Prakiraan Cuaca Surabaya Pada Tanggal 30 Maret 2026
Pada Senin, 30 Maret 2026, prakiraan cuaca di Kota Surabaya menunjukkan dominasi kondisi berawan dari dini hari hingga sore hari. Berdasarkan data yang dirilis oleh BMKG Juanda, hujan diperkirakan turun pada malam hari sekitar pukul 22.00 WIB.
Suhu udara di Surabaya berkisar antara 25 hingga 33 derajat Celsius. Angin bertiup dari arah utara dengan kecepatan sekitar 13 kilometer per jam. Kondisi cuaca yang relatif stabil ini membuat aktivitas masyarakat pada pagi hingga siang hari cukup aman dilakukan di luar ruangan. Namun, warga tetap diminta untuk waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama mengingat memasuki masa peralihan musim yang ditandai dengan hujan pada malam hari.
Masyarakat yang beraktivitas hingga malam disarankan menyiapkan perlengkapan hujan seperti payung atau jas hujan. Informasi cuaca harian sangat penting bagi pekerja lapangan dan pengguna jalan, karena membantu merencanakan aktivitas dengan lebih aman dan nyaman.
Prakiraan Cuaca Berdasarkan Waktu
Cuaca Pagi
Pada pagi hari, cuaca di Surabaya diperkirakan berawan mulai pukul 01.00, 04.00, hingga 07.00 WIB. Kondisi berawan ini menandakan sinar matahari masih dapat muncul, namun tertutup awan. Suhu udara pagi hari berkisar antara 25 hingga 27 derajat Celsius sehingga masih terasa cukup sejuk.
Cuaca Siang
Memasuki siang hari, cuaca Surabaya masih didominasi berawan, yakni pada pukul 10.00, 13.00, hingga 16.00 WIB. Suhu udara pada siang hari menjadi yang paling panas, mencapai 33 derajat Celsius. Warga disarankan tetap menggunakan pelindung seperti topi atau payung saat beraktivitas di luar ruangan.
Cuaca Malam
Pada malam hari, cuaca berawan masih terjadi pada pukul 19.00 WIB. Namun hujan diperkirakan turun pada pukul 22.00 WIB. Warga yang beraktivitas pada malam hari diminta lebih waspada terhadap jalan licin dan potensi genangan air.
Tips Menghadapi Cuaca Surabaya
Agar tetap nyaman beraktivitas, warga Surabaya disarankan membawa payung atau jas hujan terutama bagi yang pulang malam. Gunakan pakaian yang menyerap keringat saat siang hari karena suhu cukup panas. Pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik saat berkendara malam hari ketika hujan. Selain itu, jaga kondisi tubuh dengan memperbanyak minum air putih agar tidak dehidrasi saat cuaca panas.
Peringatan Dini Cuaca Ekstrem dari BMKG Juanda
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur. Peringatan ini berlaku dalam periode cukup panjang, yakni mulai 26 Maret 2026 hingga 4 April 2026. Informasi tersebut diumumkan melalui laman resmi Stasiun Meteorologi Juanda. Masyarakat di berbagai daerah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Cuaca ekstrem yang dimaksud meliputi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Selain itu, terdapat potensi banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es. Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat serta menimbulkan risiko bencana di daerah rawan.
Oleh karena itu, warga diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terbaru. Peringatan dini ini penting sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi risiko bencana. Menurut info di laman stamet-juanda.bmkg.go.id, cuaca ekstrem terjadi antara 26 Maret 2026 hingga 4 April 2026.
Kondisi tersebut mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi (hujan sedang – lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es). Peringatan dini ini dirilis oleh BMKG Juanda sebagai bentuk kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur.
Wilayah yang perlu diwaspadai antara lain Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Gresik, Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kota Malang, Kota Madiun, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Madiun, Kabupaten Magetan, Kabupaten Malang, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Sampang, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Jember, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Jombang, Kota Batu, Kota Mojokerto, Kota Pasuruan, Kota Probolinggo, Kota Surabaya, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Tuban.
Masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana seperti bantaran sungai, daerah lereng, dan wilayah dengan drainase kurang baik diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Selain itu, warga juga diminta mengantisipasi pohon tumbang dan baliho roboh saat terjadi angin kencang. Warga diharapkan tidak panik, namun tetap siaga dan mengikuti informasi resmi dari BMKG serta pemerintah daerah setempat.
Pemerintah daerah dan instansi terkait juga diharapkan bersiap menghadapi potensi bencana hidrometeorologi selama periode cuaca ekstrem ini. Agar tetap aman saat cuaca ekstrem, masyarakat disarankan menyiapkan perlengkapan darurat seperti senter, obat-obatan, dan makanan siap saji. Hindari berteduh di bawah pohon saat hujan disertai angin kencang. Pastikan saluran air di sekitar rumah tidak tersumbat untuk mengurangi risiko banjir. Selain itu, selalu pantau informasi cuaca terbaru dari BMKG sebelum beraktivitas di luar rumah.







