Pengoperasian BTS Trans Saijaan di Kotabaru Kalsel
BTS Trans Saijaan, sebuah layanan transportasi umum yang baru saja diperkenalkan di Kota Kotabaru, Kalimantan Selatan, telah menarik perhatian masyarakat dan pelaku usaha transportasi. Tidak hanya disambut antusias oleh pengguna, kehadiran angkutan ini juga memberikan peluang bagi para pemilik trayek untuk memiliki unit yang lebih modern.
Antusiasme Masyarakat dan Pelaku Usaha
Kasi Angkutan Jalan Dishub Kotabaru, Muhammad Akbar, menyampaikan bahwa animo terhadap kepemilikan BTS Trans Saijaan cukup tinggi. Namun, pihaknya tetap memprioritaskan mereka yang sudah memiliki trayek aktif dan unit angkutan eksisting.
“Yang jelas, animo memiliki tinggi. Tapi kita juga menyesuaikan dengan kondisi. Kami memprioritaskan yang ada trayek dan angkutannya. Jika tidak ada unitnya belum kami akomodir,” ujarnya.
Memasuki hari kedua uji coba dan gratis, setidaknya 43 unit BTS Trans Saijaan telah dioperasikan untuk tujuh trayek. Layanan ini beroperasi dengan menggandeng Damri sebagai pihak ketiga yang juga mempekerjakan para sopir dengan gaji UMK Kotabaru.
Jam operasional layanan ini berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 21.00 wita. Irwanto, salah satu driver, mengungkapkan rasa senangnya karena penggajian yang jelas dan adanya BPJS. Ia mengatakan bahwa hal ini mengurangi risiko rebutan penumpang atau sambil ngetam.
Rute dan Trayek yang Dijalani
Trans Saijaan digratiskan hingga akhir Desember 2026. Di tahun berikutnya, kemungkinan akan dikenakan biaya dengan tarif subsidi dan menggunakan e-money secara langsung.
Berikut adalah rute dari tujuh trayek yang dilayani:
- Trayek 1: Ada enam unit. Berangkat dari Tugu Nelayan menuju Jalan Suryaganggawangsa, masuk ke perkantoran Kecamatan Pulaulaut Sigam sebagai tujuan akhir.
- Trayek 2: Ada lima unit. Melintas ke Gunung Sentral, Jalan Gagah Lurus, Pasar Limbur dan kembali ke Tugu Nelayan.
- Trayek 3: Ada 10 unit. Berangkat dari Tugu Nelayan ke Siring Laut, kemudian ke Stagen, hingga berakhir di Perkantoran Sebelimbingan dan kembali ke Tugu Nelayan.
- Trayek 4: Ada delapan unit. Rutenya dari Tugu Nelayan, Jalan Veteran, Jalan Selokayang, RSUD Pangeran Jaya Sumitra, Pasar Limbur Raya dan kembali ke Tugu Nelayan.
- Trayek 5: Ada enam unit. Rutenya Dari Tugu Nelayan, Pasar Limbur Raya, Jalan Veteran, Perumnas, Higa Gunung, dan kembali ke Tugu Nelayan.
- Trayek 6: Ada empat unit. Melintasi Jalan Agus Salim, Siring Laut, Pasar Limbur Raya, Jalan Veteran, Mandin, Jalan Sungai Salak dan kembali ke Tugu Nelayan.
- Trayek 7: Ada empat unit. Rute yang dilintasi Mulai Desa Gunung Ulin, ke Jalan Raya Stagen, Perumnas, Puskesmas Dirgahayu, Mandin dan kembali ke Gunung Ulin.
Respons Masyarakat
Di hari pertama uji coba, antusias masyarakat pengguna terlihat tinggi, meskipun masih perlu sosialisasi yang lebih masif. Beberapa di antaranya mengira angkutan tersebut adalah armada jemputan, sehingga agak enggan menghentikannya.
“Mungkin masih perlu sosialisasi, karena masih terbilang baru,” ujar Ardi, salah satu pengemudi BTS Trans Saijaan.
Kadishub Kotabaru, Khairian Anshari, mengatakan bahwa uji coba ini tentu tidak akan sempurna, masih perlu banyak saran dan evaluasi. Pihaknya juga terbuka untuk berbagai masukan untuk lebih optimalnya pelayanan.
“Yang jelas kita sambil jalan dan mengajak masyarakat membudayakan naik transportasi publik yang ada. Terlebih sudah didesain nyaman dan memudahkan,” jelasnya.
Upaya Mengurangi Volume Kendaraan
Langkah ini juga sebagai upaya mengurangi volume kendaraan di Kotabaru yang semakin tidak ideal dengan jalan yang ada, terutama di kawasan perkotaan.
Warga Senang
Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Kotabaru mulai operasionalkan angkutan kota Buy The Service (BTS) Trans Saijaan mulai besok, 1 Agustus 2026. BTS Trans Saijaan menggantikan angkutan eksisting atau taksi hijau yang puluhan tahun terakhir ini masih bertahan namun sudah kurang optimal dalam operasional.







