Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Jateng Percepat Penanganan Sampah, Semarang Raya Jadi Proyek Pertama Pengolahan Sampah Jadi Listrik

    17 Mei 2026

    Jika Suka Teh Daripada Kopi, Ini 9 Ciri Kepribadian Anda Menurut Psikologi

    17 Mei 2026

    Naskah Khutbah Jumat 8 Mei 2026: Pahala Haji Bagi yang Tidak Mampu

    17 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 17 Mei 2026
    Trending
    • Jateng Percepat Penanganan Sampah, Semarang Raya Jadi Proyek Pertama Pengolahan Sampah Jadi Listrik
    • Jika Suka Teh Daripada Kopi, Ini 9 Ciri Kepribadian Anda Menurut Psikologi
    • Naskah Khutbah Jumat 8 Mei 2026: Pahala Haji Bagi yang Tidak Mampu
    • 5 tantangan membuka kafe di era ini, masih menguntungkan?
    • Festival Rujak Uleg Surabaya Dorong Perekonomian Rakyat
    • Ammar Zoni Kembali Dikirim ke Lapas Nusakambangan Usai Permohonan Ditolak
    • Jadwal Live TV SCTV: Pertandingan Final Liga Champion Arsenal vs PSG, Fakta Menarik Berebut Trofi Eropa
    • Populer Kaltim: Pria Tewas Usai Jatuh dari Pohon Mangga Saat Perampokan Kurir
    • 50 Soal Ujian Agama Islam Kelas 8 Terbaru 2026-2027
    • PMT Siapkan Pelayaran Perdana CMA CGM ke Tiongkok Selatan
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kesehatan»Penderita PCOS Berisiko Tinggi Diabetes, Apa Penyebabnya?

    Penderita PCOS Berisiko Tinggi Diabetes, Apa Penyebabnya?

    adm_imradm_imr29 Maret 20264 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Penyebab Penderita PCOS Rentan Terkena Diabetes

    Penelitian menunjukkan bahwa perempuan dengan sindrom ovarium polikistik (PCOS) memiliki risiko terkena diabetes tipe 2 hingga 4 kali lebih tinggi dibandingkan perempuan tanpa PCOS. PCOS adalah gangguan hormon pada perempuan yang menyebabkan produksi sel telur tidak normal, yakni berukuran kecil dan tidak dapat matang. Kondisi ini dikenal sebagai ‘kista’, di mana sel-sel telur yang belum matang membesar, sehingga ovulasi jarang terjadi. Akibatnya, PCOS juga sering menyebabkan masalah kesuburan pada perempuan.

    Ciri Perempuan dengan PCOS

    Perempuan dengan PCOS biasanya menunjukkan beberapa ciri atau gejala yang berkaitan dengan gangguan hormonal ini. Berikut adalah beberapa ciri umum yang sering dialami:

    • Siklus Menstruasi Tidak Teratur

      Perempuan dengan PCOS sering mengalami menstruasi yang tidak teratur. Ini disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon yang mengganggu ovulasi secara normal.

    • Kadar Hormon Androgen yang Tinggi

      PCOS menyebabkan peningkatan produksi hormon androgen (hormon laki-laki) pada perempuan, yang dapat menimbulkan gejala seperti tumbuhnya rambut berlebih (hirsutisme) di area wajah, dada, punggung, atau perut, serta masalah jerawat atau kulit berminyak.

    • Kista di Ovarium

      Pada PCOS, ovarium membentuk banyak folikel kecil yang mengandung sel telur tidak matang. Folikel-folikel ini dikenal sebagai kista dan sering terdeteksi melalui USG. Meski begitu, tidak semua perempuan dengan PCOS memiliki kista di ovarium.

    • Kenaikan Berat Badan atau Kesulitan Menurunkan Berat Badan

      Banyak perempuan dengan PCOS mengalami peningkatan berat badan, terutama di area perut. Mereka juga merasa sulit menurunkan berat badan. PCOS sering dikaitkan dengan resistensi insulin yang dapat memengaruhi metabolisme tubuh.

    • Rambut Rontok atau Penipisan Rambut

      Perempuan dengan PCOS bisa mengalami kerontokan rambut atau kebotakan di bagian atas kepala. Kondisi ini mirip dengan pola kebotakan laki-laki akibat tingginya kadar hormon androgen.

    Hubungan PCOS dan Diabetes

    Mengutip dari laman Daily Mail, kondisi PCOS dapat meningkatkan risiko resistensi insulin yang menjadi tahap awal penyakit diabetes melitus tipe dua. Umumnya, perempuan dengan PCOS terdiagnosis diabetes empat tahun lebih awal dibanding pasien tanpa PCOS. Penelitian menemukan bahwa usia rata-rata penderita PCOS saat terdiagnosis diabetes adalah 31 tahun.

