
Pada 2011, kanal tersebut sempat vakum setelah para personel lulus sekolah. Namun, pada Januari 2012, Bayu kembali aktif dengan format monolog komedi yang membahas kehidupan remaja, parodi tutorial, hingga komentator gim. Selain itu, ia juga mengembangkan kanal lain seperti Bayu Skak Daily Life serta kanal musik “Bayu SKAK WTB.”
Merambah Dunia Film
Lulusan D-3 Gim Animasi Universitas Negeri Malang ini mulai merambah dunia film pada 2014 setelah diajak Raditya Dika bermain dalam film “Marmut Merah Jambu.” Sejak saat itu, ia terlibat dalam sejumlah film seperti “Hangout,” “The Guys,” dan “Insya Allah Sah.”
Puncak kariernya datang pada 2018 lewat film “Yowis Ben,” yang ia tulis dan sutradarai bersama Fajar Nugros. Film berbahasa Jawa tersebut sukses meraih sekitar 900 ribu penonton dan berlanjut ke beberapa sekuel hingga “Yowis Ben 3,” serta diadaptasi menjadi serial web. Bahkan, “Yowis Ben the Series” menjadi serial Indonesia pertama yang tayang di platform digital Tiongkok, Tencent Video.
Konsistensi di Dunia Film
Pada 2022, Bayu kembali menunjukkan konsistensinya lewat film “Lara Ati” yang ditulis, disutradarai, sekaligus dibintanginya sendiri. Film ini menunjukkan kemampuan kreatifnya sebagai sutradara dan penulis skenario.
Selain itu, sepanjang kariernya, Bayu Skak menerima berbagai penghargaan dan nominasi di panggung nasional. Di antaranya dari Bandung Film Festival 2018, POPCON Award 2018, Indonesian Movie Actors Awards 2020 dan 2022, serta Indonesian Journalists Film Festival 2022.
Berbagai Peran yang Dimainkan
Bayu Skak tidak hanya dikenal sebagai aktor, tetapi juga sebagai sutradara, penulis skenario, komedian, penyanyi, penulis lagu, konten kreator YouTube, penggagas, dan pendiri rumah produksi SKAK Studios. Keberagaman perannya menunjukkan betapa multitalentnya pria kelahiran Malang, 13 November 1993 ini.
Dengan karya-karyanya yang terus berkembang, Bayu Skak telah menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama bagi generasi muda yang ingin mengejar impian di dunia hiburan.







