Ringkasan Cuaca Surabaya pada Jumat, 21 Agustus 2026
Cuaca di Kota Surabaya pada Jumat, 21 Agustus 2026, diprakirakan cerah berawan sejak dini hari hingga malam hari. Prakiraan ini didasarkan pada data dari BMKG Juanda yang menunjukkan bahwa kondisi cuaca tetap stabil sepanjang hari. Suhu udara berada dalam kisaran 24 hingga 31 derajat Celsius, sedangkan angin bertiup dari arah timur dengan kecepatan hingga 31 kilometer per jam.
Warga disarankan untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca jika ada perubahan mendadak. Meskipun prakiraan menunjukkan kondisi cerah berawan, masyarakat tetap perlu waspada karena perubahan cuaca bisa terjadi kapan saja.
Cuaca Surabaya Pagi Hari
Pada pagi hari, cuaca Surabaya diprakirakan cerah berawan. Data dari BMKG Juanda menunjukkan bahwa kondisi tersebut terlihat pada pukul 04.00 WIB dan 07.00 WIB. Masyarakat yang beraktivitas sejak pagi, termasuk pekerja, pelajar, dan pengendara, tidak menghadapi kondisi hujan berdasarkan data tersebut.
Meski demikian, kondisi cuaca dapat berubah, sehingga masyarakat tetap disarankan memperhatikan pembaruan informasi cuaca dari BMKG. Suhu udara mulai meningkat seiring masuknya pagi, dan perubahan suhu tersebut perlu diperhatikan terutama bagi masyarakat yang melakukan aktivitas di luar ruangan.
Cuaca Surabaya Siang Hari
Memasuki siang hari, cuaca Surabaya masih diprakirakan cerah berawan. Data BMKG Juanda menunjukkan kondisi tersebut pada pukul 10.00 WIB dan 13.00 WIB. Pada periode ini, suhu udara dapat mencapai kisaran tertinggi dalam rentang prakiraan harian, yakni hingga 31 derajat Celsius.
Kondisi cerah berawan membuat paparan sinar matahari tetap perlu diperhatikan meskipun langit tidak sepenuhnya cerah. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan sebaiknya mengatur waktu kegiatan dan memastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi, terutama ketika berada di bawah paparan matahari dalam waktu lama.
Cuaca Surabaya Malam Hari
Pada sore hingga malam hari, cuaca Surabaya diprakirakan tetap cerah berawan. Data pada gambar prakiraan BMKG Juanda menunjukkan kondisi tersebut pada pukul 16.00 WIB, 19.00 WIB, hingga 22.00 WIB. Suhu udara diprakirakan berangsur turun setelah mencapai titik tertinggi pada siang hari.
Namun, kondisi angin tetap perlu menjadi perhatian karena BMKG Juanda mencantumkan angin dari arah timur dengan kecepatan hingga 31 km/jam. Bagi masyarakat yang bepergian pada malam hari, kondisi tersebut tetap perlu diperhitungkan, terutama pengendara sepeda motor yang lebih rentan terhadap hembusan angin.
Rincian Prakiraan Cuaca Surabaya 21 Agustus 2026
Berikut rincian prakiraan cuaca Kota Surabaya berdasarkan data BMKG Juanda:
- 01.00 WIB: cerah berawan
- 04.00 WIB: cerah berawan
- 07.00 WIB: cerah berawan
- 10.00 WIB: cerah berawan
- 13.00 WIB: cerah berawan
- 16.00 WIB: cerah berawan
- 19.00 WIB: cerah berawan
- 22.00 WIB: cerah berawan
Suhu udara: 24–31 derajat Celsius
Angin: dari arah timur, hingga 31 km/jam
BMKG menyediakan layanan prakiraan cuaca Surabaya dan pemutakhiran informasi secara berkala. Oleh karena itu, masyarakat tetap perlu mengecek pembaruan apabila kondisi aktual di lapangan berubah.
Tips Beraktivitas di Surabaya
Cuaca cerah berawan bukan berarti masyarakat dapat mengabaikan kondisi lingkungan. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:
- Gunakan pelindung dari sinar matahari ketika beraktivitas cukup lama di luar ruangan.
- Siapkan air minum untuk menjaga kebutuhan cairan tubuh.
- Pengendara sepeda motor sebaiknya memperhatikan hembusan angin, terutama ketika melintasi jalan terbuka.
- Periksa pembaruan informasi cuaca BMKG sebelum melakukan perjalanan jauh.
- Tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak meskipun prakiraan menunjukkan kondisi cerah berawan.
Prakiraan cerah berawan sepanjang hari menunjukkan bahwa Jumat di Surabaya diperkirakan relatif mendukung untuk berbagai aktivitas luar ruangan. Namun, keberadaan awan tetap membuat kondisi langit tidak sepenuhnya cerah sepanjang waktu.
Hal lain yang menarik perhatian adalah kecepatan angin yang dapat mencapai 31 km/jam dari arah timur. Artinya, selain memperhatikan suhu maksimum 31 derajat Celsius, masyarakat juga perlu mempertimbangkan kondisi angin saat beraktivitas di ruang terbuka.