    “Banyak perempuan dengan PCOS mengidap obesitas, namun risiko berkembangnya diabetes pada PCOS belum diketahui,” jelas Dorte Glintborg dari Odense University Hospital di Denmark. “Peningkatan risiko berkembangnya diabetes tipe 2 pada PCOS merupakan temuan penting. Diabetes kemungkinan berkembang pada usia muda dan penting untuk diperiksa, terutama bagi perempuan yang obesitas dan mengalami PCOS,” tambahnya.

    Perempuan PCOS Rentan Terkena Diabetes

    Dalam sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 19.500 perempuan Denmark, menemukan bahwa perempuan dengan PCOS empat kali lebih rentan terkena risiko diabetes dibandingkan dengan mereka tanpa PCOS. Peneliti juga menemukan kalau indeks massa tubuh yang lebih tinggi, resistensi insulin, dan kadar lemak darah termasuk trigliserida dapat meningkatkan risiko terkena diabetes.

    Penyebab Penderita PCOS Rentan Terkena Diabetes

    Penderita PCOS lebih rentan terkena diabetes tipe 2 karena beberapa faktor yang berkaitan dengan ketidakseimbangan hormon dan metabolisme. Berikut penjelasan mengenai penyebabnya:

    • Resistensi Insulin

      Sebagian besar perempuan dengan PCOS mengalami resistensi insulin, yaitu kondisi di mana tubuh tidak bisa menggunakan insulin dengan efektif. Insulin adalah hormon yang membantu sel-sel tubuh menyerap glukosa (gula) dari darah untuk digunakan sebagai energi. Ketika tubuh resisten terhadap insulin, pankreas memproduksi lebih banyak insulin untuk mengimbangi. Kadar insulin yang tinggi ini sering ditemui pada penderita PCOS. Selain itu, resistensi insulin menyebabkan kadar gula darah tetap tinggi. Kadar gula darah yang tidak terkontrol lama-kelamaan dapat menyebabkan diabetes tipe 2, karena tubuh tidak mampu lagi menjaga keseimbangan kadar gula.

    • Kadar Insulin yang Tinggi Memicu Produksi Androgen

      Kadar insulin yang tinggi merangsang ovarium untuk memproduksi lebih banyak hormon androgen (hormon laki-laki) seperti testosteron. Androgen yang tinggi tidak hanya menyebabkan gejala PCOS, seperti tumbuhnya rambut berlebih dan jerawat, tetapi juga memperburuk resistensi insulin.

    • Perubahan dalam Metabolisme Lemak

      Perempuan dengan PCOS cenderung mengalami penumpukan lemak di sekitar perut (lemak visceral). Ini merupakan faktor risiko utama untuk resistensi insulin. Lemak visceral lebih berbahaya daripada lemak subkutan (lemak di bawah kulit) karena lebih aktif secara metabolik dan berhubungan dengan resistensi insulin. Kelebihan lemak di sekitar perut ini juga berkontribusi terhadap gangguan metabolisme, sehingga meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

    • Gangguan Hormon dan Peradangan

      PCOS sering dikaitkan dengan peradangan kronis tingkat rendah. Peradangan tersebut dapat memengaruhi cara tubuh menangani insulin, meningkatkan resistensi insulin, dan memicu kondisi metabolik seperti diabetes. Perempuan dengan PCOS biasanya memiliki kadar protein C-reaktif (CRP) lebih tinggi, yang merupakan penanda peradangan dalam tubuh.

    • Faktor Genetik

      Beberapa penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik dapat berperan dalam meningkatkan risiko resistensi insulin dan diabetes pada perempuan dengan PCOS. Jika ada riwayat diabetes tipe 2 dalam keluarga, risiko perempuan dengan PCOS untuk mengembangkan diabetes menjadi lebih tinggi.

    • Kenaikan Berat Badan

      Resistensi insulin juga sering dikaitkan dengan kenaikan berat badan. Banyak perempuan dengan PCOS mengalami kesulitan mengelola berat badan, sehingga memperparah resistensi insulin dan meningkatkan risiko diabetes. Meski tidak semua penderita PCOS mengalami obesitas, namun mereka yang mengalami kelebihan berat badan berisiko lebih tinggi terkena diabetes.

    Secara keseluruhan, penanganan yang tepat, seperti diet, olahraga, dan pengobatan, dapat membantu mengurangi risiko ini.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Apakah Protein Shake Bantu Kurangi Berat Badan?

    By adm_imr14 Mei 20262 Views

    Waspada! 9 Penyakit Kulit Umum Saat Hamil

    By adm_imr14 Mei 20263 Views

    Kemenkes Bantu Ayah Dokter Myta yang Wafat di Jambi

    By adm_imr14 Mei 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Jateng Percepat Penanganan Sampah, Semarang Raya Jadi Proyek Pertama Pengolahan Sampah Jadi Listrik

    17 Mei 2026

    Jika Suka Teh Daripada Kopi, Ini 9 Ciri Kepribadian Anda Menurut Psikologi

    17 Mei 2026

    Naskah Khutbah Jumat 8 Mei 2026: Pahala Haji Bagi yang Tidak Mampu

    17 Mei 2026

    5 tantangan membuka kafe di era ini, masih menguntungkan?

    16 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?