Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*
    Bahaya Overtraining dan Pentingnya Pemulihan Aktif Bagi Kebugaran Tubuh Jangka Panjang

    Bahaya Overtraining dan Pentingnya Pemulihan Aktif Bagi Kebugaran Tubuh Jangka Panjang

    7 October 2026
    Seni Merawat Silaturahmi di Tengah Padatnya Jadwal Pekerjaan Kaum Urban

    Seni Merawat Silaturahmi di Tengah Padatnya Jadwal Pekerjaan Kaum Urban

    7 October 2026
    Keajaiban Rempah Nusantara: Rahasia Alami Menjaga Daya Tahan Tubuh dan Vitalitas Harian

    Keajaiban Rempah Nusantara: Rahasia Alami Menjaga Daya Tahan Tubuh dan Vitalitas Harian

    7 October 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Wednesday, 7 October 2026
    Trending
    • Bahaya Overtraining dan Pentingnya Pemulihan Aktif Bagi Kebugaran Tubuh Jangka Panjang
    • Seni Merawat Silaturahmi di Tengah Padatnya Jadwal Pekerjaan Kaum Urban
    • Keajaiban Rempah Nusantara: Rahasia Alami Menjaga Daya Tahan Tubuh dan Vitalitas Harian
    • Kemewahan Bursa Transfer Sepak Bola Dunia Kini Tunduk pada Aturan Transparansi Keuangan
    • Strategi Elegan Mengelola Stres Kerja Tanpa Mengorbankan Kesehatan Mental dan Produktivitas Anda
    • Menanam Akar Jiwa Islam pada Anak di Tengah Derasnya Gelombang Informasi Global
    • Berburu Busana Bekas Bersejarah: Memaknai Kembali Thrifting Sebagai Bagian Ekspresi Diri
    • Mengubah Besi Tua Menjadi Emas Lewat Seni Restorasi Kendaraan Klasik yang Menguntungkan
    • Strategi Mengatur Gaji Bulanan Agar Keuangan Tetap Sehat dan Bebas Stress Finansial
    • Menimbang Kehadiran Kecerdasan Buatan di Ruang Kelas Antara Lompatan Belajar dan Ancaman Kejujuran
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Uncategorized»BI tahan suku bunga 5,75 persen, ekonom sebut belum saatnya pangkas rate

    BI tahan suku bunga 5,75 persen, ekonom sebut belum saatnya pangkas rate

    adm_imradm_imr27 August 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18-19 Agustus 2026. Suku bunga Deposit Facility juga tetap 4,75 persen, sedangkan Lending Facility sebesar 6,50 persen.

    Keputusan tersebut ditempuh untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak global, menjaga inflasi dalam sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

    Pejabat Gubernur Sementara BI, Destry Damayanti mengatakan, bank sentral tetap mengoptimalkan berbagai instrumen moneter untuk menjaga stabilitas rupiah.

    Keputusan BI ini sejalan dengan pandangan Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede. Josua menilai, keputusan terbaik bagi BI pada Agustus adalah mempertahankan BI-Rate di 5,75 persen.

    Menurut Josua, BI perlu memberi waktu agar kenaikan kumulatif suku bunga sebesar 100 basis poin pada Mei-Juni 2026 dapat bekerja secara optimal. Stabilitas rupiah, menurut dia, dapat dijaga melalui intervensi valuta asing, Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), pengelolaan likuiditas, serta instrumen makroprudensial.

    Dari sisi domestik, kondisi inflasi memberikan ruang bagi BI untuk mempertahankan suku bunga. Inflasi IHK pada Juli 2026 tercatat 2,88 persen secara tahunan, turun dari 3,34 persen pada Juni. Inflasi inti juga terjaga di level 2,76 persen, sementara inflasi volatile food melambat menjadi 2,52 persen.

    Kondisi tersebut, imbuh Josua, tidak memberikan alasan bagi BI untuk kembali menaikkan suku bunga. Namun, inflasi yang rendah juga belum cukup menjadi alasan untuk memangkas BI-Rate.

    “Inflasi masih terkendali, tetapi tekanan dari eksternal belum sepenuhnya hilang. Karena itu, kondisi tersebut lebih memberikan alasan untuk menahan, bukan memangkas suku bunga,” ungkapnya kepada Infomalangraya.com, Rabu (19/8).

    Tekanan eksternal terus menjadi perhatian karena pelemahan rupiah dan ketidakpastian global berpotensi memicu imported inflation. BI pun tetap memperkuat stabilitas nilai tukar untuk memitigasi dampak rambatan inflasi global.

    Alasan lainnya, Josua melihat kondisi global sudah cukup membaik sehingga BI tidak perlu menaikkan suku bunga pada Agustus. Namun, situasinya belum cukup aman untuk memulai penurunan BI-Rate.