Prakiraan cuaca merupakan informasi yang dapat mengalami pemutakhiran. Karena itu, data pada prakiraan ini sebaiknya digunakan sebagai acuan awal, sementara kondisi aktual tetap mengikuti perkembangan cuaca dan pembaruan resmi BMKG.
Kesiapsiagaan Polda Jatim Menghadapi Karhutla
Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membayangi sejumlah wilayah Jawa Timur seiring kondisi kemarau yang semakin kering. Polda Jawa Timur pun meningkatkan kesiapsiagaan dengan menyiagakan ratusan personil gabungan, lengkap dengan peralatan dan sarana pendukung untuk merespons potensi kebakaran secara cepat.
Kesiapan tersebut ditandai dengan apel kesiapsiagaan yang digelar anggota Direktorat Samapta Polda Jatim di Lapangan Mapolda Jatim, Selasa (11/8/2026) pagi. Apel digelar sebagai langkah antisipasi menghadapi ancaman karhutla yang dipetakan di sedikitnya 10 wilayah Jawa Timur.
Direktur Direktorat Samapta Polda Jatim Kombes Pol Noerwiyanto mengatakan kondisi geografis Jawa Timur membuat provinsi ini memiliki tingkat kerawanan karhutla yang cukup tinggi. Hutan, kawasan pegunungan, perkebunan hingga permukiman padat tersebar di berbagai wilayah. Kondisi tersebut, ditambah musim kemarau, meningkatkan potensi munculnya kebakaran.
“Jawa Timur memiliki potensi kerawanan kebakaran hutan dan lahan yang cukup tinggi. Kawasan hutan jati dan hutan pinus yang tersebar di berbagai daerah berpotensi mengalami kebakaran, terutama saat musim kemarau,” ujar Noerwiyanto di Mapolda Jatim.
Ia menilai langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini, terlebih sejumlah kawasan di Jatim kini menghadapi kondisi kering. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), yang saat ini masih dalam penanganan petugas gabungan akibat kebakaran.
Berdasarkan pemetaan dan prediksi kondisi cuaca, sejumlah wilayah yang perlu mendapat perhatian antara lain Probolinggo, Situbondo, Lumajang, Malang, Trenggalek, Ponorogo, Kediri, Bojonegoro, Gresik, serta wilayah lainnya.
Noerwiyanto menegaskan karhutla tidak semata-mata disebabkan faktor alam. Aktivitas manusia juga dapat menjadi pemicu kebakaran, terutama saat kondisi lahan dan vegetasi mengering. Salah satu yang diwaspadai adalah kebiasaan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar ranting, daun, dan rerumputan kering.
“Karhutla tidak hanya dipengaruhi faktor alam atau cuaca saat musim kering ekstrem. Aktivitas manusia juga dapat menjadi penyebab, misalnya membakar daun dan ranting kering untuk membersihkan lahan yang akan digunakan sebagai perkebunan,” jelasnya.
Karena itu, pencegahan tidak hanya dilakukan melalui kesiapan petugas, tetapi juga dengan meningkatkan kesadaran masyarakat. Polda Jatim memastikan personel, peralatan, serta sarana dan prasarana pendukung berada dalam kondisi siap digunakan. Seluruh unsur yang terlibat juga diminta mampu bergerak cepat dan terpadu apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran.
“Apel gelar pasukan dan peralatan ini merupakan bentuk kesiapan personel, peralatan, serta sarana dan prasarana pendukung untuk melaksanakan penanganan karhutla,” kata Noerwiyanto.
Ia juga meminta jajaran meningkatkan deteksi dini dan patroli di kawasan rawan kebakaran. Pemanfaatan teknologi untuk memantau titik panas atau hotspot juga perlu dioptimalkan. Di sisi lain, edukasi kepada masyarakat terus digencarkan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Noerwiyanto menekankan penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama lintas sektor. Polri tidak dapat bekerja sendiri. Penanganan membutuhkan sinergi dengan BPBD, Basarnas, pemadam kebakaran, relawan, dinas terkait hingga masyarakat.
“Keberhasilan penanganan karhutla sangat bergantung pada sinergitas dan kolaborasi lintas sektor. Karena itu, seluruh instansi harus mengesampingkan ego sektoral agar penanganan di lapangan dapat berjalan efektif,” ujarnya.
Ia juga meminta kesiapan personel dan peralatan diperiksa secara berkala, disertai koordinasi lintas sektor yang kuat. Di tengah kesiapan menghadapi karhutla, keselamatan petugas juga menjadi perhatian utama. Medan hutan dan lahan yang sulit, ditambah kondisi api yang dapat berubah cepat, membuat setiap personel harus bekerja sesuai standar keselamatan.
“Utamakan keselamatan personel. Patuhi standar operasional prosedur keselamatan kerja atau safety first saat melakukan pemadaman di medan yang sulit. Jiwa setiap personel sangat berharga,” pungkas Noerwiyanto.
Dengan penguatan deteksi dini, patroli, kesiapan personil dan peralatan, serta kolaborasi lintas sektor, Polda Jatim berupaya mencegah potensi karhutla meluas di tengah ancaman musim kemarau yang lebih kering.






