Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Jadwal Kapal Pelni KM Sangiang 27 Maret-16 April 2026, Rute Geser-Fakfak 2 dan 16

    29 Maret 2026

    Penderita PCOS Berisiko Tinggi Diabetes, Apa Penyebabnya?

    29 Maret 2026

    10 motor bebek terkuat 2026: mesin tangguh, irit bahan bakar, dan mampu melewati medan pegunungan

    29 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 29 Maret 2026
    Trending
    • Jadwal Kapal Pelni KM Sangiang 27 Maret-16 April 2026, Rute Geser-Fakfak 2 dan 16
    • Penderita PCOS Berisiko Tinggi Diabetes, Apa Penyebabnya?
    • 10 motor bebek terkuat 2026: mesin tangguh, irit bahan bakar, dan mampu melewati medan pegunungan
    • Pemkot Malang Wajibkan ASN Naik Sepeda ke Kantor Hemat BBM
    • Cuaca Ekstrem Ancam India, Beban Listrik Melonjak Tajam
    • Lumpia Lezat Semarang yang Jadi Oleh-Oleh Favorit Wisatawan
    • Kematian Akseyna, 11 Tahun Kasus Belum Terungkap, Keluarga Minta Kejelasan
    • Layanan Surabaya Tetap 100 Persen Meski ASN WFA, Eri: Pelayanan Tak Boleh Berhenti
    • Krisis Pupuk Iran Ancam Harga Pangan Dunia
    • Penangkapan Bos Jaringan Kamboja di Apartemen Royal Condominium Medan
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Tips»Cuaca Ekstrem Ancam India, Beban Listrik Melonjak Tajam

    Cuaca Ekstrem Ancam India, Beban Listrik Melonjak Tajam

    adm_imradm_imr29 Maret 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    India Menghadapi Lonjakan Permintaan Listrik yang Mencapai Rekor Tertinggi

    India sedang menghadapi tantangan besar dalam memenuhi permintaan listrik nasional yang diperkirakan akan mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah pada musim panas mendatang. Situasi ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan perang di Timur Tengah, khususnya konflik yang melibatkan Iran, yang mulai mengancam stabilitas pasokan bahan bakar global. Peningkatan konsumsi energi yang sangat besar ini dipicu oleh cuaca ekstrem dan gangguan impor gas alam, sehingga memberikan tekanan berat pada jaringan listrik negara dalam memenuhi kebutuhan pabrik maupun rumah tangga.

    Menanggapi kondisi tersebut, Kementerian Tenaga Listrik India kini sedang mengupayakan berbagai langkah darurat dan kerja sama antar lembaga untuk memastikan listrik tetap menyala bagi ratusan juta penduduk. Otoritas terkait menyatakan bahwa langkah pencegahan ini mencakup optimalisasi stok batu bara dalam negeri dan pengaturan ulang jalur pengiriman barang. Hal ini dilakukan demi mencegah terjadinya mati lampu massal yang dapat mengganggu ekonomi nasional di tengah ketidakpastian situasi global saat ini.

    1. India Perkuat Stok Batu Bara

    Kementerian Tenaga Listrik India kini tengah memperkuat koordinasi dengan perusahaan tambang batu bara nasional dan pihak kereta api untuk menjamin ketersediaan bahan bakar mulai April mendatang. Langkah ini diambil karena stok batu bara di lokasi tambang milik Coal India Limited telah mencapai rekor 121,39 juta ton per 9 Maret 2026. Pemerintah juga berencana mengeluarkan instruksi resmi kepada seluruh pembangkit listrik tenaga uap agar menunda jadwal perawatan rutin selama musim panas, sehingga produksi listrik tetap maksimal untuk menanggung beban jaringan yang diprediksi melonjak tajam.

    Kementerian Batu Bara India memberikan jaminan cadangan energi nasional dalam posisi aman untuk menghadapi lonjakan permintaan tersebut. “Stok batubara keseluruhan yang tersedia di negara ini adalah sekitar 210 juta ton, yang akan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama sekitar 88 hari,” kata pihak kementerian.