    Inflasi konsumen Amerika Serikat (AS) pada Juli hanya naik 0,1 persen secara bulanan, sedangkan inflasi inti meningkat 0,2 persen. Secara tahunan, inflasi umum AS berada di 3,4 persen dan inflasi inti 2,5 persen. Perkembangan ini menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve pada September.

    Namun, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun masih berada di sekitar 4,7 persen pada pertengahan Agustus. Risiko inflasi, defisit fiskal AS, dan ketegangan geopolitik masih menjadi sumber tekanan di pasar keuangan global.

    “Jadi, kondisi eksternal sekarang cukup baik untuk menghindari kenaikan BI-Rate, tetapi belum cukup aman untuk memulai penurunan BI-Rate,” tutur Josua.

    BI sendiri memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global 2026 sekitar 3 persen, dengan inflasi global sekitar 4,5 persen. Ketidakpastian pasar keuangan juga tetap tinggi akibat berlanjutnya perang di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak serta komoditas dunia.

    Untuk menjaga rupiah, BI memperkuat intervensi melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF), spot, dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan.

    Pada 18 Agustus 2026, rupiah tercatat Rp17.855 per dolar AS, menguat 0,78 persen dibandingkan dengan posisi akhir Juli. Cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli juga mencapai USD145,3 miliar, setara pembiayaan 5,5 bulan impor.

    Josua juga memproyeksikan BI-Rate dipertahankan 5,75 persen hingga akhir 2026. Ia memperkirakan rata-rata rupiah berada di sekitar Rp18.276 per dolar AS pada kuartal III, sebelum menguat ke sekitar Rp17.906 per dolar AS pada akhir tahun.

    Pacu Pertumbuhan Ekonomi Melalui Kredit dan Digitalisasi

    Kendati BI-Rate ditahan, bank sentral tetap memberikan dukungan terhadap pertumbuhan melalui kebijakan makroprudensial dan likuiditas. Kredit perbankan pada Juli 2026 tercatat tumbuh 13,58 persen secara tahunan, naik dari 12,67 persen pada Juni.

    Per pekan pertama Agustus, insentif Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang diperoleh bank mencapai Rp446,5 triliun. Ketahanan perbankan juga tetap kuat, dengan CAR 23,70 persen dan NPL bruto 2,09 persen pada Juni 2026.

    Di sektor pembayaran, BI melanjutkan digitalisasi sesuai Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030. Salah satu langkahnya adalah memperkuat implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) serta menyiapkan perluasan kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS 0 persen untuk transaksi hingga Rp100.000 yang berlaku mulai 1 Oktober 2026.

    Penggunaan pembayaran digital juga terus meningkat. Pada Juli, volume transaksi pembayaran digital mencapai 5,50 miliar transaksi atau tumbuh 28,69 persen secara tahunan. Transaksi QRIS tumbuh lebih tinggi, yakni 82,42 persen secara tahunan.

    Sementara itu, ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen pada kuartal II 2026. Bank sentral memperkirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun berada dalam kisaran 4,9 persen – 5,7 persen.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Berita Malang Raya Populer: Rute angkutan pelajar butuh sosialisasi, trase tol Kepanjen dikaji

    By adm_imr5 September 20261 Views

    Nasib Timbul tukang becak mendadak masuk desil 9, merasa sakit anaknya terancam putus sekolah

    By adm_imr5 September 20261 Views

    Menjadi Stamp yang dulu – Stamp Fairtex janjikan versi yang lebih baik di ONE Fight Night 47

    By adm_imr5 September 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru
    Bahaya Overtraining dan Pentingnya Pemulihan Aktif Bagi Kebugaran Tubuh Jangka Panjang

    Bahaya Overtraining dan Pentingnya Pemulihan Aktif Bagi Kebugaran Tubuh Jangka Panjang

    7 October 2026
    Seni Merawat Silaturahmi di Tengah Padatnya Jadwal Pekerjaan Kaum Urban

    Seni Merawat Silaturahmi di Tengah Padatnya Jadwal Pekerjaan Kaum Urban

    7 October 2026
    Keajaiban Rempah Nusantara: Rahasia Alami Menjaga Daya Tahan Tubuh dan Vitalitas Harian

    Keajaiban Rempah Nusantara: Rahasia Alami Menjaga Daya Tahan Tubuh dan Vitalitas Harian

    7 October 2026
    Kemewahan Bursa Transfer Sepak Bola Dunia Kini Tunduk pada Aturan Transparansi Keuangan

    Kemewahan Bursa Transfer Sepak Bola Dunia Kini Tunduk pada Aturan Transparansi Keuangan

    6 October 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 February 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 June 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?