Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Prodi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Saizu Lakukan Asesmen Lapangan untuk Tingkatkan Mutu dan Integrasi Ilmu

    16 April 2026

    11 Kali Platinum, Nadhif Pernah Ingin Berhenti dari Musik: Mau Dagang

    16 April 2026

    20 Soal UAS Bahasa Indonesia Kelas 7 SMP Semester 2 Kurikulum Merdeka dengan Kunci Jawaban

    16 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Kamis, 16 April 2026
    Trending
    • Prodi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Saizu Lakukan Asesmen Lapangan untuk Tingkatkan Mutu dan Integrasi Ilmu
    • 11 Kali Platinum, Nadhif Pernah Ingin Berhenti dari Musik: Mau Dagang
    • 20 Soal UAS Bahasa Indonesia Kelas 7 SMP Semester 2 Kurikulum Merdeka dengan Kunci Jawaban
    • Bupati Tulungagung Ditangkap KPK, 16 Orang Diamankan, Harta Rp 18 Miliar
    • Startup Tangguh Indonesia Jadi Sorotan di Endeavor Outliers 2026
    • Tersangka Penyalahgunaan Elpiji Subsidi 3 Kg di Nagan Terancam 6 Tahun Bui, Ini Modusnya
    • Dahnil Kritik Antrean Haji yang Berlangsung Puluhan Tahun
    • Delapan Manfaat Moringa untuk Kesehatan, Tanaman Obat Herbal
    • Hidangan khas Sanggau yang lezat dan penuh tradisi
    • Bidan Hindayana Dipanggil DPR RI Soal Pembelian Motor Listrik
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kajian Islam»Dahnil Kritik Antrean Haji yang Berlangsung Puluhan Tahun

    Dahnil Kritik Antrean Haji yang Berlangsung Puluhan Tahun

    adm_imradm_imr16 April 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kritik terhadap Sistem Antrean Haji di Indonesia



    Wakil Menteri Haji RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan kritik terhadap sistem antrean haji yang berlangsung di Indonesia. Menurutnya, antrean yang mencapai puluhan tahun telah menggeser makna istitha’ah atau kemampuan menjadi sekadar formalitas administratif. Ia menyoroti bahwa kondisi ini seharusnya tidak lagi dianggap wajar dalam penyelenggaraan haji nasional.

    “Ada satu hal yang sudah terlalu lama kita anggap wajar dalam penyelenggaraan haji di Indonesia, padahal sesungguhnya tidak wajar, terkait antrean mencapai puluhan tahun,” ujar Dahnil dalam pernyataannya, Sabtu (11/4). Dengan lebih dari 5,7 juta orang dalam daftar tunggu, ia mengungkapkan bahwa banyak calon jemaah harus menunggu hingga usia lanjut untuk bisa menunaikan ibadah haji.

    Dahnil menjelaskan bahwa situasi tersebut membuat banyak calon jemaah harus menunggu hingga usia lanjut untuk bisa menunaikan ibadah haji. “Artinya, anak muda yang daftar hari ini, bisa jadi baru berangkat ketika rambutnya sudah memutih. Bahkan, setelah Presiden Prabowo Subianto mendirikan Kementerian Haji dan Umrah lalu mendorong kebijakan transformatif, yakni dengan pemerataan masa tunggu hingga rata seluruh Indonesia, yakni 26 tahun,” tambahnya.

    Meski masa tunggu rata-rata telah berhasil ditekan, Dahnil menilai durasi tersebut tetap terlalu panjang untuk ukuran ibadah yang mensyaratkan kesiapan fisik dan mental. Antrean 26 tahun tersebut terasa masih panjang, meski telah sukses diperpendek dari rata-rata sekitar 35 tahun sampai yang terlama 49 tahun.



    Presiden Prabowo melalui Kementerian Haji dan Umrah menangkap harapan publik yang sederhana: ibadah haji tidak lagi menjadi penantian seumur hidup, tetapi kepastian yang realistis untuk dapat ditunaikan dalam kondisi terbaik. Dalam Taklimat Presiden, pemerintah mendorong perbaikan menyeluruh dalam penyelenggaraan haji, termasuk upaya memperpendek antrean dan meningkatkan tata kelola.