    Upaya penyelamatan ini juga mencakup pengaktifan kembali pembangkit listrik yang sedang tidak beroperasi melalui aturan darurat. Prioritas pengiriman batu bara lewat jalur kereta api akan difokuskan ke wilayah Utara dan Barat, yang mencatatkan rekor permintaan listrik masing-masing sebesar 86,7 GW dan 74,8 GW. Pemerintah terus memantau distribusi 156,58 juta ton batu bara yang ada di tambang maupun dalam perjalanan, demi memastikan setiap wilayah mendapatkan pasokan yang merata.

    Untuk jangka panjang, India juga sedang membangun pembangkit listrik baru dengan kapasitas tambahan sebesar 97 ribu MW yang ditargetkan selesai pada tahun 2034 hingga 2035. Proyek besar ini disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan listrik masa depan yang diperkirakan mencapai 307 ribu MW.

    2. Konflik Timur Tengah dan Krisis Selat Hormuz Ancam Pasokan Energi

    Eskalasi konflik bersenjata di wilayah Timur Tengah yang telah memasuki minggu ketiga mulai mengacaukan pasar energi internasional. Gangguan besar pada aliran minyak mentah dan gas alam cair (LNG) ini berdampak langsung pada kenaikan harga energi serta biaya logistik bagi negara pengimpor seperti India.

    Penutupan jalur penting di Selat Hormuz bahkan menyebabkan penghentian total pasokan gas dari Qatar ke India, sehingga memaksa industri besar seperti pabrik pupuk dan penyulingan minyak untuk mengurangi operasional mereka akibat kelangkaan bahan bakar. Kelangkaan gas elpiji yang biasanya melayani lebih dari 330 juta dapur di India juga memaksa pemerintah untuk memperpanjang masa tunggu pemesanan tabung gas. Situasi ini memicu masyarakat beralih secara mendadak ke penggunaan kompor listrik, yang akhirnya memberikan beban tambahan yang sangat besar pada jaringan listrik nasional.

    Kondisi ini diperparah dengan lonjakan harga barang kebutuhan pokok dan kenaikan biaya energi rumah tangga yang cukup tinggi di seluruh negeri.

    3. India Prediksi Rekor Lonjakan Listrik Capai 283 GW

    Permintaan listrik di India diperkirakan akan melonjak hingga mencapai angka 283 GW selama periode cuaca ekstrem mendatang. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 13 persen dibandingkan rekor sebelumnya, yaitu 250 GW yang baru saja terjadi pada musim panas 2024.

    Tantangan terbesar muncul pada malam hari saat kapasitas energi surya sebesar 140 GW tidak lagi beroperasi, sementara penggunaan AC tetap tinggi karena suhu udara yang panas. Kondisi ini memaksa sistem jaringan listrik bergantung sepenuhnya pada pembangkit berbahan bakar batu bara dan cadangan energi yang masih terbatas.

    Sebagai strategi jangka panjang, India terus mempercepat pembangunan energi terbarukan, termasuk proyek raksasa di Khavda, Gujarat. Pemerintah menargetkan kapasitas penyimpanan energi sebesar 60,63 GW pada tahun 2030 untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan. Meskipun listrik di siang hari dinilai cukup berkat tenaga surya dan angin, ketidakpastian pasokan gas akibat konflik internasional membuat batu bara tetap menjadi tulang punggung utama. Hal ini dilakukan agar pembangkit listrik tetap bekerja maksimal guna mencegah kegagalan sistem kelistrikan nasional.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    6 rumah layak huni berstandar RSS untuk korban banjir Solok bisa dialiri listrik

    By adm_imr29 Maret 20261 Views

    Tips hemat listrik saat menggunakan mesin cuci

    By adm_imr28 Maret 20261 Views

    Kantor SMAN 1 Toho Mempawah Ludes Terbakar Akibat Korsleting Listrik

    By adm_imr28 Maret 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Jadwal Kapal Pelni KM Sangiang 27 Maret-16 April 2026, Rute Geser-Fakfak 2 dan 16

    29 Maret 2026

    Penderita PCOS Berisiko Tinggi Diabetes, Apa Penyebabnya?

    29 Maret 2026

    10 motor bebek terkuat 2026: mesin tangguh, irit bahan bakar, dan mampu melewati medan pegunungan

    29 Maret 2026

    Pemkot Malang Wajibkan ASN Naik Sepeda ke Kantor Hemat BBM

    29 Maret 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    6 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?