    Namun, Dahnil menilai konsep kepastian yang selama ini digunakan dalam sistem antrean sebenarnya lebih dekat pada penundaan yang dilegalkan. “Padahal kalau mau jujur, itu bukan kepastian, tapi penundaan yang dilegalkan oleh sistem,” tegasnya. Menurutnya, kondisi ini memunculkan pertanyaan mendasar terkait keadilan dalam sistem antrean haji. Padahal haji bukan sekadar layanan publik melainkan ibadah.

    “Dan di titik itu, pertanyaannya menjadi sangat mendasar, apakah ini masih bisa disebut adil? Selama ini kita pakai logika sederhana: siapa daftar duluan, dia berangkat duluan. Namun, kita lupa, haji bukan layanan publik biasa. Ini ibadah,” ujarnya.

    Syarat Utama Haji



    Ia menekankan bahwa syarat utama haji adalah istitha’ah yang bersifat aktual, bukan sekadar formalitas administratif yang ditentukan sejak awal pendaftaran. “Syaratnya jelas, yakni istitha’ah atau mampu. Dan istitha’ah sifatnya aktual. Hari ini mampu, belum tentu 20 tahun lagi masih mampu. Hari ini sehat, belum tentu 20 tahun lagi masih kuat jalan dari Mina ke Jamarat,” kata Dahnil.

    Dahnil juga mengungkap fakta di lapangan bahwa banyak jemaah berangkat dalam kondisi yang tidak lagi ideal akibat lamanya masa tunggu. “Terkait ini kita harus berani mengakui bahwa sistem antrean panjang telah menggeser makna istitha’ah dari kesiapan menjadi sekadar formalitas administratif,” tegasnya.

    Dalam perspektif fikih, ia menjelaskan bahwa istithaah mencakup kesiapan menyeluruh, mulai dari finansial, kesehatan, keamanan, hingga mental. “Dalam fikih, istitha’ah itu utuh, yakni mampu secara finansial, kesehatan, keamanan, dan kesiapan mental. Namun, dalam praktik kita, ia tereduksi menjadi satu pintu masuk, yakni setoran awal untuk mendapatkan nomor porsi. Begitu nomor itu didapat, seolah-olah kewajiban sudah ‘diamankan’,” imbuh Dahnil.

    Ia menilai, sistem saat ini justru membuat aspek kesiapan menjadi kurang relevan saat waktu keberangkatan tiba. “Tinggal menunggu giliran, padahal justru di situlah masalahnya. Waktu yang terlalu panjang membuat istitha’ah menjadi tidak relevan saat keberangkatan. Kita mau tidak mau harus menciptakan sistem di mana kesiapan bukan syarat utama, justru yang utama adalah masuk antrean,” tutupnya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Kunci Jawaban PAI Kelas 11 SMA Halaman 325: Perkembangan Islam Abad Modern

    By adm_imr15 April 20261 Views

    Doa Perlindungan dan Pengendali Marah Nabi Muhammad SAW, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahan

    By adm_imr15 April 20261 Views

    6 Amalan Sunnah Hari Jumat yang Tak Boleh Dilewatkan: Perbanyak Salawat dan Sedekah

    By adm_imr15 April 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Prodi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Saizu Lakukan Asesmen Lapangan untuk Tingkatkan Mutu dan Integrasi Ilmu

    16 April 2026

    11 Kali Platinum, Nadhif Pernah Ingin Berhenti dari Musik: Mau Dagang

    16 April 2026

    20 Soal UAS Bahasa Indonesia Kelas 7 SMP Semester 2 Kurikulum Merdeka dengan Kunci Jawaban

    16 April 2026

    Bupati Tulungagung Ditangkap KPK, 16 Orang Diamankan, Harta Rp 18 Miliar

    16 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?